
"Tik!.... tik!... tik..."
suara air menetes mengenai bebatuan yang membuat suasana yang awalnya tegang akan situasi yang baru saja terjadi seolah-olah masih mencekam.
Dua orang sedang berbincang tak jauh dari air terjun. seperti pembicaraan mereka berdua sangat lah berarti hingga berlarut-larut suasana berubah menjadi gelap ,.
secerca cahaya dibalik bebatuan besar di hadapkan dengan dataran yang sangat indah, silau cahaya bulan menyinari hilir sungai,.
cahaya kecil menyala tak jauh dari tepi sungai, cahaya yang menghangat kan dan menari-nari dengan tiupan angin yang menyejukan di bawah sinar rembulan..
Dua orang berbincang saling sapa, dalam situasi menjelang tingginya Bulan ,.
"bagai mana kondisi kamu nona? apakah kau baik" saja ,?" ucap seorang pria sambil membolak balikan sesuatu di tangan.
"ah! aku baik-baik saja tuan, anda sendiri bagaimana?."ucap seorang wanita yang terduduk santai sambil memandangi cahaya yang menari-nari,
"shukurlah kalau anda baik-baik saja, oh! ya saya belom tau siapa nama nona!, bolehkah saya tau siapa nama anda?" ucap seorang pria yang kini sambil mejulurkan seauatu kepada sang perempuan di depan nya, " ini ambilah kelihatanya sudah siap!"
cahaya kecila yang menghangat kan di dinginnya malam perapian kecil yang diatas nya terguling-guliang daging dan juga ikan ,.
"sinsian!"
__ADS_1
"Sinsian? , itukah nama mu?" ucap seorang pria ,dengan berlalu mendongkan kearah Sinsian ,yang sebelumnya mata berfokus pada daging dan ikannyang di panggang.
"iya, sinsian ,oh ini lezat sekali ,tak sia-sia ak memburunya,"ucap siansian dengan raut muka bahagia .
"apakah kau masih mau lagi ini, ambilah?" ucap seorang pria sambil memberikan makana ke Sinsian.
"Baiklah trimakasih, emm! nama tuan?"
ucap sinsian sambil terus mulutnya terisi penuh dengan daging burung.
"nama ku Angjo," ucap Angjo
yang kini dirinya mulai mekana daging ikan dengan santainya.
"bagaimana kau tau aku ingin kesana,?" ucap Angjo dengan penasaran hingga berhenti mengunyah daging ikan bakarannya.
"ohh! itu ak tau dari kalung yang tuan kenakann itu bukan kah berlogo pedang hitam,jika tak salah itu milik logo kerjaaan Shang." ucap Sinsian sambil menunjuk kearah kalung yang tergantung dileher Angjo.
"hahaha, ternyata nona Sinsian ini, sangat tajam penglihatan nya ,ya saya orang kerajaan" dalam benak dan fikiran Angjo.
'kurasa nona Sinsian ini sangat lah kuat dari segi tampilann luar ak hampir terkecoh, namun dari segi kekuatan mungkinnak akan kalah jika tak salah seharusnya nona sinsian ini berada di tingkat 3 petir memarikan, satu tingkat lagi pasti bisa membunuhku, sunggu tak kusangka ada wanita dengan tingkat seperti ini, untuk tingkat seseorang ber kekuatan petir setahu dan sepernah aku dengar tingkat petir yang tertinggi berada di tingkat 6 petir biru itupun yang sudah sampai di titik itu hanya bertahan lama ..haha '
__ADS_1
"Tuan Angjoo,?! Tuan Angjo kenapa tuan melamun " ucap sinsian hingga membuat Angjo salah tingkah.
"a..a..tidak apa-apa nona sinsian, oh ya nona sinsian ak dengar tadi jika nona sinsian pengelana , sebenarnya nona dari mana dan mau bertujuan kemana, maaf jika boleh saya tau?!" ucap Angjo sediki mencari informasi.
"ohh itu ,emm saya dari desa kecil di balik bukit ini ,saya mau pergi ke gunung disana itu"
,sambil menunjuk sebuah gunung yang terlihat mata dari jarak seperti ini sangat kecil gunung itu tertutup awan hingga sampai dipertengahan gunung awan menutupi,.
Dalam pandangan Angjo,"bikannkah itu area lembah kematian, kudengar rumor yang beredar tak seorang pun bisai naik ke gunung itu jika orang itu tidak berada di peringkat 8 ,lalu apa yang mau di buat disana oleh nona Sinsian ini disana"
" maaf nona bikan kah di tempat itu sangat lah berbahaya ,banyak sekali moster di tingkat 10, bukan kah nona akan cwlaka jika kesana!?" ucap Angjo sedikit kawatir namun terus mencari informasi yang bisa dia gunakan .
" Tidak!...tidak!.. umm ya disan banyak sekali moster tapi saya ingin kesana ,untuk kekutannku aku blum tauh hhehe,,." ucap sinsian dengan raut muka senyum terpaksa.
"ah! bailah kalau begitu , tak twrasa obrolan kita sampai hampir menjelang pagi ,bailah nona ,aku akan bersiap karna aku harus sampai di kerjaan sesegera mungkinn, jika bertemu kembali haha aku traktir kamu dengan daging ikannyang banyak jika kamu mau?" ucap Angjoo.
"ah bailah tuan Ang! sampai keremu kmbali" ucap Sinsian sambil melambai ..
Angjoo pun dengan bergegas segera mempercepat langkahnya karna ini hari terakir yang di tentukan..
"hahaha!....hahaha!....hahaha! ,Angjo! angjo! ternyata kmu ini hanya bagian kecil pembawa kabar, jika pangkat mu lebih ringgi mungkin aku akan bunuhmu.... et! tapi jika kakek tau ak membunuh orang kerajaan? umm pasti dihukum lagi huu! ,ah bailah aknjuga akan segera pergi, sebentar lagi waktunya akan Tiba juga kata kakek kemarin, katanya. ( tepat sinar bulan di atas kpala kekutan besar akan terlahir kembali) hahah ak menirukan suara kakek bagus juga,. " Bicara pada diri sinsian,...
__ADS_1
terlihat dengan sangat cepat gerakan Sinsian, menerjang sungai dengan langkah nya yang cepat , hinga kinintelah sampai di sebrang sungai ,.
"Aku harus Bergegas!" Sinsian bicara sendiri ,menunjukan bahwa ia sangat bersemangat.