
SRAK! SRAK!
BAMM!
Letusan ditanah menimbulkan debu dan juga daun daun kering berterbangan dimana-mana.
Syung dengan sangat tersenatak mengibas-ngibaskan tangan nya menghilangkan debu yang menutupi pandangannya,."Siap disana?!" bertanya nona Syung kepada seseorang yang baru saja tiba.
"BERSIAPLAH KALIAN!!..." triak pendamping nona Syung kepada prajurit yang lain.
"Grak!...Sring!.." ( suara gerakan prajurit menarik pedang dan juga tombak)
dengan tatapan tajam memandang kearah seseorang yang baru saja datang di hadapannya.
"Tunjukan dirimu!.." pekik Nona Syung.
"Srabbb!..." (suara hempasan benda)
seketika dalam pandangan Syung,depu yang sedari tadi menutupi pandangannya seketika tersapu bersih,seperti tertiup angin yang begitu kencang.
dengan raut muka marah sambil menujuk dua orang dihadapannya "Siapa kalian!? kenapa menghadang perjalananku!.." pekik melengking dari nona Syung.
namun sosok di hadapan nona syung terus saja diam dengan raut muka dingin tanpa bergeming.
dalam sekejap dari arah kanan di balik pohon rindang seseorang baru datang dan langsung berbicara.
"huk! huk! huk!, kalian ini kenapa juga harus membuat ulah seperti ini ,kalian lihat itu!, nona itu ketakutan" ucap seseorang wanita paruh baya
"'hum berhiaskan sedikit angun walau pun sudah tua ,pakainnya seditin bagus dari segi penampilan,ia memakai jubah berwarna ungu,dengan tongkat panjang kecil dengan satu tangkai daun di pucuk tongkat nya,"gumam Nona Syung
"maaf kan kami Nona, kami tidak bermaksut mengancam atau sebaginya,"ucap salah satu perempuan.
"jadi apa niat kalian berdiri dihadapanku, menyingkirlah! kupikir hanya 2 orang ,ternyata 3,hahaha"
"sombong sekali!". ucap perempuan muda satu lagi
__ADS_1
"haha! majulah jika mau mencoba,,hahaha kalian nini dari segi penampilan biasa saja, jujur kalian berdua cantik ,pakian kalian yahh! lumayan, untuk senjata kalin bagus juga, humm ada yang kurang dari kalian risan wajah mungkin, hahah" ucap mencela nona Syung.
"kurang ajar!!, Flast! tuju pedang menusuk!!" dalam sekejap, tanpa babibu nona muda pun melesat mengarahkan pedang nya tepat kearah Syung,.
seketika sebelum pedang sampai di tubuh nona Syung
"TING!!..." ( Suara pedang beradu )
"sebelum melawan nona Syung! hadapi aku terlebih dulu!" ucap Salah satu penjaga Syung ,yang kini terlihat sedang menahan serangan nona muda.
"gadis bodoh! mundur lah kau! " ucap wanita paruh baya, yang kini menatap tajam kepada nona Syung.
"Mundur! mundur lah Adik kamu tidak akn sanggup melawannya?" ucap salah satu wanita yang masih berdiri memperhatukan Adik nya menerjang maju.
"Sangat disanyangkan sekali! apa hanya itu yang kamu punya haha!" ucap nona Syung dengan angkuhnya.
"Keparat!..Trima ini"
dalam sekejap Nona muda ini pun terus membabibuta menyerang namun selalu saja terhalangi oleh penjaga,.
pedang pun terus beradu satu sama lain hinga menimbulkan getaran .
TING....
TING....
TING...." (Suara pedang terus menerus beradu)
namun sebelum pertempuran mereka semakin memanas wanita paruh baya pun terlihat mengangkat tongkat dan menghentakan nya ke tanah, seketika suara ledakan yang menjalar seperti suara yang menggema .
" BAMMM!!!..."(Suara ledakan)
dalam sekejap dua orang yang sedang bertarung pun terhempas terpisah kesisi masing-masing.
" Sudah nenek bilang mundur ya mundur kenapa kamu masih terus melawan dasar! gadis bodoh" ucap wanita paruh baya.
__ADS_1
"biarkan saja,siapa suruh mulut wanita sialan itu sombong."
"DIAM!!." Ucap cencang wanita paruh baya.
sambil membetulkan rambut berwarna coklat nya yang kini terlihat nona Syung telah duduk dia atas kudanya sambil terus menyisir rambut,
"jadi biar aku tebak kalian ini satu kluarga?, lalu apa yang kalian mau!? uang kah? jika hiya ini ambilah!" Ucap Syung sambil melemparkan kantung hitam kecil kepada pengawal nya agar si pengawal memberikan nya kepada 3 orang wanita di hadapan nona Syung.
"Keparat!... kami tidak butuh uang mu,gadis Sombong!..dengar! kami menghadang munkarna kamu berjalan kearah sana seperti satu tujuan dengan ku ..apa kamu akan kesana?" triak marah wanita paruh baya sambil menunjuk tebing tinggi di depan mereka.
sambil mendongak kan kepala ke atas,
"kurasa seperti yang kalain lihat disana, diatas sana tujuan ku."
"bailah kelihatanya kita satu tujuan ,bagai mana jika kita bekerja sama melewari jalan didepan sana! karna ak mendengar rumor jika di jalan tebing disana terdapat hewan penjaga yang sangat kuat?? ya jika kamu mau saja jika tidak ak akan pergi lebih dulu!"
nona Syung pun kini menatap tajam wanita paruh baya tersebut dan menatap juga 2 wanita muda dihadapan nya
"kurasa ak tidak membutuhkan bantuan kalian!, pergilah! kali iini aku memaafkan kalian karna aku sedang berdandan untuk seseorang yang ingin aku temui.!"
"SOMBONG!"
"Ya! SOMOBONG Sekali dia"
"sudah sudah biarkan saja lebih baik kita bergegas pergi terlebih dulu sebelum malam datang."
"!benar kata mu kak! disini berbahaya!"
"Yasudah kalau begitu anak-anak mari pergi"
ucap perbincangan 3 wanita di hadapan nona Syung.
seketika dengan cepat mereka bertiga pun melesat pergi dari dahan pohon 1 ke dahan pohon 1 pun mereka lewati dengan cepatnya.
"humm! baiklah kita sudahi perjalan hari ini " ucap nona Syung.
__ADS_1
",hay kalain segera dirikan tenda, dan jangan lupa pasang semua senjata di seriap sisi buat seperri persegi ,nyalakan ujung nya ."ucap salah satu penjaga..
******