"SANG PENGUASA"

"SANG PENGUASA"
Bab 10


__ADS_3

kilatan hitam tepat berhenti di depan kakek wang dan nenek Liyu, sebuah cahaya hitam turun perlahan hingga menyentuh tanah ,dan seketika debu-debu berhambuaran seperti terkena hempasan badai ,seketika dan secara perlahan 1 sosok tepat terlihat di mata kakek wang dan denek liyu berdiri tegak nan seram ,muka yang tertutupi topeng hitam menghiasi situasi saat ini,.


Tasha yang sedari tadi berdiri didepan pintu gua pun merasakan kengerian di seluruh kulit dan juga matanya , sangat jelas aura pembantai menusuk namun seketika kakek wang dengan refleknya ia menggerakan pergelangan tangan kanannya hingga memuncul kan cahaya seperti prisai yang menutup i seluruh area hingga prisai itu menitup i seluruh gunung dan gua di blakang nya tertutup sangat rapatnya ,bahkan dengan jentikan jari di pergelangn kiri kakek wang pun memunculkan senjata seperti tongkat yang uasang kluar tepat di telapak tangan kakek wang.


"hahah sepertinya kamu serius kakek tua.?, lama sekali kita tidak bertemu!, apakah kau takut.?! hahah!" ucap dengan angkuhnya suara sosok hitam.


"Haoyu!, aku harus membuat perhitungan dengan mu! lihatlah cucuku terkulai lemah ditanah,! aku tau jika ini perbuatanmu karna aku menyadari aura yang kamu miliki itu dasar bedebah!" ucap kakek wang bersamaan membuat formasi siap menyerang kapan pun.


"hahahhaha!!, kukira kau sudah pikun tua bangak!?, ternyata lumayan juga masih mampu mengasah insting mu dan ternyata kamu tidak melupakan aku! hahahha" ucap Haoyu dengan santai disertai senyum jahat.


"melupakan mu?, ho ho ho seharusnya aku membunuhmu saat itu,!" ucap kakek wang disertai senyum mengejeknya.


"Wang?, jangan sampai terpancing perkataannya ,aku melihat jika sosok didepan itu sangat kuat?" ucap nenek Liyu yang sedari tadi mengamati Haoyu.


"ho ho ho! aku tidak sebodoh itu Liyu ,yah trimakasih aku tidak akan lengah ,dan sebaik nya kamu mundur saya biar aku yang mengurusnya"


'namun sebelum Nenek Liyu membalas berucap, Haoyu melesat dengan cepat


Bang! Bang! Bang


suara ledakan dan seketika prisai yang dibuat kakek Wang pun hancur dan disertai serangan tangan Haoyu yang menjulur kedepan dengan sangat cepat.


BANG! BANG!.


Suara ledakan terbentur didada kakek Wang ,dan seketika itu kakak wang pun terpental kebelakang hingga punggung kakek wang membentur dinding bebatuan diluar gua, walau pun sudah bersiap ingin menyerang namun kakek wang tidak menyadari serangan Haoyu,.


"KAKEK!" triak Tasha dengan kencangnya disertai raut muka tegang ketakutan .


"WANG!" Teriak nenek Liyu dengan raut muka cemas disertai perlahan mundur kebelakang menjauh dari Haoyu.


BANG! BANG!


Ledakan dibahu nenek Liyu dan seketika itu nenek Liyu pun terpental keblakang hingga hampir terprosok jatuh kedalam jurang.


"Nenek!" teriak Tasha sembari berlalu dengan cepat berlalri ke arah nenek Liyu, raut muka sedih dan juga tegang menghiasi raut muka Tasha detik itu.


"ha ha haha!, matilah kalian aku pikir aku bisa membunuh kalian dengan cepat ?!, ternyata kalian sangat waspada hingga membuat prisai, namun sayang kalian lemah, dan aku pikir aku bisa bersenang- senang dengan kalian" ucap Haoyu dengan angkuhnya.

__ADS_1


dengan susah payah kakek wang berdiri diserti memegang dadanya lalu terhuyung-huyung Melangkah maju sedikit lalu terhenti,terlihat seteguk darah kluar dari mulut kakek wang hingga membuatnya hampir terjatuh namun dengan sisa tenaganya, terlihat tangan kakek Wang meraih tongkatnya lalu menyangga tubuhnya dengan tongkat.


"Arrrrg! sakit sekali!,. sila...n.!" erang kakek Wang


dengan raut muka pucat bahkan tetesan darah terjatuh ketanah dari mulutnya.


"ha ha ha! ,ternyata kau masih bisa bangun lagi tua bangka.!, bagaimana apa mau lagi haha!" ucap angkuh Haoyu.


"!Persetan aku akan membunuhmu!" erang kakek Wang.


***


"Nenek! Nenek! kami kembali?" ucap shu.


saat suhu memanggil neneknya ,kymici melihat bahwa rumahnya seperti tidak ada orang.


"Sepertinya nenek sedang tidak dirumah Shu?" ucap Mici.


"yah kelihatanya seperti itu?,kemana nenek perginya." ucap Shu


didalam gubuk kecil terlihat sosok perempuan paruh baya sedang duduk dibangku dan memandangi mangkuk berisi air.


"NENEK! oh Nenek! dimanakah kamu nenek!"


triak shu.


"dasar gadis sial! apakah tidak tahu kah aku sedang melihat siruasi saat ini? akan kupukul nanti gadis ini, dari semalam aku mencemaskannya ,tapi sekarang datang-datang menghancurkan ketenagan ku melihat situasi! Bodoh"


"?Nenek oh nenek" triak Mici


"ya!aku disini" ucap sosok prempuan paruh baya berdiri di.depan pintu gubuk kecil.


"ah nenek aku mencarimu"


"ya ak memanggil mu juga nek"


ucap bersamaan Shu dan Mici

__ADS_1


"DIAM! gadis bodoh! kalian ini semalam tidak kembali pulang ,sekarang pulang-pulang membuat kekacaun ,sini-sini akan aku bunuh kalian! haha ha!" ucap perempuan paruh baya.


"maapkan aku Nenek Sean ,"


"maapkan aku juga ya nenek."


Ucap bersamaan Shu dan Mici


"Diam! cepat jelaskan kepada nenek kemana kalain pergi? hingga semalam tidak pulang!?" ucap Sean. terlihan bahwa Nenek sean yang di bicarakan Shu dan mici saat bertemu Tasha dan mic ini adalah sosok perempuan paruh baya berusia lima puluh tiga saat ini, sosok nenek yang tegas dan juga baik kepada shu dan Mici.


"baiklah nek, aku akan menceritakannya , namun jangan di luar nek ,lebih baik kita masuk ke dalam rumah dulu karna ini menurut aku sangat penting" jelas Shu.


"Benar Nek ini penting karna Shu mencintai orang asing..Ups! keceplosan deh!"ejek Mici


"kubunuh kau nanti mici jika mengejek lagi" erang Shu


"ahah bercanda Shu, ah ya nek benar apa yang di ucapkan Shu itu benar ini sangat penting!" ucap Mici


" baik baik mari kita masuk terlebih dulu" ucap Nenek sean.


'dimenit kemudian nenek Sean, Shu dan Mici telah duduk di dalam ruangan yang sanagat rapat bahakn cahaya matahari pun tidak bisa menembus ruangan itu, hanya saya ruangan itu diterangi sebuah satu obor yang menempel dipojok dinding.


'Baik cepat bicaralah Shu?," ucap Nenek sean


"Nek kami minta maaf karna tida peulang semalam,karna di ujung perkerjaan mici melihat seauatu sosok laki-laki dan saat kami slesai pekerjaan kami melihat sosok laki-laki itu mendekati kami." ucap shu


terlihat dari apa yang telah dijelaskan shu, Nenek Sean terlihat diklopak matanya air mata membendung disana,


"begitu ya ,sungguh penantianku tida sia-sia hari ini sudah 20 tahun sampai detik ini ,akhirnya dia kembali?, lalu apa yang terjadi saat kalian bangun dan tidak mendapati mereka tidak berada di samping kalian.?" ucap nenek sean


"entahlah nek namun aku merasakan tidur ku malam itu serasa nyenyak sekali?,tapi di sisi lain serasa seperri di ombang ambingkan tubuhku ini" jelas Mici


"Kalain diracun melalui udara, yah! semacam obat tidur namu itu melalui angin yang berhembus ."ucao Sean


"mungkinkah ada orang lain saat malan itu?" ucap shu.


"sepertinya"

__ADS_1


***


"suara?, suara? siapa disana!!?,.terasa kosong disini!? tolong kluarkan aku.,ini Aku dimana?"


__ADS_2