
Bodyguard nya Ilham, menjemput keluarganya Putri yang ada di kota Solo, untuk ikut ziarah kubur ke makam orang tuanya Putri pertama kalinya.
" Apa semuanya sudah siap jalan?" Tanya bodyguard melihat keluarganya Putri
" Sudah pak, kita pakai perjalanan darat atau pakai jet pribadi?" Tanya Om nya Putri
" Pakai jet pribadi saja, supaya cepat sampai, soalnya keluarga yang di Jakarta sudah siap tiianggal jalan saja soalnya." Lanjut Bodyguard nya Ilham, membantu bawain koper keluarnya Putri
" Pantasan saja, yah sudah kita jalan, semuanya juga sudah siap kok tinggal jalan saja." Ucap Tante nya Putri
Bodyguard minta Om, Tante, dan sepupunya Putri. masuk kedalam mobil pribadinya Putri dan jalan ke bandara.
Dilain sisi, Putri bantuin Arini masak untuk makan siang bareng keluarga besarnya, Ilham melihat Puteri rajin masak langsung bahagia melihatnya
__ADS_1
" Istri idaman sekali, sudah cantik, pinter, baik, dan bisa masak lagi. paket komplit sekali kamu Put." Batin Ilham merasa bersyukur bisa menaklukan hatinya Putri
" Sayang, mau apa? masakan belum siap?" Tanya Putri melihat Ilham berdiri didekat kursi
' Mau ambil buah sayang, kamu lanjutin masak saja. biar aku yang ambil sendiri buahnya.' Ucap Ilham, Ilham langsung ambil buah yang ada didalam kulkas.
" Sebentar lagi masakan selesai pak, kita semua makan siang di taman yang Deket makam itu kan?" Tanya Arini memastikan rencana nya Ilham
" Iyah bener, saya sudah minta David untuk menyiapkan tempat kita lesehan makan di sana setelah ziarah kubur, kita bakal makan bareng keluarga besar Putri." Lanjut Ilham, Ilham mendadak punya ide lesehan ditempat umum makan bersama
" Om David juga ikut makan ka, temani ka Arini supaya tidak bosan selama di sana, Om David sudah menyatakan cinta belum?" Tanya Putri godain Arini, membuat Arini tersipu malu
" Apa sih Putri, yah sudah ka Arini kebelakang dulu yah." Lanjut Arini yang malu, langsung meninggalkan dapur supaya tidak ditanya tanya oleh Putri
__ADS_1
" Sayang, blak blak kan sekali, kasihan Arini tersipu malu seperti itu." Protes Ilham karena Putri terlalu to the points.
" Biarin saja mas, kasihan juga kan mereka sudah sering jalan bareng dan makan bareng, masa sekedar temen biasa saja sih. perempuan dikasih perhatian lebih pasti mengharap kan hal yang lebih mas." Lanjut Putri
" Kamu bener juga, mereka sudah dua tahun Deket, kasihan juga kalo tidak diajak serius. nanti deh mas bahas bareng David setelah ziarah kubur nanti.
' Iyah mas, tolong dibahas yah sama om David." Lanjut Putri, Putri merasa kasihan melihat Arini yang statusnya digantung oleh David.
Dilain sisi, Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha. bareng bareng beli kado untuk Putri yang sebentar lagi nikah, sekaligus beli gaun untuk datang ke pernikahannya Putri.
" Mendadak sekali yah Putri nikah nya, tidak bahas sama sekali tiba tiba undangan dibawa saja." Ucap Amanda seneng sekaligus kesel, karena selama ini mereka berteman tapi merahasiakan hari bahagianya.
" Mungkin tidak mudah untuk Putri, secara kan om Ilham statusnya ayah angkat, harus menerima lamarannya Putri, dan tidak ada acara lamaran pada umumnya kan, apa lagi pernikahannya Putri bisa dibilang sangat sederhana tidak pakai acara adat lagi.' Ucap Dela mencoba memahami keinginan Putri
__ADS_1
" Bisa jadi sih Dela, menjaga nama baik om Ilham juga akan, apa lagi Putri kerja di kantor nya om Ilham kan, pasti akan ada ucapan ucapan yang bikin sakit hati. makannya mereka pacaran diam diam selama ini." Ucap Vivi yang mengerti betapa kejamnya nyinyiran orang orang sirik
" Pernikahan dibikin sederhana pun pasti ada saja yang julid, mulut netizen kan lebih pedes guys dari pada mulut ibu tiri kan.' Ucap Margaretha yang tahu bagaimana sakitnya ucapan mulut mulut orang orang sirik, yang orang lain merasa kan bahagianya.