
suasana siang hari yang begitu cerah ditambahkan lagi di dalam gua semua orang sedang merasakan kehangatan yang sangat melimpah bahkan tetesan air mata haru punnterpancar di setiap raut muka semua orang.
kakek wang, yang kini duduk dengan santai nya sambil menyesap teh mandang kedua wanita yang ia cintai kini telah kembali di hadapanya.
tak berbeda jauh dengan nenek Sean yang sedang penuh kebahagiaan memeluk bahkan menglus-elus dengan lembutnya pundak sinsian.
hingga membuat Kymici dan juga shu merasakan kecemburuan.
namun semua orang yang sedang merasakan kebahagiaan ini.
disisi sebelah meja di dalam gua, Nona syung dan cloning Mic hanya terdiam menyaksikan peristiwa yang hangat.
dalam kebahagiaan Syung dengan raut wajah memerah terus menerus memandangi sosok cloning mic.
dalam diam kini bibir kecil dan juga imut mulai bergerak pelan
" mungkin kah ini yang dinamakan takdir cinta itu, hingga jantung ku berdetak hebat saat ini... kurasa aku akam sesak nafas ."
gumam pelan nona Syung sambil terus menatap cloning mic.
namun tanpa disadari cloning mic kini memandangi nona Syung dengan tatapan acuh tak acuh.
memikirkan dengan tajam " jika saja dia yang asli mungkin dia akan sama seperti apa yang sedang kurasakan saat ini, uhh calon rajaku sungguh menawan"
" sudah buang saja pemikiran anda nona ?!" ucap cloning Mic tajam , hingga membuat nona Syung tersetak hingga membuat nona syung malu.
" tidak! apa sih aku tidak memikirkan apa-apa hanya saja aku bertanya-tanya kapan kita kembali ke kerajaan .karna tugasku akan selesai sore ini.?"
ucap nona Syung secara pelan namun seperti waspada.
" terserah anda saja" ucap angkuh cloning mic.
diam dalam raut muka kebahagiaan kini kakek wang secara perlahan bergerak melangkah ke arah Syung dan juga Cloning Mic.
" putri syung?, lebih baik menunggu sebentar lagi jangan terburu buru ho ho ho!, kurasa kamu juga sudah tau jangan mengganggu Cloning mic karna di hanyalah utusan sementara dari mic yang asli, hanya saja kesadaran pada cloning mic ini sepertinya unutuk mode pertempuran, jadi Putri syung jangan terlalu mengganggu nya aku takut jika kekuatan yang berada di dalam cloning mic akan melukai mu .
__ADS_1
bahkan aku secara saksama memperhatikan cloning mic ini sangat lah berbeda bahkan sifat dan gaya berbicaranya sangat mengerikan.berbeda jauh dengan sifat asli mic " ucap kakek wang
sambil mendengarkan penjelasan kakek wang tanpa disadari hingga nona Syung pun menggigit jari.
" mengerikan " ucap nona Syung
sambil melirik kearah cloning mic "jika saja kamu yang asli aku pastikan kamu miliku!"
Sambil berdiri dan secara pelan pandangan menyapu semua orang yang berada didalam gua Kakek wang kini angkat bicara mengenai rencana yang akan segera dijalan kan menurut situasi saat ini di kerajaan Sangking yang sedang mengalami krisis.
" baiklah putri Syung dan juga yang lain, ho ho ho! mari kita akhiri dulu kehangatan ini.ak berencana akan membawa klaian semua untuk kembali ke kerajaan Sangking atas apa yang sudah diminta tuannputri Syung" ucap kakek wang terpotong dengn suara lentik nan manis " ayah bisakah kita lewat jalan pintas jika kita kesana" ucap manis Sinsian.
" tidak nak, itu tidak mungkin karna jalan pintas itu hanya cukup untuk berdua saja"
memasang raut wajah bertanya namun sedikit berulah "lalu?"
"mau bagaimana lagi kita harus berjalan seperti layaknya orang biasa kita akan melewati beberapa desa,"
dengan wajah polos dan juga kekanak-anakan Sinsian berulah kembali seperti anak kecil "asik... kita bisa makan lagi nanti"
" kymici jangan berulah dia juga sodaramu?" ucap shu.
"kymici jangan mulai!!!, biar seperti ini dia juga kakak tertua mu!" ucap nenek sean tegas.
" nenek apa- apaan sih. aku kan manggil nenek bukan ibu!"
" bodoh diam jika kamu tau yang sebenar nya aku pukul kepalamu nanti!" ucap nenek sean seperti menahan perkataan yang penting.
" sudah -sudah lebih baik kita segera berkemas kita berangkat sekarang?"
disisi lain nona Syung "pengawal!.pengawal!."
dengan berjalan sedikit cepat satu pengawal mendatangi Nona Syung " baik tuan putri Syung apa perintah anda?"
dengan santi duduk dengan kaki disilngkan memperlihat kan kecantikan seorang putri " kirim pesan burung beritahu Ayah ku jika tugas yang dia berikan akan segera selesai dan akan segera kembali"
__ADS_1
"baik tuan putri syung laksankan?" dengan berlalu pergi tiba-tiba.
" Tunggu !!..aku belum selesai dasar bodoh!. suruh yang lain berkemas kita kembali siapkan juga kuda ku?!"
"baik tuan putri Syung laksankan" berlalu pergi
namun di sisi cloning mic hanya berdiam sementara semua orang sedang berkemas.
tak selang beberapa saat kemudin kini semua orang sudah berjalan menuruni gunung dengan penuh semangat.
hanya saja yang membuat suasana yang berbeda dari setiap pemikiran semua orang..
cloning Mic hanya terus diam bahkan terus memegangi pedang nya.
melihat keanehan pada cloning Mic nona Shu mendekat kesamping kakek Wang "kakek bukan kah ini sangat aneh kenapa mic yang disini seperti sedang " ucapan terputus
" ho ho ho! benar kakek juga merasakannya, kurasa apa yang dikatakan Mic yang asli benar jika cloning Mic ini di buat untuk bertempur untuk semua ancaman yang ada jadi untuk itulah kenapa mic yang asli membut nya. mungkin untuk berjaga untuk ancaman yang akan datang di waktu yang akan datang"
"kakek kurasa ini terlalu berlebihan? tapi apa boleh buat, kita tidak tau apa yang akan terjadi disana"
" benar nak..mungkin saja mic sudah tau terlebih dahulu."
pembicaran shu dan juga kakek wang dalam perjalanan terus berlanjut hingga kini mereka telah sampai di sebuah jembatan kayu yang sudah tua
namun kini semua orang terdiam mematung layaknya sedang melihat sesuatu yang mengerikan .
"Wang berhati-hati lah ada yang datang dari depan " ucap nenek sean .
" aku mengerti!.. aku juga merasakan kehadiran seseorang ini.."
namun tiba-tiba cloning Mic yang sedari awal merasakan keanehan secara cepat.
bahakan tanpa mengucap sepatah kata apa pun..
aura kejam dalam cloning mic lini diraskn kakek wang dan juga yang lain hingga membuat tubuh semua orang merasakan getaran yang aneh pada diri semua orang yang berada di dekat nya..
__ADS_1
tanpa dugaan tiba-tiba cloning mic menerjang maju kedepan...