ZIFANA (Kubalas Pengkhianatanmu!)

ZIFANA (Kubalas Pengkhianatanmu!)
Zifana-42


__ADS_3

Jason membisu ketika mendengar ungkapan cinta dari Rere. Ia tidak menyangka kalau gadis tersebut ternyata menyimpan perasaan kepadanya. Perasaan yang lebih dari sekadar sahabat. 


"Kau serius, Re?" tanya Jason menuntut jawaban. Tatapan ke arah Rere sama sekali tidak lepas meskipun wanita itu terus menunduk sejak tadi. Seolah menghindar dari tatapan Jason yang mungkin saja akan melumpuhkan hatinya karena Rere sudah bertekad akan menghapus perasaannya untuk Jason. 


"Ya, tapi aku berpikir bahwa cinta tidak selalu harus memiliki. Aku harus selalu bersabar karena kau hanya menganggapku sahabat, tidak lebih. Aku bahkan rela melakukan apa pun, agar kau bahagia bersama dengan orang yang kau cintai." Rere menjeda ucapannya untuk menghirup napas dalam. Sekadar mengurangi rasa sesak di dada. 


"Re ... maafkan aku." Jason berbicara lirih dan merasa tidak enak hati sendiri. 


"Kau tidak perlu minta maaf. Ini bukan salahmu, Son. Setiap manusia memiliki hak untuk jatuh cinta dengan siapa pun. Sekarang, aku akan berusaha menghapus perasaan yang lebih dari sahabat ini. Aku akan belajar membuka hatiku untuk orang yang mencintaiku. Doakan aku, semoga aku bisa melakukan itu dan aku bisa hidup bahagia dengan orang itu." Rere mengulas senyum. 


"Apa orang itu adalah Nicky?" tanya Jason menebak. 


Rere terdiam untuk waktu yang cukup lama, sebelum akhirnya ia mengangguk lemah. Jason pun berjalan cepat dan segera menarik wanita itu masuk dalam dekap eratnya. Bahkan, Rere merasakan pelukan Jason sangat berbeda dari pelukan yang biasanya. 


"Re, aku pasti akan sangat merindukanmu jika kau jauh dariku. Maafkan aku kalau aku sudah menyakiti hatimu." Jason memejamkan mata. Ia merasa tidak tega, tetapi jika harus berpura-pura mencintai wanita itu agar tidak pergi, Jason tidak bisa. Ia tidak mau jika mereka akan makin terluka nantinya. 


"Jangan membuatku ingin menangis, Son. Aku bukan anak cengeng," ujar Rere. Berusaha menghapus air mata sambil satu tangannya melingkar di pinggang lelaki tersebut. 


"Berjanjilah kau akan hidup bahagia dengan orang yang mencintaimu dan jika suatu saat kau sudah hidup bahagia. Kuharap kau tidak akan pernah melupakanku dan tetaplah menjadi sahabat baikku," kata Jason.


"Tentu saja. Sampai aku mati, kau akan tetap menjadi sahabat terbaik yang kupunya. Terima kasih banyak, Son." 

__ADS_1


Kedua orang itu pun saling berpelukan erat. 


***


"Kau yakin dengan keputusanmu, Re? Aku tidak mau jika kau sampai di sana, menangis dan meminta pulang karena tidak bisa jauh dari Jason," ucap Nicky setengah meledek. 


Lelaki itu mengaduh saat Rere sudah mendaratkan pukulan di lengannya. Memang tidaklah sangat kuat, tetapi mampu menciptakan rasa panas yang menjalar sampai ke seluruh lengan. 


"Aku bukan anak kecil yang akan merengek minta pulang, Nick! Kau jangan meledekku. Lagi pula, aku sudah berpamitan pada Jason, Zifana dan yang lain. Kalau aku tidak jadi pergi, bisa-bisa aku dikira tidak bisa move-on dari Jason," timpal Rere kesal. 


"Ya, barangkali. Sudah jangan cemberut gitu. Wajahmu jelek kalau manyun gitu." Nicky dengan gemas mencubit bibir Rere yang sudah maju beberapa centi. 


"Re, ada yang ingin aku bicarakan padamu," kata Nicky tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan di depannya. 


"Apa?" Rere menoleh. Menatap lelaki yang sekarang terlihat tampan di matanya. Entah mengapa, sejak memutuskan untuk belajar mencintai Nicky, lelaki itu menjadi menarik baginya. 


"Setelah kita sampai di sana. Aku akan menikahimu. Aku tidak mau jika kita tinggal dalam satu atap tanpa ikatan. Aku takut khilaf," ujar Nicky. 


Rere terdiam dalam waktu yang lama karena masih belum percaya ucapan Nicky.


"Ta-tapi, Nick. Kau tau bagaimana keadaanmu. Aku bukan wanita yang suci lagi." Rere menghela napas panjang. Kenangan  menyakitkan itu datang lagi. 

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Bahkan, jika kau hamil dan memiliki anak pun, aku akan tetap menerima kamu dan anakmu." Ucapan Nicky terdengar penuh ketegasan. 


"Kalau kita menikah ...."


"Besok aku akan menikah siri denganmu dulu karena pasti akan susah mengurus berkas-berkasnya. Setelah aku selesai mengurusnya, baru kita akan menikah secara resmi." Nicky seolah tahu kegelisahan yang dirasakan oleh Rere. 


"Baiklah." Rere memungkasi. Ia akan menurut apa pun yang akan dilakukan Nicky  karena percaya apa yang dilakukan  oleh lelaki itu adalah untuk kebahagiaannya. 


***


Assalamualaikum. 


Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk kalian yang melaksanakan. 


Minal Aidzin Wal Faidzin 🙏


Mohon maaf lahir batin dari Rita Tatha dan keluarga untuk kalian semua. 


Apabila ada kesalahan baik yang sengaja maupun tidak 🙏 


Taqobalallahuminna waminkum. 

__ADS_1


__ADS_2