5 CEO Cantik

5 CEO Cantik
Apa mau menikah


__ADS_3

Hari terus berjalan dengan cepat, tidak terasa rencana pernikahan Putri dan Ilham sebentar lagi, Ilham sudah selesai urus segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hari pernikahannya.


" Alhamdulillah semuanya beres, tinggal sebarin undangan saja." Ucap Ilham merapihkan undangan yang sudah berserakan di atas meja.


" Sayang, kita nikah biasa saja yah, tidak usah pakai adat adat segala." Ucap Putri melihat souvenir yang sudah ada di rumah


" Kenapa sayang? aku tidak keberatan dengan pernikahan memakai adat sayang?" Tanya Ilham penasaran karena biasanya perempuan mengingin kan acara adat saat pernikahan berlangsung.


" Malas saja sayang ribet, aku maunya yang sederhana saja ijab kabul, resepsi pernikahan dan langsung malam pertama sayang, besoknya bulan madu deh." Lanjut Putri yang memang tidak mau terlalu ribet sama pernikahannya.


" Oh karena itu, kamu tidak sabar yah mau merasakan malam pertama? sudah nakal yah sekarang kamu?" Tanya Ilham godain Putri, membuat Putri tersipu malu


" Apa sih mas, biasa saja kok, aku penasaran saja sama hiasan kamar kita setelah menikah sayang. sudah ah aku mau ketemu temen temen mau kasih undangan ini ke mereka.' Lanjut Putri tersipu malu, pertanyaan Ilham membuat Putri malu untuk mengakui, kalo dirinya memang tidak sabar merasakan indahnya malam pertama


Dilain sisi, Vivi ngecek mobilnya, semenjak punya mobil Vivi lebih sering jalan jalan pakai mobil dibanding kan motornya, motor Vivi dipakai ibu nya beraktivitas.

__ADS_1


" Ayah dan bunda, Vivi berangkat main bareng temen temen yah." Ucap Vivi Salim ke ibu nya


" Hati hati dijalan yah nak, jangan pulang malam malam yah." Ucap ayah nya Vivi


Vivi ngangguk dan jalan ke mobilnya, Vivi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumahnya


Dilain sisi, Putri sudah pegang beberapa undangan pernikahannya, dan akan dibagikan ke temen temennya.


" Kamu datang duluan? maaf yah telat soalnya macet?" Tanya Dela merasa tidak enak telat


" Enakan motor saat macet seperti ini, lebih cepat sampai." Ucap Amanda ngeluh, karena kelamaan duduk didalam mobil.


" Makan dulu temen temen, setelah makan baru saya kasih." Lanjut Putri, Putri kasih lihat paper bag yang dibawanya.


" Apaan itu Putri?" Tanya Vivi penasaran

__ADS_1


" Setelah makan saya kasih lihat.' Lanjut Putri sengaja, sengaja membuat temen temennya penasaran.


Putri makan duluan, membuat temen temennya ikut makan menu yang sudah Putri pesan.setelah makan, Putri membagikan undangan pernikahan yang sudah dibawa dari tadi.


" Apa mau menikah? ini serius nikah bareng om Ilham?" Tanya Amanda kaget, saat membaca undangan yang diberikan Putri barusan


" Kok bisa menikah? kapan kalian pacaran? kenapa kita tidak tahu hubungan kalian?' Tanya Dela merasa bingung, karena sikap Putri dan Ilham biasa biasa saja, tidak terlihat seperti orang pacaran.


" Memangnya boleh yah ayah angkat menikah bersama anak angkat sendiri?" Tanya Vivi merasa aneh


" Oke temen temen saya jelaskan, sebelumnya saya minta maaf sudah merahasiakan hubungan saya bersama mas Ilham, yah yang kalian tahu mas Ilham ayah angkat saya. kita baru jadian bulan kemarin dan kita langsung merencakan pernikahan, sebelum merencakan menikah kita ketemu keluarga besar saya dulu, yang kalian tahu saya dan ayah jemput keluarga dari bapak dan ibu untuk tinggal di Jakarta dan di Solo, kita langsung ke Padang untuk minta restu sebelum mereka mau ikut ke Jakarta." Penjelasan Putri panjang kali lebar


" Terus kalian langsung direstui begitu saja? terus bagaimana dengan status om Ilham sekarang?" Tanya Amanda penasaran


" Iyah Alhamdulillah direstui, awalnya sih tidak yah, karena kan statusnya sebagai ayah angkat, karena melihat kita saling mencintai akhirnya mereka memberikan restu juga, dan yang akan menikahi kita berdua Kaka bapak saya, makannya mau ikut pindah ke Jakarta supaya tidak ribet buat acara pernikahan nanti." Lanjut Putri yang tidak malu sama sekali mencintai Ilham, walaupun sebelumnya statusnya sebagai ayah angkat.

__ADS_1


' Cinta memang tidak memandang apapun yah Putri, yah kita setuju saja kalian menikah, toh selama ini om Ilham sikapnya sangat manis ke kamu, dan pantas menjadi suami untuk kamu Putri, terutama om Ilham laki laki yang sukses juga karirnya." Lanjut Margaretha setuju sama hubungannya Putri dan Ilham


" Kita akan datang di acara pernikahan kalian Putri, selamat yah akhirnya bisa dapat pendamping hidup yang sempurna seperti om Ilham, hebat kamu Putri mampu membuat om Ilham mencintai kamu Putri" Lanjut Vivi kagum melihat Putri bisa memilih pendamping hidup yang sempurna seperti Ilham


__ADS_2