
"kakek Wang!,kakek Wang, apa kamu didalam sana?,saya membawakan tanduk rusa,?" suara lentik wanita muda di luar gua.
"wanita centil ini kalau tidak berteriak apa tidak bisa!? ,yaa! Sinsian kakek didalam masuklah?"cucap kakek sambil berteriak.
'sesaat wanita dengan paras cantik dan imut ,pakaian yang sangat anggun berlari kecil memasuki gua'
"kakek?!, saya membawakan anda tanduk rusa hari ini apa ini benar yang kakek ingin kan?" tanya Sinsian
"yah itu benar lalu dimanakah tubuhnya?" ucap kakek
"tubuhnya saya berikan dong karna dia lapar" ucap Sinsian
"apa! kamu kasihkan daging rusa itu ke dong?,dasar gadis bodoh kakek ,apakah kamu tidak mu?"triak geram kakek Wang
"iya saya kasihkan dong karna dia kelihatan lapar tadi!, memangnya ada apa kakek?" ucap Sinsian sambil menggaruk kepala
"gadis bodoh cucu kakek ,hari ini kita tidak akan makan karna kebodohan mu itu?!"ucap kakek sambil menunduk lemas
"hah! gak makan lagi!,"pekik Sinsian
"gadis bodoh!"ucap pelan kakek Wang
'terlihat gadis yang bernama Sinsian ini bertubuh seperti anak-anak berusia 10 tahun,ia cucu dari kakek Wang ,keseharian Sinsian selalu membantu kakek Wang mencarikan resep obat di gunung, terlihat Sinsian sedikit bodoh namun kakek wang sangat menyayanginya '
"kakek! aku sudah melarang kakek jangan pergi! dulu kakek itu sedang sakitkan kenapa selalu saja croboh! ,aku lihat pagi tadi kakek pergi dengan terburu-buru dan kembali dengan sangat cepat,kakek pergi kemana?!,"pekik Sinsian raut muka masam
"ho ho ho! maaf kan aku cucu, aku tadi harus segera pergi karena jika sedikit terlambat pasti penyihir kerajaan akan menangkapnya!"jelas kakek Wang
"maksut kakek,! Guoyung sialan itu?" ucap Sian
"guoyung,benar jika terlambat kakek membawa mereka( sambil menunjuk tong dan kolam emas) pasti mereka akan dibunuh dan sejarah baru tidak akan pernah ada,dan hanya akan menimbulkan semakin gelap saja " ucap kakek
__ADS_1
'sambil berjalan mendekati tong dan kolam emas Sinsian bertanya kepada kakek wang,"siapa mereka kakek?aku hanya merasakan aura mereka sangat tinggi bahakan melebihi aura kakek ,bahkan aura mereka sangat tinggi sekali baru kali ini aku merasakan aura yang sangat mengerikan ini" jelas Sinsian sambil tesentak tidak percaya hingga membuat alis Sinsian berkerut tajam.
"merekalah yang akan menjadi tuan baru mu cucuku, kau harus berada disamping mereka sampai mereka mencapai titik dimana sejarah di wilayah shang bahkan di dunia terguncang oleh kehadiranya" jelas kakek wang dengan bangga.
"hah! apakah mereka?" ucap Sinsian
"benar Mereka yang diramalkan,namun saat ini mereka belum menyadarinya, atau mungkin sudah menyadarinya karna aku melihat buku ini keluar dari kantong yang dibawa nona itu" ucap kakek sambil menunjukan buku.
"begitukah, jadi harus berapa lama lagi kakek? hingga kakek kembali seperti semula lagi!?," ucap Sinsian
"yah! untuk saat ini kakek tidak bisa menghitungkan berapa waktunya ,namun untuk saat ini kakek hanya bisa merawat tubuhnya saja agar pintu didalam tubuh mereka terbuka penuh,dan untuk selanjutnya biarkan Buku ini yang menuntun mereka " ucap kakek sambil mengarahkan telapak tangan kedepan
'terlihat kakek menjulirkan tangan kedepan terlihat cahaya putih menggumpal di atas telapak tangan si kakek dan munculah sebuah buku usang berwarna coklat berhias lukisan mahkota dan pedang berwarna Emas memancar di telapak tangan kakek Wang'
"baiklah kakek jika begitu Sinsian akan mencarikan makana. untuk kita semua dan pasti jika proses yang kakek lalukan ini selesai pasti mereka sangat lapar" ucap Sinsian
"yah! pergilah carilah makan ,dan juga carilah tanaman putri gingseng raja digunung sunghing"
"baik kakek segera"ucap Sinsian dan seketika cahaya putih melesat pergi keluat gua.
di depan pohon besar diklilingi sebuah tali besar yang mengelilingi pohon
" sayang aku berangkat dulu ya jaga diri mu?" ucap sjung
"baiklah sayang kamu juga harus berhati-hati jagalah Mic dengan kepercayaan yang telah di janjikan raja kepadamu, mungkin Mic memang disini sebagai anak kita ,namun di tempatnya dialah rajamu bahkan raja kita" Ucap Sevania dengan menghela nafas
"benar sayang jadi jangan kamu bersedih,kita harus menepati janji kita"
"ya sayang,baiklah berangkatlah segera"
"bailah"ucap Sjung
__ADS_1
'dalam sekecap Sjung pun menghilang di depan Sevania'
***
'saat kakek wang ingin duduk dan memantau proses perendaman,terlihat sebuah cahaya ke emasan kebiruan diselimuti cahaya merah di sekliling kolam dan tiba-tiba bunga biru besar kembali muncul ke atas permukaan air ,dengan kemunculan bunga biru yang tiba-tiba membuat kakek wang Tercengang.'
"bagaimana ini bisa terjadi!?,gaimana ini,seharusnya proses untuk tuan putri sangat lama,ini pun belum mencapai tengah hari,tidak!, tidak!, mungkin hanya sebentar!?" gerutu kakek Wang
'dengan grutuannya kakek wang pun berjalan ke kolam emas, sesampainya di tepi kolam kakek wang nenjentikan jari dan klopak bunga biru pun terbuka perlahan-lahan dan hingga membuat kakek wang tercengan ,saat klopak terakhir terbuka kakek wang dibuat tercengang ,wanita di dalam klopak biru menghilang dengan situasi saat ini kakek wang tercengang dan membuat dahi berkerutnya berkringat deras dan membuat raut muka kakek Wang cemas dengan peristiwa saat ini'
"bagai mana ini bisa terjadi! wanita itu hilang bagaimana ini mungkin!,hilang kemana dia?," gerutu kakek wang sambil berjalan lesu menuju bangku ,dan saat sampai di meja ,kakek wang dibuat tercengang kembali
"hah! lagi! dimana barang-barang wanita itu kenapa tidak ada juga!,apa yang sebenarnya terjadi sialan!" triak kakek Wang hingga membuat guanya terguncang hebat
'saat kakek wang merasakan kesal di hatinya dengan pergantian pristiwa saat ini ,tiba-tiba sosok perempuan tua dengan tongkat emas di hiasi batu hitam menempel pada tongkat itu berjalan menghampiri kakek wang'
"hahaha apakah kamu kebingungan Wang dengan peristiwa itu" ejek nenet tua
"liyu! kenapa? kapan anda datang kemari?,apa jangan- jangan andalah yang anda perbuat dengan manita itu ?"
"Wang tua bodoh!,tidak tahukah kamu jika wanita itu adalah cucuku!,hahaha biarkan aku yang mengurus tubuh cucuku di tempatku, hahaha biarkan dia berlatih juga di tempatku,dan sebagai gantinya aku memberikanmu sebuah bunga dewi ini untuk kesembuhan mu ,karna kamu telah menjaga cucuku ini" ucap nenek Liyu
"jadi dia cucumu,hahah sungguh kasihannya diriku tidak mengenali cucu sahabat ku, ho ho ho! baiklah jika begitu bawalah cucumu itu pergi namu kembalilah kesini jika cucumu sudah merasa siap karna aku melihat kecocokan kepada pria didalam tong itu,dan jika sampai pria itu tau wanita yang kau bawa itu tidak ada disamping nya mungkin akan menjadi mala petaka bagi pria itu " ucap kakek wang sambil menunjuk tong di samping kiri nya.
"hahah aku sudah mengetahui itu Tua Wang dia sahabat cucu ku dan dia ditakdirkan bersama cucuku ini, karna itulah biarkan perguruan ku menjaganya agar menjadi pantas di sampingnya ,dan aku melihat jika aura cucuku ini sangat lemah dengan aura pria di dalam tong itu" ucap nenek Liyu
"ho ho ho! ternyata kamu menyadarinya juga? yah begitulah aura yang dia miliki sangat membuat diriku tertarik ,karna aura yang dia miliki sangat besar bahakan melampaui Aura Raja! ya aku menyadari aura yang dimiliki pria ini saat kedatangannya ke dunia ini" jelas kakek Wang
' namun sesaat kakek wang dan nenek Liyu masih membahas itu ,gua kakek Wang pun terguncang sangat hebat hingga membuat barang-barang kakek wang berhamburan terjatuh ketanah ,dan guncangan itu membuat kakek wang dan nenek Liyu terhuyung kekanan dan kekiri akhirnya mereka terjatuh juga ke tanah '
"ada apa ini apakah ini!?" ucap nenek Wang dengan susah payahnya berdiri kembali
__ADS_1
"ini aura sangat hebat sekali hampir mirip dengan pria di tong itu" jelas kakek wang dengan kekuatannnya berusaha tenang
'setelah guncangan terhenti,cahaya kemasan sangat terang berada dia atas tong rendaman tubuh Mic,dan seketika cahaya emas itu berubah.