
semakin terik dalam penglihatan.semakin terasa hangat
dalam tatapan mata tasha dan juga tuan dou terlintas pandangan yang sedikin mencurigai dengan tatapan yang tajam tun dou pun mulai berbicara dengan sebuah pertanyaan yang mengejutkan Mic " kulihat dari pagi tadi! sebenarnya kamu ini siapa?! ak memperhatikan kamu seolah-olah kamu ini bukan Mic.!?"
dalam pandangan tasha setelah mendengar apa yang di ucapkan paman dou tasha pun mulai merasakan keraguan " mic? apa yang terjadi?"
hanya pandangan yang sederhana yang kini dilakukan mic.namun kini mic tau jika sekarang ini tubuhnya sudah diambil alih raja naga hitam.
"ha..ha..ha..ha .ternyata kalian mengetahui ya? sungguh kalian pantas harus mengetahuinya juga?!"
kini dalam pandangan tuan Dou " karna! aku tau siapa Mic!, karna Tasha lah yang mberitahuku"
Tasha yang mendengar hanya bisa terdiam sejenak, raut muka Tasha seperti mengisaratkan keraguan dalam sorotan mata.
" ya aku mengambil alih tubuh rajaku karna aku tau bahwa mic masih belum mempunyai skill yang kuat dalam beladiri, jadi untuk sementara waktu aku lah yang mengendalikannya sampai waktunya tiba!"
__ADS_1
sebuah mata yang berbinar mengetahui perubahan yang bertubi-tubi tasha pun " terus saja, lakukan terus saja Mic! kau tau jika aku mengkawatirkan mu?! apa yang kau lakukan akhir-akhir ini membut ku merasakan ketakutan! .sadarkah kamu mic?! aku... aku..menghawatirkan mu bodoh!"
dalam sekecap mata yang berbinar kini brurai air mata yang jatuh ke pipi Tasha wajah merah kini terhiasi air mata..
nemun kini Mic yang sedari tadi dik mendengarkan kini ia mulai meminta kepda raja naga hitam untuk beralih sebentar.
dalam pergantian sekejap kini mic secara pelan mengarah kan langkah kaki nya ke Tasha .
dalam sekejap Mic pun memeluk Tasha dengan lembutnya " aku baik-baik saja? dan aku tau kamu menghawatirkan aku, tapi aku berjanji, aku akan berada di samping mu.?., sudah ya jangan menangis aku pasti membawa mu kembali ke dunia kita setelah kekacauan ini selesai?"
mendengar itu mic pun terdim sejenak
"aku berjanji,..pasti kita akan segera kembali."
" baiklah, aku akan menemanimu sampai ini selesai?" ucap tasha sambil menatap lemah dan penuh harapan.
__ADS_1
melihat tatapan tasha yang mengisarat kah sebuah harapan kini mic ".trikakasih aku berjanji juga akan melindungimu apa pun yang terjadi " sabil berucap mic pun mengusap air mata tasha dengan lembut dan penuh kasih.
" baiklah mari kita slesaikan ini! , tuan Dou aku meminta bantuan mu dengan situasi ini kuharap tuan dau mengerti"
" baiklah aku mengerti "
raja naga hitam yang sedari tadi terdiam dalam tubuh mic kini, sudah kembali mengambil alih tubuh mic pun " baiklah jadi kurasa kalian sudah mengetahui nya dari tuan Rajaku? dan sekarang ini ak sedang mencari pintu masuk jalan pintas dan seharusnya disini ada pintu yang terbuat dari batu tapi ak belum menemukan nya? apakah kalian bisa membantu?"
" aku akan membantu mu tuan pelindung Mic?" ucap tasha dengn tegas nmun bersuara lembut.
" baiklah "
" kurasa aku tadi akunmenemukan sesuatu yang aneh dengan batu di sebelah sana? apa itu yang kamu cari tuan naga? "ucap tuan Dou secara tiba-tiba sambil menunjukan arah ..
" ah tuan dou ini! belum juga aku bergerak selangkah tapi kamu sudah menemukan! " ucap tasha yang kini sudah terlihat sudah mulai kembali bersemangat.
__ADS_1