
David memberikan laporan ke Ilham, kalo rumah rumah dan toko toko yang sudah selesai direnovasi dan siap dipakai.
" Kamu tanya ke mereka, apa surat surat pindah mereka sudah selesai diurus? biar kita dengan mudah jemput mereka pakai jet pribadi dan pesawat umum, telefon mereka. yah?" Tanya Ilham, Ilham tidak sabar ingin segera kumpul bareng keluarganya Putri, dan bahas pernikahannya.
" Siap bro, nanti saya telefon mereka kok. yahh sudah saya pulang yah selamat menunggu calon istri kuliah bro." Ledek David dengan terkekeh, David siap siap keluar dari mobilnya Ilham
" Biarin saja, masih mending temani calon istri kuliah dari pada jomblo hobi kebebasan huh." Protes Ilham melihat David masuk kedalam mobilnya
Dilain sisi, Putri melihat Bagas jalan kearahnya, Bagas masih usaha menyatakan cinta nya ke Putri membuat Putri merasa tidak tega menolaknya, tapi Putri sebentar lagi menikah bareng Ilham.
" Maaf yah Gas, tapi saya tidak bisa menerima cinta kamu, kita masih bisa berteman kok walaupun tidak jadian, jadi saya harap jangan nyatakan cinta lagi yah, saya jadi tidak enak hati sama kamu." Ucap Putri lirih, Putri sudah terlanjur cinta ke Ilham bahkan siap menjadi istrinya Ilham
" Maafkan saya, sudah memaksa kamu Putri, terimakasih karena masih mau berteman sama saya." Ucap Bagas tegar, Bagas merobek bunga yang dipegangnya
" Kita kan sudah berteman dari sekolah, jadi perasaan saya ke kamu sebatas teman biasa saja." Lanjut Putri berusaha terus terang, dan tidak ingin menyakiti perasaan Bagas sama sekali.
" kita cariin ada disini" Ucap Amanda, Amanda tiba tiba masuk kedalam perpustakaan.
" Ada apa? maaf saya lagi baca buku?" Tanya Putri berusaha santai
" Sudah di tungguin sama om Ilham, Dela, Vivi, dan Margaretha. ada di kantin tungguin kamu tahu." Protes Amanda, Amanda melirik Bagas
" Kalian ngobrol apa sih, itu apaan Bagas?" Tanya Amanda, Amanda melihat bunga yang sudah disobek oleh Bagas
" Bahas tentang sekolah saja kok, ini bukan apa apa kok, yah sudah saya duluan yah kalo begitu Putri dan Amanda." Ucap Bagas langsung pergi, sebelum Amanda semakin banyak tanya.
" Aneh, yah sudah yuk buruan, sudah lapar nih." Lanjut Amanda melihat putri
" Hayo hayo, saya juga sudah lapar." Lanjut Putri, Putri merapihkan buku buku yang lagi dibaca.
__ADS_1
Dilain sisi, Ilham kasih tahu kalo tempat tinggal buat keluarganya Putri, sudah siap dipakai tinggal tunggu kedatangan ke Jakarta saja.
" Saya mau kenalan sama keluarganya Putri." Ucap Dela penasaran, karena Dela sama sekali belum pernah ketemu keluarga besarnya Putri.
" Sama saya juga, Putri kan merantau kesini, tidak punya siapapun di Jakarta kan, bikin antusias sekali saya juga." Ucap Amanda penasaran
' Apa sepupuh Putri ada yang jomblo, bisa kali daftar." Ucap Vivi modus, menurut Vivi usia Vivi sudah siap punya pacar.
" Entah lah, saya tidak tanya banyak hal sih, pas ketemu mereka, cuman fokus Bagas bapak dan emak saja, tidak bahas jomblo atau tidaknya sepupuh saya, baik dari keluarga emak maupun keluarganya bapak.' Ucap Putri jujur, Putri memang tidak mau kepo sama urusan orang lain apa lagi keluarga sendiri.
" Sabar yah, nanti juga dapat kok Vi, yang penting kalo ada cowok yang mau berteman yah diterima dengan baik saja, tapi ingat batasan kamu saja dan lebih penting bisa jaga diri saja sih." Ucap Ilham bijaksana, Ilham merasa beruntung sampai sekarang Putri bisa jaga diri dengan baik.
" Amin om, temen cowok sih banyak, tapi belum ketemu sama yang tepat om." Lanjut Vivi jadi mellow
" Sabar saja, sekarang kita belum jadi apa apa, saat kita sukses insya Allah jodoh lebih mudah didapat." Ucap Margaretha optimis, karena menurut Margaretha sekarang lebih penting selesai kuliah sambil fokus kerja.
" Sudah jangan pada mellow karena pacar, sekarang habiskan makanan kalian, setelah itu kita kembali ke kelas." Ucap Putri santai, Tidak merasa galau seperti temen temennya
' Biasa saja sih Amanda, sudah buruan dihabiskan makan malam nya." Lanjut Putri nahan ketawa, bagaimana mau sedih calon suaminya saja ada didepan mata.
" Putri, memang cerdas menyembunyikan perasaan bahagianya." Batin Ilham bangga sama Putri, yang mampu menjaga rahasia sejauh ini.
Setelah makan, Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. kembali ke kelas dan melanjutkan kuliahnya, Ilham melihat Putri dan temen temennya. kembali ke kelas, membuat Ilham juga kembali ke parkiran mobil untuk istirahat didalam mobil.
Dilain sisi, Arini melihat mobilnya David masuk kedalam halaman rumahnya Ilham, membuat Arini membuka pintu untuk David.
" Pak Ilham belum pulang, Pak Ilham kan nungguin Putri kuliah." Ucap Arini, Arini berdiri diambang pintu
" Saya kesini, bukan mencari Ilham kok, tapi mau ajak kamu jalan jalan malam, kuliner bareng bagaimana?" Tanya David, David berusaha untuk berusaha menghargai perempuan, tidak selalu ngajak gulet terus menerus.
__ADS_1
" Oh ngajak makan, boleh juga kebetulan saya belum masak juga sih. yah sudah silahkan masuk. saya siap siap dulu yah." Lanjut Arini, Arini mempersilahkan David masuk kedalam rumah.
Arini masuk kedalam rumah dan jalan ke kamarnya, Arini bahagia sekali karena David ngajak kuliner bareng. Arini yang sudah kenal lama David, tidak pernah merasa takut diajak jalan bareng.
Dilain sisi, Putri, Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. jalan ke mobilnya Ilham, membuat Ilham keluar dari mobil.
" Sudah siap pulang?" Tanya Ilham, Ilham merasa kasihan melihat wajah lelahnya Putri dan temen temennya
" Sudah om, ngantuk parah." Ucap Amanda, Amanda masuk duluan kedalam mobil
" Untungnya jarak kampus ke rumah, lumayan jauh dan macet, lumayan bisa tidur didalam mobil." Ucap Dela, Dela selalu bawa bantal tidurnya untuk didalam mobil.
" Kamu sepertinya masih seger?" Tanya Ilham heran melihat Putri
" Tadi habis minum kopi, lumayan bikin mata melek, temani Daddy selama bawa mobil." Ucap Putri, Putri belum berani panggil Ilham sebutan Sayang atau mas didepan temen temennya.
" Calon istri yang baik" Batin Ilham bahagia, karena Putri memikirkan dirinya
Ilham masuk kedalam mobil, dan perlahan mengendarai mobil meninggalkan kampus menuju rumahnya
**********************$$$$$$$$************
David, Ilham, dan Putri. menyambut kedatangan keluarga besarnya Putri di bandara Soekarno Hatta, Putri Salim satu persatu om dan tantenya.
" Selamat datang, di Jakarta, terimakasih om dan Tante mau pindah ke Jakarta dan Solo." Ucap Putri bahagia, akhirnya bisa ketemu keluarga besar dari Joko dan Fatma.
" Sama sama sayang, mungkin ini jalan terbaik untuk hidup kami, untuk menerima tawaran calon suami kamu, untuk tinggal disini." Ucap Om nya Putri bersyukur, merantau sudah ada jaminan tempat tinggal lebih baik dan toko untuk jualan.
" Kami yang terimakasih ke kalian, karena kebaikan kalian membuat kehidupan kita jauh lebih baik dari pada dikampung halaman." Ucap tantenya Putri bahagia, karena akhirnya bisa merasakan tinggal di kota.
__ADS_1
" Sama sama, yah sudah kita ke rumah kalian yah, yang tinggal di Solo, untuk beberapa hari ini tinggal dulu di apartemen yah, untuk merasakan tinggal di Jakarta juga. di Apartemen ada fasilitas mobil untuk kalian pakai." Ucap Ilham, Ilham selalu berusaha semaksimal mungkin, menyediakan segala sesuatu untuk keluarga besarnya Putri.