"SANG PENGUASA"

"SANG PENGUASA"
Terasa ingin Ah


__ADS_3

Suasan yang semakin dingin,angin bertiup riang menghempaskan dedaunan diatas tanah, suara dedaunan terus beradu satu sama lain.


Dan kini secara mengejutkan semua orang apa yang mereka lihat kali ini sangatlah tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi ,.namun hanya Tasha saja yang kini dengan naluri hatinya , pun melesat menghampiri sosok dua orang yang sangat mirip wajahnya.


dengan raut wajah sedihan dan berlinang air mata, Tasha menghampiri Mic dan secara cepatnya setelah sampai Tasha pun memeluknya dengan sangat erat


" Mic! kamu sangat bodoh sekali apakah kamu baik-baik saja ?".


namun sosok yang dipeluk tasha pun tidak bergeming dari posisi dia berdiri bahkan ia pun tak bersuara, tapi sebaliknya tepat disamping kirinya pria yang di peluk tasha yang kini merespon dengan senyum masam,: "ya! aku baik-baik aja Tasha?,uh kurasa kamu salah orang?" ucap Mic yang sebenarnya, sambil tangannya menggaruk kepala bagian belakang.


dengan sangat tercengang mendengar suara yang baginya tak asing, kini airmata yang menggenangi tasha pun berhenti sambil secara perlahan-lahan pergelangan tasha pun mengendor dan secara pelan melepaskan pelukannya,.


Tasha pun sambil menundukan kepala sambil berjalan kesamping kiri tepat didepan Mic yang sebenarnya, " lalu itu siapa Mic?! maaf aku sudah salah orang?" ucap tasha yang kini raut wajahnya memerah karna malu.


"nanti aku critakan, yehh udah salah merangkul!, sekarang udah gak merangkul yang asli,kenapa gak coba meluk yang ini?" ucap mic sambil menggoda tasha.


"Bam! bodoh dasar bodoh! sialan kamu meninggalkan aku sendirian selama 2 tahun!"ucap tasha sambil memukul-mukul dada Mic lalu secara perlahan kini tasha jatuh juga kedalam pelukan tubuh mic sambil menetes kan air mata dan merengek seperti anak kecil.


"hem! hem! hem!, masih lama kah kalian ingin bermesraan tuan dan nona?"ucap tuan Dou yang membuat Tasha pun dengan sangat cepat melepaskan pelukannya dari tubuh mic.

__ADS_1


"tidak! tidak !" ucap tasha yang kini menatap pelan ke arah belakang kini terlihat tuan dou dan juga yang lain mendatangi mereka.


kini dalam malam semua orang pun kembali keatas tepat didepan mulut gua,api kecil menyertai kehangatan mereka dan menyinari perbincangan mereka selanjutnya,


dalam tarian kecil api kehangatan, Mic pun akhirnya menjelaskan dan menceritakan semuanya.


bahwa yang disampingnya,bahkan di hadapan mereka adalah 1 orang namun kini 1 orang yang berpakaian layaknya raja ialah cloning dirinya, ia membagi tubuhnya untuk melihat siap yang akan memberontak kepadanya,


dan tak hanya untuk perencanaan mic saja nemun juga sebagai alasan untuk meletakan kekuatan yang dimiliki oleh sang raja yang sesungguhnya karna didalam tubuh Mic sudah bernaung sosok iblis kegelapan yang jaih lebih hebat dibandingkan sangraja tak lain tak bukan Bleck Dragon yang tak lain adalah teman sang raja di masa lampau.


Dan untuk berjaga-jaga Mic sudah menaruh beberapa ingatanya di tubuh cloningnya.


"lalu apa yang akan anda perbuat tuan!," ucap kakek wang


sambil berbisik pelan "tua wang bukan kah bocah ini yang diramalkan tapi kenapa dia malah membuat keputusan sendiri ,sedangkan dulu kita adalah pengawalnya dan juga penasehatnya?"


walau hanya bisikan kecil namun Mic mendengar itu, "maafkan aku semuanya!, namun ada sesuatu urusannyangbharus ak selesaikan terlebih dahulu,!"


tak luput ikut andil bagian dalam berbicara nona Syung pun berbicara : " jadi dia yang mirip dengan mu tuan ,yang akan menjadi pemimpin di benua shang ini?"

__ADS_1


"iya benar! namun hanya untuk beberapa waktu! dan selebihnya, setelah aku kembali aku yang akan meneruskannya!"


namun ditengah perbincangan mereka dan belum sempat Mic menceritakan semuanya,


sebuah kabut hitam tipis datang mengikuti gerak angin tanpa sepengetahuan semua orang,.


"aku merasakan ngantuk yang sangat ,nenek" ucap Nona Shu


"aku juga kakak serasa Ahhh!...." ucak nona Kymici


"ini membuatku terasa ingin AHHHH!..."


ucap nona Syung terputus kini iya pun terjatuh ketanah,di ikuti pengikut-pengikutnya.


kini terlihat semuanya tertidur namun yang mengejutkannya hanya kakek wang dan nenek Sean, yang tidak tertidur.


dan secara tiba-tiba dari bawah tebing deruan angin mengguncang gelapnya malam hingga perapian pun diterpa hingga mati oleh deruan angin.


namun masih terasa,Tasha dan juga mic dan tuan Dou, sudah mengerti apa yang akan terjadi dan sebelum itu mereka sudah merencanankan sesuatu dengan berpura-pura tertidur.

__ADS_1


namun sesuatu..


******


__ADS_2