
"aduh! sakit sekali kepalaku ini?" grutu Shu
'terlihat kymici masih tertidur dengan sangat lelap,sedangkan Shu terbangun dengan raut muka pucat ,dengan lemahnya Shu membangunkan Kymici'
"Mici!, bangun!..
Mici bangun! ini sudah terik sekali?" ucap Shu membangunkan Kymici dengan suara yang lemah, dan setelah menunggu sedikit waktu akhirnya kymici bangun.
"ada apa Shu? kenapa kamu membangunkan aku ,aku sangat lelah sekali rasanya seperti aku sedang diterpa angin nyang begitu sejuk sekali tadi malam?" jelas Mici sambil menguap dan meregangkan tubuhnya .
'terlihat raut muka Shu dan kymici sangat lah cantik dan juga imut saat terbangun ,namun mereka pun tidak menyadari penculikan kakek wang pada malam hari,karna Shu dan kymici sempat di buat kakek Wang pingsan dengan racun yang ditebarkan bersamaan humbusan angin malam itu'
"Aup! sunggu malam yang sangat panjang,aduh tubuhku!" ucap Shu sambil menguap lalu mengusap matanya yang masih mengantuk.
"Shu!..." ucap Mici keras
" apa Mici? "balas Shu
"kemana mereka?,apakah mereka sudah pergi?" ucap Mici dengan mengusap-usap matanya berulang kali.
"apa..! hah..! siapa yang pergi ?!" ucap Shu dengan panik dan seketika mata Shu terbuka dengan lebar bahwa Tasha dan Mic tidak berada bersama mereka.
"Tasha dan Mic telah pergi?!, tapi kenapa mereka tidak membangun kan kita Shu?!" ucap Mici disertai merapikan pakaiaan dan bergegas berdiri.
"yah! mereka sudah pergi.! seharusnya semalam aku membuat janji terlebih dahulu kepada Tasha ,karna aku ingin mengajak mereka berkeliling kampung lalu menemu i nenek ."ucap Shu disertai merapikan tempat dan beranjak berdiri.
"Ha.....!!! Nenek! matilah kita! matilah kita Shu kita nanti dibunuh nenek! ,bagaimana ini" pekik Kymici dengan panik dengan lompat kesana kemari.
" hah! biar kamu saja yang dibunuh nenek!," cetus Shu
"kamu juga harus mati, kejam sekali kamu Shu! ,karna kamu juga lah aku berada disini!?" ucap mici
__ADS_1
"hahaha! mari kembali kedesa ,aku akan menceritakan kepada nenek tentang semalam kalau kamu menyebut nama juon bodoh itu!ahahaha " ejek Shu disertai ketawa dan beranjak pergi dari gubuk tua.
"Shu kejam! aku tidak menyebut itu shu! tolonglah jangan beritahu nenek" ucap Mici merengek seperti anak kecil .
' kemana perginya kalian , dan kemana kamu pergi tuan Mic walaupun baru sekilas mata, aku aku merasakan gelisan yang membuat aku merasakan kenyamanan yang teramat menghangatkan Mic!" guman Shu pelan disela berjalan
"Shu! tunggu!.."teriak Mici dari arah belakang.
*****
'Dibukit Sinsian sedang menyusuri bebatuan,terlihat jelas sedang mencari obat gingseng yang tadi dipesan oleh kakek wang,namun sesaat sebelum Sinsian memperoleh gingseng,sesosok lelaki seperti petani berlari dengan sangat cepat kearah Sinsian dengan membawa cangkul,dengan cepatnya lelaki itu berlari menghampiri Sinsian sambil berbicara'
"hay! siapa yang menyuruh kamu berada disini.!,cepat pergi sana atau aku akan membunuhmu disini!" pekik lelaki itu
namun Sinsian tidak mendengarkan ocehan lelaki itu, tiba-tiba sesaat lelaki itu sampai dari blakang Sinsian dan hendak mengayunkan cangkul,Sinsian dengan santainya menghindari ayunan cangkul lelaki itu, begitu terus berulang kali,kanan dan kiri lelaki itu berusaha dengan susah payahnya menyerang Sinsian. namun Sinsian terus saja menghindar hingga membuat lelaki itu seperti tikus bodoh ,lalu terduduk kelelahan.
"kau ini hah hah!? capek sekali ?,teraerah kau saja lah apa yang kamu cari!" grutu lelaki itu dengan lesunya hingga berucap pun terbata bata ,dan iya terus menyandarkan tubuh yang lelah ke bebatuan di belakangnya.
"terserah kamu saja!, hah hah hah ,ngomong-ngomong apa yang kamu cari bocah kecil?" dengan nafas yang memburu lelaki itu bertanya.
"aku sedang mencari gingseng ratu dan gingseng putri,!" jelas Sinsian
"oh.. apa!.. gingseng ratu.?!, hah! gingseng putri?!"
"ya ya ya! apa ada yang salah?" ucap Sinsian sambil terus berjalan memnyusuri seriap pinggir bebatuan.
"tidak salah,namun setahuku gingseng yang kamu cari di tempat ini,sudah tidak ada bahkan sudah tidak tersisa lagi." jelas lelaki itu sambil meneguk air yang berada di bambu miliknya.
"lalu apa yang terjadi?, bagaimana mungkin tempat yang begitu terkenal akan segala macam jenis gingseng dan banyak melimpah di tempat ini bisa habis?!" ucap Sinsian dengan serius menatap tajam ke pria itu.
"nama ku Likun, gingseng-gingseng yang kamu cari itu tidak ada!, semalam Tiga ratus perajurit kerajaan dan juga dua puluh pelayan kerajaan menghabiskannya.aku datang malam hari saat mereka sedang melibas habis tanaman obat-obatan yang ada disini"jelas Likun
__ADS_1
"untuk apa mereka mengambil obat-obatan sebanyak itu,dan siapa yang memimpin mereka?. kamu tau dimana lagi ada tanaman obat yang aku sedang cari?!" ucap Sinsian
"entahlah siapa pemimpin itu kelihatanya hanya wakil kapten devisi 3 sepertinya,dan untuk obat-obat itu sepertinya untuk ramun pemulihan stamina!, hum ada satu tempat namun itu, tempat itu sangat berbahaya! aku sendiri tidak akan berani kesana ?" jelas Likun
"Namaku Sinsian,seperti itu baiklah terimakasih informasinya,dan tempat seperti apa itu?,dan dimana letak tempat itu?" tanya Sinsian dengan rasa ingin tahunya.
" ya, oh tempat itu ada di atas gunung letaknya didalam gua ,gua itu di sebut gua kemurnian atau orang-orang seperti aku menyebutnya gua Yangan ."
"baiklah!, kelihatan ya kamu sepertinya sedang berguru pengobatan? apa itu benar " ucap Sinsian
"Benar aku sedang berlatih pengengobatan "
"lalu arah mana gunung itu, apakah jauh dari sini?"tanya Sinsian dengan berdiri memblakangi Likun.
"utara! gunung Gongon!"
"baiklah aku pergi sekarang nanti jika aku dapat beberapa aku akan kembali kesini ,.yah! selagi matahari belum terbenam ..harusnya aku sudah sampaia di sana ." jelan Sinsian
"Semoga berhasil Sinsian.." ucap Likun sambil.menoleh ke belakang menatap punggung Sinsian.
"baiklah senang bertemu dengan mu,sampai jumpa?" ucap Sinsian dengan melangkah turun gunung dengan cepat.
"gadis kecil yang imut dan juga kuat.dari mana asalnya dia, baiklah baiklah semoga kita bertemu kembali Sinsian" gerutu Likun.
***
jauh dari kermain kota Shang dibalik air terjun terdapat sebuah gua yang begitu besar di hiasi begitu banyak patung-patung prajurit seperti begitu banyak terlihat jelas seperti ribuan patung di dalam gua ,dan juga berkelip menyala ,berkilau seperti cahaua bintang ,mememacar hingga menerangi seluruh gua dibalik air terjun.
samar-samar suara besar nan gagah mergumam bahakan memnggema hingga suara nya menglahkan suara gemuruh air terjuan.
"sebentar lagi matahari akan terbenam,satu hari akan terlewati begitu saja ,aku harus menunggu cukup lama sekali di sini ,aku sudah tidak sabar menantikan kehadian dia datang disini, heurr! hurr! hurr!,"
__ADS_1