
Menjelang mentari semakin tinggi Mic, Tasha dan juga tuan Dou kini terlihat menuruni gunung.
di tengah santainya menikmati perjalanan, Tuan dou menjelaskan sesuatu kepada Mic dan juga Tasha.
Jika mereka ingin pergi ke pegunungan naga hitam sangat lah sulit untuk dilalui,sama halnya mengantar nyawa ditambah lagi dengan binatang bahkan moster yang sangat kuat dari level 3 sampai moster level tertinggi level dewa.
Namun mendengarkan penjelasan dari Tuan dou, Mic hanya tersenyum kecut seolah-olah mic meremehkan apa yang diberitahukan oleh tuan Dou.
Kini tuan dou pun melihat mic seperti ada perubahan layaknya tingkah Mic yang dilihat tuan dou bukanlah Mic,
"Mic? apa kau baik-baik saja ? sepertinya hari ini apa yang aku bicarakan kepadamu sepertinya kau mengacuhkan nya?!" ucap tuan Dou
namun Raut wajah mic hanya datar dan kini Mic malah dengan lincahnya melesat lebih dulu ke depan tanpa memikirkan Tasha dan tuan Dou, dari dahan dan cabang pohon pun tak luput terinjak hingga patah oleh kaki Mic yang semakin cepat melaju..
di balik keraguan tuan Dou, tasha pun melangkah dengan cepat juga kini berada tepat di samping tuan dou.
"tuan dou? apa yang terjadi dengan mic? sepertinya dia meninggal kan mu dari obrolan?"
"tidak..kurasa aku salah menilai mic ?"
__ADS_1
"o tenang saja tuan!, mungkin mic seperti itu karena 1 kekuatan atau ada masalah yang sedang ia fikirkan."
"entahlah sepertinya yang saat ini seperti bukan mic saja, aku merasa kawatir kepada mic, jika terus berlanjut apa imbas yang akan mic terima?"
"sudahlah paman Dou.., kurasa kau terlalu mengkawatirkannya?"
'sepantasnya jika tuan dou merasa kawatir, sedangkan mic dan juga aku adalah orang asing yang belum tau menau tentang benua ini' gumam Tasha dlam hati
"mungkin saja.baiklah lebih baik kita juga begegas menyusul mic, sebelum hal-hal yang kita tidak tau akan terjadi pada mic"
" baiklah paman "
' " seharusnya di sekitar sini ada sebuh jalan pintas, atau mungkin aku salah mengingatnya!" ' grutu Mic
kini mic terlihat sedang berdiri diam namun matanya terus saja mencri sesuatu.
namun sebuah suara didalam tubuh mic mulai berbicara.
" hay! anda ini mau kemana, sudah minjam tubuh ku tidak bilang terlebih dahulu!" ucap Mic
__ADS_1
"Tidak rajaku! terpaksa aku harus mengambil alih tubuh anda lebih awal tuanku karna tubuh anda masih belum siap melewati jalur moster dan terpaksa aku harus mencari jalan pintas untuk anda lewati bersama teman anda."
" ah aku belum siap ya?. baiklah tapi ini aku berada dimana?, kurasa tempat ini sangatlah bagus banyak sekali buku-buku yang usang disini? "
" tuan rajaku itu adalah tempat untuk berkultivasi, tempat yang tuan rajaku sekarang berada itu ada didalam diriku sebenarnya?"
"lalu untuk apa aku, kamu alihkan kesini?!"
" Maafkan aku rajaku, ya aku bermaksut rajaku mau berlatih di ilmu tingkat lanjut didalam diriku karna aku menyimpan semua ilmu dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi, namu kini jika aku bisa mengarahkan tuan ku raja, lebih bijaknya anda berlatih tingkat dewa Biru perak sampai nanti berlanjut ke tingkat kaisar Emas. "
" kurasa aku masih belum paham?. itu tingkat apa aku baru mendengar nya?'"
" hahah rajaku rajaku.., maafkan aku itu adalh tingkat rahasia didalam dunia ini itu adalh tingkat yang paling langka. bahkan raja sebelum anda tidak tau tentang itu!, karna aku tidak bisa sedekat ini dengan raja terdahulu."
" baiklah-baiklah kalau begitu aku memberikan kesepkatan dengan mu?"
"kesepkatan apa tuanku Raja?"
pembicaran mic dan juga Naga hitam terus berlanjut hingga kini tasha dan tuan Dou melihat tingkah mic yang aneh.
__ADS_1