
'Dirumah Mic ,Sevania berjalan kesana kemari dengan raut wajah cemas,Sjung sendiri hanya duduk dan menikmati secangkir teh'
"Sjung! kenapa anda terlihat sangat setenang ini, sedangkan anak itu belum juga kembali dari universitasnya hari ini?"
"yah,mau bagaimana lagi jika saya pergi ke Universitas pasti juga tidak akan menemukannya?"
"Lalu apa yang harus kita perbuat sekarang,apa hanya seperti ini hingga esok pagi!" gram Sevania dengan raut cemas.
"hah! baiklah saya akan kekamar anak itu sekarang,biar aku priksa dulu apakah barang itu masih atau tidak" jelas Sjung dengan berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke arah kamar tidur Mic.
"barang! ,barang ! apa yang anda bicarakan Sjung?"
"yah! itu barang pemberian ayah ,semasa ulang tahun Mic waktu itu"jelas Sjung
'tak butuh waktu lama Sevania dan sjung sudah berada di dalam kamar tidur Mic.'
"mana barang itu Sjung,apakah ada ?" tanya sevania
"entahlah Sayang,kelihatanya barang itu tidak berada di sini,hanya saja Saya merasa barang itu baru saya pergi dari sini"
"hah pergi! jangan ngaco sayang ,kita di sini hanya berdua saja, sedangkan jika Mic pulang pasti kita berhadapan dengannya sekarang"
"humff! bagaimana aku menjelaskannya kepada mu sayang!? ah sudahlah mari kita kembali ke ruang tamu!?" jelas Sjung
****
"Kymici lihat apa yang dibilang bocah ini benar kalau di sini ada gubuk tua?!" pekik Shu
"ya Shu benar,mari kita ikuti bocah bodoh ini?" geram Mici
"kalian ini untung saja saya tauh bahasa yang kalian ucap kan ,tolonglah jangan panggil bocah bodoh, nama saya Mic tau!" grutu Mic
"baiklah! bocah bodoh , ups! Mic"ejek Shu
"hay hay! Shu jangan bilang anda mulai tertarik dengan bocah ini" ejek Mici berbisik dengan menepuk pundak Shu.
"Sudahlah nona-nona? apa kalian akan berdiri saja disitu, apakah kalian tidak ingin masuk?" grutu Mic
"baiklah!"
"baiklah"
sesaat kemudian mereka pun masuk di dalam gubuk tua ,saat didalam Mic menemukan sesuatu yang aneh.
'kemana Tasha, seharusnya dia berbaring disini!,kenpa sekarang dia tidak ada' gelisah Mic dalam hati
"Tasha! tasha!" triak mic dengan kencangnya
"hay! hay! tuan Mic kenapa anda triak- triak sebegitu kencangnya,dan siapa yang anda panggil itu" geram Mici.
"oh itu teman saya, tadinya pingsan di sini dan sekarang dia tidak ada sekarang" jalan Mic
__ADS_1
"Tasha! siapa dia tuan Mic..,apakah dia peremuan?"tanya Shu
"ya dia teman saya nona Shu" jelas Mic
"aduh,mic ini kenapa lagi sih dia?,kenpa harus triak-triak seperti orang bodoh" guman tasha,.
"Tasha! dimana kamu!?"
"Tasha! dimana kamu!?"
"Mic! "
sesuatu suara dari arah belakang mereka bertiga
"Mic! kenapa kamu harus teriak-teriak!" ucap Tasha
"Tasha!? ,kemana saja kamu ?!,kamu baik-baik saja kan " ucap Mic
"hahaha! apa kamu mencemaskan saya Mic" ejek Tasha
" sudahlah jangan bercanda, lihatlah mereka, aku membawa mereka untuk mengobatimu ,tapi ternyata kamu sudah bangun!"
"ahh mengobati, emangnya saya sakit Mic?"
" ya tadi kamu pingsan seteleh memakai senjata itu" jelas Mic
"yah sedikit masih pusing sekarang ini Mic"jelas tasha
"baiklah jika hanya pusing,mungkin mereka bisa mengobatinya"
"ah! baiklah kalau begitu ,ohh mereka ini aku bertemu mereka tadi di blakang gubuk ini waktu aku mau mencari makan,
hay nona baisakah anda memperkenalkan nama kalian pada teman saya ini?" jelas mic
" oh hay! Panggil saya Shu dan ini kymici kami bersodara,"
"ah begitu bahasa mereka ,mungkin kah Mic ini bahasa itu" tanya Tasha dengan memandangi Mic.
"ah! benar dan itu pun sedikit aneh saja"
ucap Mic.
"hay Shu, hay Kymici ,saya tasha senang bertemu dengan anda?"
"hay mari silahkan duduk," ucap mic
"baiklah "
'kini mereka berempat ,shu,kymici,Tasha dan Mic saling mengobrol hingga lupa jika diluar gubuk sudah gelap ..
lalu Mic pun menerangi gubuk tua itu dengan membuat api unggun ,di sertai makan malam yang di bawa oleh Shu dan Kymici.
__ADS_1
Dan penjelasan cerita Shu dan kymici ,hutan bambu ini terletak tidak jauh dari desa Damyo dan hutan ini dikenal dengan hutan Dambyo, dan desa ini terletak di wilah Shang dan masih ada 4 desa lagi yang berada di bawah wilayah Shang, dan dengan pejelasan Shu, wilayah Shang sedang mengalami kekacauan bisa di bilang pemberontakan oleh desa Dosang
"begitukah jadi sekarang ini desa kalin juga sama mengalami seperti pemberontakan itu" tanya Mic
"ya desa kami baik-baik saja untuk sementara waktu karna desa kami menutup akses jalan untuk siapa pun ya walaupun jalan di tutup untuk seseorang seperti kami itu tidak menutup kemungkinan bisa masuk secara mudah"
"maksut kalian seperti apa?" tanya Tasha
"pendekar! kami ini pendekar pedang dari desa Damyo dan kami di kenal Mishu,"
"pendekar pedang!, kalian Mishu" ucap Mic"
"dan jika boleh sekali lagi saya bertanya" ucap Tasha
"silahkan tanya saja?" ucapa Mici
"Benarkah desa seperti desa kalian berada di pemerintahan Dinasti Shang!?" tanya Tasha dengan tatapan serius yang tajam.
' shu dan mici saling pandang ,akhirnya Shu memberikan isyarat sedikit mengangguk kepada Mici '
" benar kalian berdua berada di wilaya dinasti syang namun kaliah harus tetap berhati-hati karna di kerajaan syang sedang terjadi konflik dan siapa pun yang memicu akan segera ditangkap pasukan kerajaan syang .."
"apa! Mic bagaimana ini bisa terjadi dan bagaiman kita sampai disini"ucap cemas Tasha
"nanti kita bicarakan setelah kita tau jalan kluar dari sini" ucap Mic
"ah ya!?,dari mana asal kalian ,sepertinya pakean kalian sangat asing sekali?" tanya Mici
"Asal kami" jawab serentak Mic dan Tasha
"biarkan aku yang mejawab Mic,kamu diam saja!"jelas tasha
"baikalah lajutkan"ucap Mic
"kami dari inggris,dan kami tadinya sedang berada di rumah kakek Mic sedang mencari artikel tentang kerajaan cina, namun sesuatu terjadi kepada kami dan akhirnya kami sampai di sini,"
"ingerrs! dimana itu letak desa itu,?!"tanya Mici
"itu jauh dari sini " ucap Mic santai
"oh ya ngomong soal itu!? itu apakah senjata kalian berdua?!" tanya Shu dengan melirik pedang dan busur panah
"ah ya pendang ini milik saya, dan sedang kan busur panah itu milik Tasha "jelas Mic
"apakah ada sesuatu?, dengan senjata kami nona Shu?" tanya Tasha
"Tidak! hanya aneh saja senjata kalian berdua mirip sekali dengan yang di ceritakan nenek kami"
"cerita apa,lanjutkan" ucap tasha dengan sorotan mata serius
"dulu nenek bercerita tentang legenda hidup, dulu di kerajaan shang sangat damai selama kekaisaran raja Jinyun shang ,namun sebelum akhirnya ia menghilang setelah istrinya suhyung melahirkan seorang putra laki-laki ,dan saat berita hilangnya raja Jinyun shang,kerajaan terlibat konflik pergantian dan dalam konflik itu istri raja Suhyung dan juga putranya pun ikut menghilang, dan sekarang kekaisaran Shang digantikan oleh raja yang bernama Bitayung ,dia adalah penasehat kerajaan, dan dialah yang melakukan konflik di masa itu, hingga sampai sekarang ini dan akhirnya menimbulkan pembrontakan di setiap desa di Shang,.namun selama senjata raja dan ratu tidak berada di istana Bitayung tidak akan pernah menjadi raja di Shang dan sebab itu pemberontakan diwilayan desa-desa disebapkan pencarian senjata tersebut" jelas panjang Shu
__ADS_1
"jadi menurut Nona shu,senjata ini kah yang mereka cari!?" ucap tasha dan dengan waspada mengambil busur dan memegangnya dengan Erat.
"ya bisa jadi seperti itu ,namun untuk senjata itu nenek tidak menceritakan fisik senjata seperiti apa ,namun senjata itu bisa dikenali ,karna hanya dampak penggunaannya saja yang berbeda dengan senjata-senjata lain" jelas Shu