5 CEO Cantik

5 CEO Cantik
Sabar dan ikhlas yah


__ADS_3

Lampu ruang operasi sudah dimatikan membuat Margaretha dan suami pasien yang lagi diopearasi langsung berdiri, dan melihat wajah dokter dan suster yang kelelahan sekaligus nunduk menahan rasa sedihnya.


" Ada apa dokter? bagaimana operasi istri saya?" Tanya suami yang sudah menunggu, selama dua jam istrinya di operasi.


" Sabar dan ikhlas yah pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain." Ucap Dokter dengan lirih, tim dokter dan suster sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berhendak lain.


" Apa? dokter jangan bercanda dokter, istri saya kuat dan tidak akan setega itu meninggal kan saya?" Tanya orang yang ditolong Margaretha, air matanya mengalir begitu saja saat mendengar ucapan dokter barusan


" Bener pak, maaf kan kami." Lanjut dokter, langsung menepuk bahu laki laki yang lagi berduka karena kehilangan istri tercintanya


Orang yang di tolongin Margaretha langsung masuk ruang operasi, melihat istrinya lagi ditutup selimut putih.

__ADS_1


" Sabar yah pak, ikhlas kan pak sekarang istri anda sudah tidak merasakan sakit lagi pak." Ucap Margaretha berusaha tegar, Margaretha bisa merasakan betapa kehilangannya orang yang ada disampingnya Margaretha.


" Bunda, bangun sayang, katanya jika kamu sembuh mau membesar kan anak kita bersama sama sayang, jangan tinggal kan aku sendirian sayang, membesarkan anak kita sendirian, tidak sanggup hidup tanpa kamu sayang." Ucap suami yang ditinggal istrinya selamanya, nangis sambil meluk jazad istrinya.


" Maaf, kami harus segera membersihkan nya sebelum di makam kan." Ucap suster ikut sedih, jika melihat pasien tidak bisa diselamatkan karena takdir tuhan.


Dengan berat hati membiarkan Para suster membawa, jazad istrinya untuk di bersihkan sebelum di makam kan. Margaretha bener bener merasa tidak tega melihat laki laki disampingnya nangis kehilangan istri, harus berjuang membesar kan anak sendirian, dan tanpa pekerjaan sama sekali.


Dilain sisi, David ngajak Amanda untuk jalan jalan ke mall, David ingat sekali saat David terpaksa temani Putri, Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. main Timezone walaupun David merasa kesal tapi masih mau temani Putri dan temen temennya main Timezone selama dua jam.


" Bukannya ka David tidak ingin main Timezone? apa sekarang sudah mulai tertarik main juga?" Tanya Amanda, sengaja godain David

__ADS_1


" Yah memang kangen sekali, apa lagi waktu kamu masih sekolah kan saya terus yang temani kamu dan yang lain main Timezone kan." Ucap David senyum ramah melihat Amanda


" Apa lagi setelah selesai main Timezone kita belikan ka David eskrim, supaya ka David tidak marah karena terlalu lama temani kita main.' Lanjut Amanda ingat sekali bagaimana keselnya David jaman dulu.


" Iyah apa lagi Putri dengan sengaja mau aduin saya ke Ilham kan, Putri kadang manja juga dan kamu komporin Putri untuk tetep aduin saya ke Ilham." Protes David, yang kesel bagaimana Ilham nasehatin David yang membuat David akhirnya luluh.


Amanda terkekeh, mendengar ucapan David, Amanda langsung ajak David untuk beli koin supaya bisa main Timezone bareng.


Dilain sisi, Margaretha mengikuti prosesi pemakaman, walaupun Margaretha baru kenal dan merasa tidak tega ternyata anaknya masih pada kecil kecil, harus kehilangan sosok ibu nya.


" Terimakasih yah atas bantuan kamu untuk biaya operasi, dan biaya pemakaman istri saya, saya tidak tahu bagaimana nasip istri saya jika tidak dibantu oleh kamu, walaupun akhirnya sia sia." Ucap orang yang ditolong Margaretha dengan lirih

__ADS_1


" Jangan bicara seperti itu, kamu harus kuat demi anak anak kamu, mereka sudah kehilangan ibu nya jangan sampai mereka kehilangan kamu karena merasa tidak mampu membesarkan anak sendirian." Ucap Margaretha berusaha tegar, Margaretha berusaha supaya tidak nangis.


" Iyah kamu bener, mulai besok saya siap kerja dimana pun posisi yang kamu berikan, saya sudah terlalu banyak hutang ke kamu." Lanjut laki laki yang ditolong Margaretha berusaha semangat, dan bangkit dari musibah yang menimpanya demi anak anaknya yang masih membutuhkan biaya hidup dan kasih sayang orang tuanya


__ADS_2