
"sudah 1 tahun ini,
kenapa bocah itu belum juga bangun,hemm seharusnya hari ini adalah kebangkitannya,."
sabil berjalan kemari sosok tua memegangi tongkat sambil bergumam,
"sungguh-sungguh aku tidak menyangka,andai saja aku tau lebih awal tentang ramalan itu,mungkin saja satu tahun yang lalu tidak akan terjadi kecelakaan hingga menimbulkan yawa sahabatku melayang,Liyu apakah kau mendengarku."
*****
Tak! Tak! Tak!( suara langkah kaki diatas lantai kayu)
Pria bertubuh atletis bersenjata pedang berlapis kain putih berjalan menyusuri lorong,
disertai pengikut seperti pengawal yang memegang tombak panjang sekitar Lima orang berbaris di blakang pria bertubuh atletis bersenjata pedang belapais kain putih.
"jendral bagai mana situsai sekarang ini, apakah kita hanya akan seperti ini setiap hari,kita terus menerus berjaga di istana tanpa adanya raja,"
"diamlah kau Dimpo!,aku sedang menunggu seseorang, seharus nya sebentar lagi dia sudah sampai diIstana".
"olailah benarkah itu jendral, apakah seseorang yang sedang anda tunggu akan membawa kabar baik untuk kerajaan ini." jelas penasehat Dimpo.
__ADS_1
Dimpo adalah penasehat kerajaan yang bertugas selalu bersama dengan Jendral JUO sebagai penasehat Jendral Juo, tak lain adalah tangan kanannya, sosoknya seperti wanita anggun namun Dimpo adalah laki-laki ,hanya saja gaya dia berbicara dan tingkahnya seperti perempuan.
untuk kekuatannya sendiri hampir setara Jendral Juo, atau bisa di bilang di tingkat perak 2 sedangkan Jendral Juo memiliki kekuatan tempur di tingkat Perak 4,
"mungkin saja kabar baik,atau mungkin kabar buruk,lihat saja nanti" jelas jendral Juo,
sambil terus berjalan menyusuri lorong
disisi lain.
"mungkin aku harus beristirahat sejenak kali ini,
perjalan yang aku tempuh sangat meleahkan, hem kurasa dibawah tempat yang bagus utuk ku bersantai,"gumam seseorang
namun sebelun seseorang itu melalukan kultivasi,dari arah sebrang sungai seseorang perempuan berteriak,.
"hay!!! jangan berada di sana pergilah!"suara rendah hanya terdengar samar-samar berbenturan dengan suara airterjun,namun sosok prian di sebrang mengetahui apa maksut wanita tersebut.
"Baiklah!"
dalam sekejap sosok pria melesat kearah wanita yang berteriak kepadanya.
__ADS_1
"hay!? nona maaf aku tidak mendengar sepenuh nya? ,apa yang anda triakan tadi?"
"maaf tuan, sebaiknya anda jangan di sebelah sana karena disana adalah sarang ular perak,kalau anda tercium oleh ular perak mungkin nyawa anda akan melayang"jelas sosok wanita.
"ah begitu, baiklah trimakasih untuk itu, oh ya sipakah nona ini kenpa nona berada di sini"
"aku aku,pengembara tuan saya sedang berburu dan buruan saya tadi terjatuh di area air terjun ini"
"sepertinya itu buruan mu bukan," jelas pria ,sambil menunjuk burung yang tersangkut di bebatuan di atas air terjun.
" iya itu buruan saya,trimakasih untuk itu"
tanpa basa basi dengan satu gerakan kaki sosok wanita itu telah sampai dia atas airterjun namun seketika.
Srab! srab! ( suara di dalam air)
"berhati-hatilah nona kelihatanya ada hewan di dalam air terjuan" triap pria .
"hah apa katamu"sosok wanita tidak mendengar suara pria tersebut namun tau jika pria tersebut berteriak.
tiba tiba desisan-desisan di dalam air semakin membesar dan membesar seketika dibalik aitretjun tepat di tengah seklebat sebuah ekor besar menyapu bersih air yang turun dari air terjun hingga membuat air terjun terhenti sejenak "
__ADS_1
"woooo! apa itu dia"sedikit panik sosok pria tersebut..