
Putri melihat Ilham sibuk diruang kerjanya, langsung menghampiri Ilham dan minta Ilham mengijinkan dirinya juga bisa memimpin perusahaan seperti temen temennya, Ilham yang tahu perasaan istrinya merasa tidak tega karena selama hamil Putri belum pernah merasakan memimpin perusahaan sama sekali.
" Apa bunda boleh seminggu dua kali memimpin perusahaan sayang? Aku ingin seperti temen temen aku juga sayang?" Tanya Putri berharap diijinkan oleh Ilham untuk merasakan memimpin perusahaan
" Anak kita masih ASI sayang, nanti saja deh yah bunda mimpin perusahaan saat anak kita sudah usia tiga tahun, supaya bunda juga tidak kerepotan memberikan ASI untuk anak kita, tidak kelelahan juga mengurus perusahaan, mengurus aku, dan anak kita. itu juga kalo bunda ingin kita cuman memiliki anak satu saja? karena kalo sudah bekerja fokus bunda akan berkurang?" Tanya Ilham, Ilham sejujurnya tidak tega melarang Putri untuk berkarir, tapi tidak ingin Putri kurang memperhatikan keluarganya karena kesibukannya mengurus perusahaan.
" Yah sudah deh sayang, maaf kalo bunda merasa iri ke temen temen bunda yang sekarang lagi menikmati jabatan barunya. kapan peresmian mereka diadakan sayang?"Tanya Putri tidak berani melawan Ilham dan memaksa Ilham lebih jauh lagi, karena mau bagaimana pun seorang istri harus nurut apapun yang dibilang suami
__ADS_1
"Akhir bulan sayang, semuanya David yang urus, kita tinggal datang saja sayang, tidak ikut mengurusnya sama sekali. maaf kan aku melarang bunda untuk bekerja." Lanjut Ilham langsung peluk Putri yang lagi sedih, karena keinginannya dilarang oleh Ilham untuk berkarir.
Putri berusaha tenang, Putri tidak ingin larut dalam kesedihan karena dilarang bekerja oleh Ilham dan tidak ingin mrmbuat Ilham marah karena Putri tidak bisa dikasih tahu.
Dilain sisi, Amanda setelah sampai langsung ketemu dengan asistennya, David menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan oleh Amanda dan asistennya, David ditugaskan Ilham selama sebulan ini mendampingi Amanda untuk belajar memimpin perusahaan, dan persiapan pengangkatan Amanda sebagai wakil CEO
" Baik pak David, kita akan ngobrol nanti, oh yah bu Putri kapan kesini?" Tanya Amanda tidak sabar melihat Putri menghadiri acara penting dalam hidupnya.
__ADS_1
" Setelah semuanya selesai diurus, selama persiapan kamu sudah diijin kan untuk memimpin perusahaan anggap saja ini treaning menuju hari penting kamu Amanda" Lanjut David melihat Amanda, penampilan Amanda semakin keren fashionnya, bisa menyesuaikan jabatannya saatini.
" Baik pak David saya siap kapan pun untuk mulai bekerja" Lanjut Amanda sudah terbiasa bicara formal saat membahas pekerjaan bersama David maupun Ilham.
" Saya akan membantu Bu Amanda untuk menjalankan perusahaan ini, supaya bisa berjalan dengan lancar" Ucap Nita penuh harapan, Nita sberusaha bekerja secara profesional, merasa bahagia karena mendapatkan atasan perempuan masih muda, walaupun baru lulus kuliah tapi Nnita sudah tahu apa saja prestasi yang sudah dikerjakan oleh Amanda dari masih sekolah sampai lulus kuliah, sangat membanggakan sudah bekerja dari masa SMU
" Terimakasih Nita karena menerima tawaran pak David untuk menjadi asisten saya, kalo diluar kantor panggil saja Amanda yah karena usia saya lebih muda dari Nita." Lanjut Amanada, tidak ingin gila hormat berusaha ingin lebih akrab dengan panggilan nama tapi sopan.
__ADS_1
" Baik Amanda" Lanjut Nita, Nita tidak menyangka kalo Amanda bisa enak diajak bicara dan tidak sombong karena jabatannya sebagai wakil CEO