"SANG PENGUASA"

"SANG PENGUASA"
SINSIAN


__ADS_3

Menjelang munculnya sang raja cahaya,didepan sebuah mulut gua perapian kecil masih menari-nari disertai asap yang berlomba-lomba terbang kesana kemari yang terbawa hebusan angin pagi.


tiga orang dengan terkatup menahan mulut agar tidak menguap.perlagan dengan seksama mendengarkan dua orang yang sedang beradu dalam pembicaraan yang sangat manis, memecah keheningan dipagi hari.


perlahan mata pemuda yang terbaring di tanah,kepala yang beralaskan sepotong batang kayu kini membuka mata.


namun dalam hati merasakan keganjilan yang membuat 2 dua orang lainnya ikut merasakan apa yang ia dengar dipagi hari ini.


Dalam isi pembicaraan dua orang yang sedang beradu mulut namun manis dari setiap kata yang dikeluarkan.


"tidak! aku tidak meninggalkanmu disaat kejadian 3 tahun yang lalu,"


"tapi kenapa kamu pergi dari pandngan aku? Wang!"


"bukan maksut aku seperti itu Sean!, hanya saja aku harus menjaga sesuatu?"


"Sesuatu! sesuatu! apa!?"


"aku..aku menjaga perasaan mu jika aku!..tidak bisa menjaga dia! maafkan aku Sean"


"Aku tidak percaya kata-katamu!, Sekarang bicaralah diamana dia sekarang aku sangat merinduakan Anakku! Wang! cepat bicara dimana dia!?"

__ADS_1


"aku..aku..berbicara benar Sean"


"BOHONG!!!... Cepat bicara dimana Anak aku Wang!"


"baiklah..baiklah aku akan memberitaumu!.?"


"Cepat katakan!"


namun sebelum pembicaraan mereka berdua selesai pemuda yang dari tadi mendengarkan dalm baringan tidurnya kini berdiri dan membuat Dua orng tua itu pun tersentak.


" ehem!..ehem!. kurasa pagi ini sangan menyegarkan aduh ak terlambat bangun." ucap Mic smbil meregangkan semua otot didalam tubuhnya.


" Tuan Mic!." ucap kakek Wang dengan tatapan terbelalak.


" tidak.. tidak seharusnya aku yang meminta maaf kepada kalian, maaf jika aku menguping pembicraan kalian." ucap mic sambil membungkukan badannya.


" "kurasa! aku juga haru meminta maaf"


"iya betul sekali, kurasa aku juga harus meminta maaf'" "


ucap bergantian dari tuan Dou dan juga Tasha. yang kini membuat kakek wang dan juga Nenek Sean terbelalak.

__ADS_1


" jadi..kalian sedari tadi sudah" ucap kakek wang terputus disambung langsung dengan perkataan Mic.


''Benar kakek kami bertiga sudah mengetahui, karna aku mengingat asap ini adalah semacam obat tidur ,seperti waktu itu ''


''iya betul kakek, aku juga sudah mengetahui asap ini dari Mic jika asap ini milik kakek."


" Kakek tua tidak apa-apa kan kami mengetahui siapa anak kakek tua dan juga nenek Tua,heheh "ucap tuan Dou


" Benar kek!..cepat ak juga ingin tau loh " ucap Tasha.


dalam desakan Tiga anak muda di depannya, secara mau tidak mau Kakek wang pun menghiyakan dan ingin memberi tahu tentng kebenarn dari anaknya.


" baiklah jika seperti ini, baik-baik. ini sudah begitu lama hampir 18 tahun dan sekarng sidah 20 tahun lamanya, terakhir aku bertemu istriku Sean ini 3.tahun yang lalu, maaf kan aku istriku ,"


" aku sudah memaafkan mu sedari lama dan hari ini aku ingin mendengar mu tentang kebenarnnya! cepat katakanlah ?"


" baiklah sekarang lihat lah dia" ucap kakek Wang smbil menunjuk seseorang yang sedang tertidur pulas di atas bebatuan yang tertata tapi


" Sinsian..." ucap Tasha sambil menutup mulut nya karna tidak percaya apa yang baru saja ia dengar.


" apakah itu benar Wang?. apa kau tidak membohongi aku? "

__ADS_1


"benar dia anak kita! aku merawatnya sendiri didlam sana hampir 20 tahun ini"


" jadi benar apa yang aku pikirkan saat pertempurn waktu itu?" ucap tuan Dou


__ADS_2