"SANG PENGUASA"

"SANG PENGUASA"
Api pelepas jiwa


__ADS_3

Di lorong yang gelap hanya berterang obor yang tertempel pada dinding.


Seuatu terjadi pada kelompok Mic yang asli, tanpa ada angin dan juga hujan Mic dan juga tasha mendapat serangan secara tiba-tiba dari Tuan Dou.


alangkah mengejutkannya hingga mata Tashapun terbelalak melihat perubahan yang secara drastis oleh Tuan Dou, Namun dalam serangan tuan dou yang awalnya membabi buta kini terhenti.


sebuah pedang mengurung leher tuan Dou dalam sekejap mata dan secara cepat mengunci tuan Dou ..


dalam tatapan dingin pria berzirah besi terlontar sebuah kata hinggi membuat Mic dan juga naga hitam terdiam " aku tidak tau siapa anda?, namun jika sesuatu melukai cucu guruku aku akan membinasakan mu!"


terlihat hanya diam tatapan kosong yang menghiasi raut wajah tuan Dou.


kini dalam diam mic hanya melihat dengan seksama jika yang dilihat dari tuan dou kini seperti sebuah mayat karna hembusan dari mulut tuan dou terasa sangat dingin.


Dalam diri Mic naga hitam yang sedari awal telah mencurigai sesuatu kini mulai menerjang " Tuan mudaku Raja, ada sesuatu yang janggal pada diri teman mu itu?"


tersadar akan ucapan naga hitam "janggal bagaimana?, aku berfikir sendiri jika Tuan dou ini seperti mayat sekarang ini?"


membalas dengan keras " Benar Tuan mudaku raja, sepertinya Seseorang sedang melancarkan sesuatu padamu namun kini berimbas pada teman mu?"


terdiam sejenak dan mulai berfikir cepat " maksutmu tuan Naga?"


membalas dengan sebuah kata mengingatkan dan merasakan


" ada sesuatu yang buruk apakah tuanku raja muda tidak merasakan sesuatu yang aneh?"


raut muka Mic kini berubah drastis dengan tajam menatap serius kepada tuan Dou " aku mengingat sesuatu!, saat berjalan tadi aku merasajak gejolak dalam diriku yang lain?, tapi apa mungkin sesuayu terjadi pada cloningku?!"


"dipastikan itu benar tuanku raja, saat cloning mu mengalami bahaya suhu tubuh mu akan secara cepat akan meningkat!, sempat ak merasakan suhu tubuh anda terasa sangat panas?"


"apa mungkin cloningku sedang mengalami masalah?" ucap mic bertanya-tanya.


"kemungkinan seperti itu tuanku raja karna salah satu kemampuan cloning milikmu adalah kemampuan yang aku miliki juga, namun memiliki perbedaan jika aku membuat cloning dahulu jika cloning ku mengalami masalah aku bisa merasakannya dengan cepat, tapi untuk tuanku raja mungkin saja suhu tubuh yang naik secara drastis bisa digambarkan atau sebagai pertanda itu"


" lalu bagaimana sekarang apa yang harus kita perbuat sedanglan sekarang kita dihadapkan dengan tuan Dou yang tak sadarkan diri?" ucap mic kembali menatap serius kearh tuan dou yang masih terkuci lehernya oleh 2 pedang samaurai yang menyilang dan tertanyap di dinding lorong


Tasha yang mulai cemas melihat perubahan tuan Dou kini hanya diam seolah-olah sedang berfikir keras soal peristiwa yang baru saja terjadi


"Mic aku tidak bisa melihat tuan dau seperti ini?" ucap tasha dengan menatap kerarah wajah mic dengan pasrah


" akupun begitu sayang namun kini apa boleh buat kita harus menunggu apa yang akan di lakukan tuan Samurai ini" ucap mic sambil mengarhkn pandangannya ke sosok samuri berbaju zirah.

__ADS_1


Bergema kemabali dalam diri mic " Tuanku raja, Suruhlah kekasihmu memanah nya dengan jarak yang sangat dekat jika berhasil nengenai jantungnya kemungkinan kesadaran teman anda akan kembali"


"maksut anda membunuhnya?"


ucap mic sepontan merasa tercengang.


" tidak membunuh teman mu melain kan membunuh yang mengendalikannya?, karna aku meraskan kekuatan yang aneh didalam diri temanmu tuan,"ucap Naga hitam menyakinkan.


Dengan terpaksa mic berucap


" Baiklah tuan naga aku akan mencoba membujuk kekasihku, tapi kekuatan apa yang harus kekasih ku lakukan untuk ini?,"


" jika aku tidak salah mengamati ,seharusnya panah pelepas jiwa sudah dimiliki kekasihmu tuan, namun harus kita coba kebenaran itu!"


"baiklah Naga" ucap Mic singkat kini dengan pelan menatap kearah Tasha.


" tasha sayang? ,mungkin kita harus mencoba sesuatu ?" ucap Mic dengan ragu pada tasha.


" mencoba apa Mic? " ucap tasha dingin


Mic sambil menghela nafas panjang " kamu harus memanah tuan Dou secepat mungkin tepat dijantungnya!,"


kini raut wajah tasha berubah serius dengan mulut yang ternganga mendengar ucapan dari Mic "Apa kau gila Mic!! kau menyuruh aku membunuhnya? aku tidak mau!!" ucap tasha keras dan tajam.


"TIDAK!! MIC..." ucap tasha melengking tinggi menolak mentah-mentah


semakin tertunduk kepala mic kebawah serasa seperti anak kecil yang kena marah dari orang tua "aku mohon Tash, karna ini salah satu cara menyelamatkan Tuan Dou"


Dengan cepat raut muka tasha berubah merah padam


" aku bilang Tidak! ya Tidak mic!"


kini didalam diri Mic raja naga yang mendengar perdebatan sepasang pemuda ini merasa jengkel,


tiba tiba tanpa pertanda sesuatu, hebusan angin panas menyapu wajah Tasha dalam seketika Tasha tanpa sadarkan diri mulai mengeluarkan Busur panah.


dalam sekejam tanpa aba-aba tasha yang tak sadarkan diri berbicara layaknya mengucap mantra


"Phonix api pelepas jiwa.."


dalam sekejap dan secara tiba-tiba sebuah sinar berbentuk anak panah berwarna merah terang di selimuti api biru dan tanpa babibu.

__ADS_1


kini terlihat anak panah melesat dengan sangat kencang tepat menekan didada tuan dou


dan secara sepontan suara erangan keluar dadi mulut tuan dou disertai asap hitam pekat keluar dari mulut tuan dou bersamaan suara erangan panjang .


" eahh..ahh..." erangan panjang yang dikeluarkan tuan dou sampai bergema keseluruh lorong gelap, sampai ketika erangan terhenti kini tuan Dou terlihat diam.


Terlihat diam seperti orang mati,


seperti tubuhnya ingin jatuh ketanah namun masih tersangga dua bilah pedang yang menahan pada leher tuan dou


kini sosok samurai berbajuzirah yang melihat kejadian barusan hanya terdiam namun dalam raut wajahnya menggambarkan sesuatu seolah-olah merasa ketenangan namun tetap dingin.


Dan setelah tasha meluncurkan serangan kini hembusan angin panas kembali keluar dari wajah tasha dan sempat dirasakan Mic.


"Tasha kamu melakukannya dengan baik!" ucap Mic merasakan senang namun pandangan mic masih menanat kearah tuan dou .


dalam tatapan bingung melihat Mic tasha pun tidak mengucapkan sesuatu namun secara perlahan tubuh Tasha terhuyung-huyung jatuh ketanah.


tanpa Mic sadari kini tasha tergeletak pingsan di tanah.


mendapati tasha yang tergletak ditanah Mic secara cepat merunduk bahkan sampai terduduk di samping Tasha. sambil tangan Mic meraih kepala tasha dan emindahkan kepala tasha yang tadinya di tanah, kini mic topang ditangan nya


" tasha..? tasha ..? apa yang terjadi padamu? tash..tasha" ucap mic memangil-manggil nama tasha sambil menepuk pelan pada pipi tasha yang lembut..


"tash..tasha..? apa yang terjadi padamu bangun tash?.. tasha Bangun,!! aku..aku tidak mau kehilangan mu?!. aku sudah berjanji akan membawamu kembali kedunia asal kita tash.. tasha...?" mic terus memanggil memangil nama Tasha. hingga kini kringat bercucuran dari dahi mic .


disisi lain di tempat yang belum diketahui ,di sekliling pinggir tempat itu dipenuhi nyala-nyala api yang meloncat-loncat dari bawah,


dan tepat ditengah-tengah tempat itu, terlihat sosok Naga hitam yang sangat besar yang sedang tersegel dengan rantai yang sangat besar.


didekat naga hitam yang tersegel, berdiri sosok kakek tua yang sedang memperhatikan kolam kecil yang menampilkan gambaran situasi Mic


suara menggema keluar dari arah segel naga hitam


" benarkah itu pewarismu kakek Tua.haa haa haa.? pria yang Bodoh sekali. dilihat sekilas saja jika wanita itu hanya pingsan hoohoho!!!."


ucap naga hitam meledek kearah kakek tua.


******


disisi lain di tempat cloning Mic.

__ADS_1


sosok berjubah hitam " sekian lama aku sudah menantikan mu wahai pangeran yahahah.."


to be continue....


__ADS_2