ZIFANA (Kubalas Pengkhianatanmu!)

ZIFANA (Kubalas Pengkhianatanmu!)
Zifana-74


__ADS_3

Dua bulan kemudian. 


Waktu berlalu begitu cepat. Ruby selalu tersenyum di depan orang lain, tetapi jika sedang sendirian, wanita itu akan merasa sedih dan kepikiran soal dirinya yang belum hamil juga. Melihat Rere dan Zifana menggedong putri mereka membuat Ruby menjadi ingin melakukan hal yang sama. Namun, sepertinya Tuhan belum berkehendak dan ia masih diminta untuk bersabar. Berusaha lebih keras lagi.


Sebenarnya Joshua juga merasakan hal yang sama. Ingin segera memiliki bayi, tetapi ia berusaha tetap terlihat tenang karena tidak ingin menambah beban pikiran istrinya. Ia tidak mau jika Ruby sampai sakit hanya karena memikirkan hal ini. Biarlah ia bersabar sebentar lagi sampai kebahagiaan itu datang padanya. 


Kebetulan sekali, besok adalah ulang tahun Ruby. Joshua sengaja menyiapkan pesta kejutan untuk wanita itu untuk menghibur hati Ruby agar tidak sedih lagi. Ia akan menyiapkan pesta kejutan yang sangat meriah untuk istrinya. 


Joshua sengaja berbohong kepada Ruby bahwa ia sedang ada bisnis di luar kota selama empat hari dan tidak bisa mengajak Ruby bersamanya. Terlihat jelas ketika Joshua berpamitan, wanita itu terlihat sangat sedih. Namun, Joshua bersikap untuk tega karena ia tidak benar-benar pergi jauh. Joshua hanya menginap di rumah Zifana karena ia meminta bantuan adiknya untuk menyiapkan pesta kejutan ulang tahun tersebut.


Selepas kepergian suaminya, Ruby terlihat sangat sedih dan kesepian. Ia bahkan tidak bisa tidur dengan baik karena sangat merindukan suaminya padahal mereka baru berpisah selama beberapa jam saja, tetapi rasa rindu itu sudah terasa menggebu-gebu. 


Hampir semalaman Ruby tidak bisa tidur dan hal itu membuat kepalanya berdenyut sakit karena kurang istirahat. 


***


"Ruby, kau belum bangun." Zifana sudah duduk di samping Ruby. Membangunkan wanita itu yang masih terlelap sambil memeluk guling. 


Ruby mengerjapkan mata secara perlahan dan ketika melihat keberadaan Zifana, sontak kedua mata wanita itu terbuka lebar. 


"Kak Zi, kau di sini?" Ruby langsung duduk dan mencium kening Nana yang saat itu sedang tertidur dalam gendongan Zifana. 


"Ya, Bang Joshua bilang dia sedang ke luar kota dan kau sendirian. Semalam aku akan ke sini, tapi kasihan Nana. Jadi, aku memutuskan untuk datang pagi-pagi sekali," jelas Zifana. Ikut berbohong seperti kakaknya. 

__ADS_1


Ruby hanya mengerucutkan bibir sambil mengangguk mengiyakan. Membahas soal Joshua membuat Ruby kembali merasakan rindu kepada lelaki tersebut. 


"Kau jangan bersedih. Lebih baik sekarang kau mandi dan kita jalan-jalan. Nanti malam aku disuruh menemani Jason menghadiri pesta ulang tahun rekan kerjanya dan aku akan mengajakmu," ujar Zifana. 


Pandangan Ruby pun seketika teralihkan kepada wanita itu. "Kenapa aku harus ikut, Kak? Aku tidak mengenal sahabat Kak Jason." 


"Daripada kau di rumah kesepian. Bang Joshua kan masih dua hari lagi di luar kota. Lagi pula, kalau di acara nanti Jason pasti sibuk dengan rekan kerjanya. Jadi, aku punya teman mengobrol nantinya." Zifana berusaha merayu agar Ruby bersedia untuk ikut dengannya. 


"Apa Kak Jason mengizinkan?" Ruby masih ragu. 


"Tentu saja. Dia akan menuruti apa pun keinginanku." Zifana menjawab yakin. 


Dengan gegas, Ruby turun dari ranjang lalu bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia akan ikut dengan Zifana tanpa mempertimbangkan lagi. Ruby merasa bahwa dirinya memang butuh hiburan. 


***


Joshua tersenyum jika mendapat pesan dari Zifana yang mengirimi apa pun yang dilakukan oleh Ruby. Ia juga senang saat Ruby selalu mengatakan apa yang sedang dilakukannya. Sama seperti apa yang diadukan oleh Zifana. 


Ruby benar-benar wanita yang jujur. Bahkan, Joshua tak kuasa menahan senyum ketika Ruby meminta izin untuk datang ke pesta menemani Zifana. 


"Baiklah, kau jangan genit di sana. Aku akan pulang dua hari lagi. Aku mencintaimu." Joshua memberi kecupan jarak jauh dan langsung dibalas oleh Ruby.


Setelah panggilan itu terputus, Joshua bergegas menuju ke tempat acara untuk memastikan bahwa semua sudah siap seratus persen. Joshua tidak ingin ada kesalahan sedikit pun. Ingin semuanya sempurna agar Ruby merasa sangat bahagia. 

__ADS_1


Karena bahagia Ruby adalah bahagianya juga.


***


Suasana di tempat pesta terlihat sangat meriah. Ruby sungguh kagum dengan dekorasi yang mewah dan sangat cantik. Beruntung ia mau saat Zifana memaksanya untuk berdandan dan memakai gaun yang indah. Kalau sampai ia menolak, sudah pasti ia akan membuat Zifana dan Jason merasa malu karena penampilannya. 


Jujur, dalam hati Ruby merasa iri pada wanita yang mendapat kejutan itu. Sudah pasti wanita itu sangat beruntung karena mendapat pria yang sangat romantis. Hanya pesta ulang tahun saja sudah semeriah ini. Bagaimana dengan yang lain.


"Kak Zi, beruntung banget ya cewek yang ulang tahun. Pasti seneng banget dapat kejutan semeriah ini," ucap Ruby saat ia sudah duduk satu meja bersama Jason dan Zifana. 


"Tentu saja. Kau ingin juga?" Zifana menggoda. Ruby awalnya mengangguk, tetapi menggeleng cepat setelahnya. Melihat tingkah Ruby, Zifana pun hanya mengulas tersenyum. 


Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Ruby jika tahu bahwa wanita yang mendapat kejutan itu adalah dirinya. Pasti wanita itu akan terkejut dan tidak menyangka.


Padahal aku juga ulang tahun hari ini, tapi Mas Joshua sama sekali tidak mengucapkan. Kak Nicky juga saking sibuknya sampai lupa. Aku merasa kalau diri ini adalah wanita yang malang.


Ruby mengeluh dalam hati. Ia merasa sedih karena ini merupakan ulang tahun pertama kali tanpa orang tuanya bahkan sekadar ucapan saja ia tidak mendapatkannya dari keluarga terdekat. 


Namun, Ruby berusaha menepis rasa kecewa itu. Ia tidak mau terlihat menyedihkan di depan orang lain. Ia harus ingat bahwa sekarang ini sedang berada di pesta orang lain. Jangan sampai ia membuat malu.


Ketika acara dimulai, suasana yang tadi sangat ramai pun kini mulai hening dan mereka fokus mendengarkan pembawa acara yang sedang memimpin acara tersebut.


"Baiklah. Kita sambut ratu pada malam hari ini. Yang sedang berulang tahun, doanya yang terbaik untuk Nona muda. Semoga bahagia selalu dan lekas mendapat momongan juga. Marilah kita sambut. Nona ... Ruby!" 

__ADS_1


__ADS_2