5 CEO Cantik

5 CEO Cantik
Kamu mau akan kerja sebagai supir


__ADS_3

Margaretha temani orang yang akan ditolonginnya, kembali ke rumahnya setelah selesai pemakaman. Margaretha melihat anak kecil nangis karena kehilangan sungguh membuatnya ikut sedih


" Maaf mungkin, waktunya kurang tepat yah, tapi mulai besok kalo kamu mau akan kerja sebagai supir ibu saya. ini alamat rumah saya bisa langsung ke sana besok yah." Ucap Margaretha berusaha tegar, langsung memberikan kartu namanya.


" Terimakasih yah, karena sudah banyak bantu saya. baik lah besok saya akan ke rumah kamu untuk mulai kerja. nama saya Andre dan ini anak saya namanya Bela." Ucap Andre, akhirnya memperkenalkan namanya juga.


" Yah sudah besok saya tunggu di rumah ya, saya ikut sedih karena istri kamu pergi selamanya, kamu harus ikhlas menerimanya yah, yah sudah saya pamit kalo begitu." Lanjut Margaretha, terpaksa harus pulang karena masih ada yang dikerjakan oleh Margaretha.


Dilain sisi, Ilham membantu Putri memandikan Freya, Ilham sudah terbiasa pegang anaknya selama temani Putri mandiin Freya


" Sayang berarti, jika kita punya anak tiga bakal seperti ini yah?" Tanya Ilham penasaran

__ADS_1


" Iyah sayang, apa lagi anak kembar, lebih lelah memandikannya karena kan langsung dua anak yang mandi, yang terakhir mandi freya ayah, sekarang sih kita masih santai mandiin anak tapi jika sudah tiga yah tentunya lebih repot sayang." Ucap Putri memberikan sabun di badannya Freya dengan hati hatinya


" Ayah jadi membayangkan anak anak kita, antri untuk minta dimandikan, pastinya rame dan melihat bunda sibuk memandikan anak anak, sendirian ataupun dibantu." Lanjut Ilham, semakin tidak sabar ingin secepatnya memiliki anak lagi.


" Iyah sayang, aku tidak sabar adik nya Freya lahir sayang.Semoga secepatnya yah aku hamil lagi." Lanjut Putri penuh harap, bisa memberikan tiga anak dan keturunan untuk Ilham


Ilham pelan pelan siram air di badannya Freya dibantu Putri, Putri senyum bahagia karena Ilham dengan lihaynya memandikan anaknya dengan tenang.


Dilain sisi, Vivi merasa bahagia sekali, karena kegiatan amal bersama kedua orang tuanya berjalan dengan lancar.


" Amin amin ayah, itu sudah pasti ayah, kalo Vivi rajin bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan bisa berbagi terus." Ucap Vivi, berharap pekerjaannya selalu diberikan kemudahan oleh tuhan supaya Vivi bisa berbagi kebahagiaan dan berbagi rezeki.

__ADS_1


" Jalan jalan yuk sebelum pulang ke rumah, bunda lagi ingin makan duren yang ada didepan mall." Ucap bunda nya Vivi yang sudah lama sekali mengingin kan makan duren.


" Boleh boleh deh, selain makan duren kita bisa minum minuman segar yang ada di sana juga." Lanjut Vivi yang sudah lama tidak menikmati makan buah duren di depan mall bersama kedua orang tuanya.


Vivi langsung jalan ke mobil, diikutin kedua orang tuanya masuk kedalam mobil. membuat Vivi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


Dilain sisi, Dela merasa pusing karena tiba tiba tabrak motor, membuat Dela langsung keluar dari mobilnya dan melihat kondisi orang yang ditabraknya


" Mas, apa yang rusak? anda baik baik saja?" Tanya Dela merasa bersalah, karena Dela tidak hati hati bawa mobilnya.


" Saya sih tidak kenapa kenapa mbak, cuman motor saya yang rusak parah." Ucap pemuda yang motornya di tabrak oleh Dela

__ADS_1


" Yah sudah kita bawa ke bengkel sekarang, saya ganti apapun kerusakannya." Lanjut Dela pasrah karena harus benerin motor yang ditabrak Dela.


Dela minta bodyguard nya bawa motor orang yang tadi ditabraknya, awalnya di tolak karena Dela terus memaksa akhirnya mau ikut Dela didalam mobil menuju bengkel untuk memperbaiki motor yang rusak


__ADS_2