
"jadi seperti itu ya!?, ah baiklah bagaimana dengan kalian nona shu,nona kymici di luar sudah begitu larut malam ,bagamana jika kalian beristirahat bersama kami." ucap Mic
'Shu,kymici pun saling pandang dengan raut muka polos dan tidak ada niat jahat di muka mereka,akhirnya mereka pun mengiyakan jika beristirahat disini'
"baiklah kami akan beristirahat disini,oh ya dan bagaimana dengan hari esok ,kamana kah kalian akan pergi?" ucap Mici
"entahlah untuk hari esok,biarlah untuk hari esok lupakan dahulu sekarang kalian para nona-nona dan kamu nona Tasha..,Beristirahatlah dulu,aku akan keluar dan berjaga untuk kalian."
ucap Mic dan berdiri lalu berjalan keluar dari gubuk.
'sesaat Mic keluar lalu berjalan ke arah samping tembok yang berlubang dan terduduk di depan tembok yang berlubang,
"nona tasha? bolehkah saya bertanya sesuatu kepadamu?"tanya Shu.
"boleh lanjutkan nona Shu"
"Tuan Mic dan nona apakah sepasang kekasih, saya lihat dari pembicaraan kalian sedikit akrab sekali dari saat saya datang dan kalian sedikit harmonis? "
"hahahh Mungkinkah seperti itu,dan untuk itu saya tidak tahu harus menjelaskan seperti apa ,namun untuk saat ini kami hanya teman" jelas Tasha.
"begitu ya baiklah ,ah mari kita istirahat nona tasha hari sudah hampir tengah malam" jelas shu dengan berbaring lalu menatap keatas dengan sedikit-sediki membuatnya berubah raut muka datar
"ya mari istirahat"ucap Tasha dengan datar dan enggan berfikir tentang ucapan Shu.
__ADS_1
'terlihat Mic terduduk dan ia pun lalu membuka tas ranselnya dan mengambil sebuah kotak tak lain sebungkus rokok ,ia pun mengambil sebatang dan menyulutnya ,dan sedikit menoleh ke arah wanita-wanita didalam dan mic melihat dengan tenang karena para wanita telah tertidur dan keheningan pun menemani Mic, hingga waktu hampir pagi tiba-tiba.'
********
'Beralih ke orang tua Mic'
"Sjung,bagaiman anda bisa seperti itu ?!,apa anda hanya akan berdiam saja sedangkan anak kita entah dimana?!" geram Sevania
"baiklah? ,hanya saja instingku mengatakan bahwa Mic tidak berada dimasa sekarang?,mungkin saja jika insting saya benar Mic berada di wilayah istana sekarang?!" jelas Sjung
"lalu bagaimana sekarang jika itu benar terjadi?!," jelas Sevania dengan cemasnya
"yah mau bagaimana,? saya akan kembali mencari bocah itu ,dan untuk itu setidak nya berhati-hatilah disini saya akan segera kembali jika sudah menemukannya" jelas Sjung sambil berdiri ke arah pintu depan sambil membuat tanda
' ya wajar saja jika seorang wanita terlalu merindukan kasih sayang satu hari tidak bertemu pasti akan sangat gila dan itu tidak akan ada obat lagi bahakan sevania tidak bertemu hingga bertahun-tahun ,dan sedangkan terlihat Sevania mendekati Sjung Suaminya dan sedikit merayunya agar sedikit tinggal satu hari lagi ,dan rayuan Sevania pun, kelihatan sedikit berhasil Sjung pun luluh akhirnya membatalkan kepergianya hari ini.
"hahah sayang apakah kamu merindukan aku?,"
"suami bodohku apakah kamu tega meninggalkan istrimu yang cantik nan sexy ini dirumah sendirian " goda Sevania dengan menggoyangkan pingulnya kekanan dan kekiri
"yahh baiklah! aku akan berangkat besok!,tapi untuk sebagai gantinya buat aku senang malam ini "
"baiklah sayang ayo!"
__ADS_1
*****
'saat Mic hampir menghabiskan sebatang rokoknya ,Mic melihat sosok berdiri tak jauh dari awal Mic dan Tasha datang pertama kali, terlihat sosok seperti lelaki tua yang sedikit membukuk ,memegang sebuah tongkat dan berjubah putih sedang mengamati Mic, namun Mic hanya menatap nya dengan diam dan tak sedikit pun bergerak untuk mendatangi lelaki paruh baya yang sedang menatapnya.'
"tunggu siapa kakek itu kelihatanya dia menatap kearah sini?" gerutu Mic
'sebelum Mic berucap kembali dalam tatapannya terlihat dan juga terasa menampar tubuh Mic sebuah angin yang sangat cepat dan tak selang beberapa lama ,Mic terpental mundur dan membuat tasha terbangun, namun sebelum teriakan dan ucapan terlontar dari mulut Mic dan Tasha sebuah cahaya putih dengan sangat cepat membalut seluruh tubuh Mic dan tasha ,dan dalam situasi itu Kymici dan Shu pun masih tetap terjaga dalam tidur lelapnya , namun saat Tasha triak kepada Shu dan Kymici suara teriakan Tasha pun tetap tidak bisa membangunkan Shu dan Kymici,.dan saat situasi mencekam itu Kakek yang berdiri jauh dengan sekejap mata dan secepat kilat sudah berdiri dihadapan Mic dan Tasha.
"akhirnya Aku menemukan kalian, memang benar seperti yang diramalkan Bintang Raja itu," gerutu kakek tua itu,.
"Siapa anda ?,kenapa anda menyerang kami!" tanya Mic dengan sedikit takut
' kakek tua itu pun tidak menjawab pertanyaan Mic namun secara, tiba-tiba kakek tua itu menjentikan jari ,dan tanpa disadari mereka pun berpindah tempat ,tempat tersebut dihiasi bunga berwarna warni bahkan sangat sejuk di tempat itu, dan saat itu pula Mic sangat ketakutan bahakan menggigil di seluruh tubuh tubuhnya ,Tasha pun masih pingsan saat ini, dan saat Mic ingin berucap dalam kondisinya yang ketakutan dan menggigil tiba-tiba, Mic di jatuhkan dalam sebuah Tong berwarna coklat dan akhirnya Mic pingsan kembali'
"tulang anak-anak ini masih lunak ,aku harus membuatnya mengeras, mungkin dengan cara kasar ini akan sangat tepat buat prosesnya, yah! walaupun sedikit terlihat sangat kejam! hahah tak apa demi yang diramalkan Bintang raja" gerutu dengan senyum bahagianya ia pun melanjutkan merebus Mic dalam tong.
'dan sesaat proses perebusan tubuh Mic dengan resep-resep telah dimasukan semua, kakek tua pun beralih ke arah Tasha yang terbaring pingsan di tanah,'
"semoga saja tubuh anak muda ini dan juga dengan resep-resep yang aku masukan dapat membuka pintu yang tertutup , ah dan coba sekarang aku harus melihat wanita itu,bagaiman aku harus memperkuat tubuhnya!?" gerutu kakek tua itu lagi dan lalu menatap tubuh Tasha dengan begitu tajamnya
'sesaat kemudian kakek tua itu melambaikan tangan dan mengayunkan ke arah tubuh Tasha dan seketika pakaiaan Tasha pun terlepas dan menyisakan pakaian dalamnya, lalu kakek tua menggerakan tangan kembali, dari bawah keatas dan tubuh Tasha pun terangkat ke udara , dengan cara itu kakek itu pun mengarahkan tubuh tasha keatas bunga besar yang terletak sedikit jauh dari tong yang merendam Mic, dan bunga itu berada di atas air yang menggenang seperti kolam air berwarna ke emasan, dan sesaat tubuh Tasha telah diletakan dengan benar diatas bunga biru besar itu, kelopak bunga itu pun mulai menutupi seluruh tubuh Tasha dan kemudian bunga itu tenggelam di air emas dan kemudian sebuah cahaya biru ke emasan memancar keluar menyinari genangan air Emas.'
"akhirnya aku selesai juga dengan tubuh mereka!,hanya menyisahkan senjata mereka yang harus disucikan karna sudah sangat lama sekali senjata-senjata ini tidak bersama tuanya ,dan itu menyebabkan Aura senjata-senjata ini hampir menghilang" gerutu dengan menatap tajam senjata Mic dan Tasha
__ADS_1
'waktu kakek tua itu sedang berfikir tentang senjata Mic dan tasha tiba-tiba sebuah suara yang sangat melengking dan membuat seluruh dalam gua bergema sangat hebat'