
Ilham memberikan air kelapa untuk Putri, Putri dan Ilham duduk santai dibawah pohon setelah puas melihat lihat lihat banyaknya binatang yang ada di dalam kebun binatang.
" Sayang, aku ingin menambah anak lagi sayang." Ucap Ilham, Ilham melihat satu keluarga yang anaknya banyak.
" Kenapa ingin nambah anak sayang?" Tanya Putri, Putri menjalan kan operasi sesar saat melahirkan Freya dulu, karena Putri tidak tahan dengan rasa sakit yang dirasakan menjelang melahirkan.
" Sepertinya seru melihat anak kita banyak sayang, bagaimana kalo kita program hamil anak kembar saja, supaya langsung punya tiga anak. mengingat usia aku semakin tua sayang." Ucap Ilham, Ilham sadar usianya sekarang sudah empat puluh tahun.
" Boleh sayang, setelah pulang dari kebun binatang kita ke dokter kandungan yah, kita jadwalkan program punya anak." Lanjut Putri, Putri faham akan kekewatirannya Ilham apa lagi Ilham semakin menua, takut tidak bisa memiliki anak lagi.
" Serius sayang? aku mau sayang, terimakasih sudah mau kabulkan keinginan aku sayang." Lanjut Ilham bahagia, karena Putri mau menjalankan program punya anak kembar.
__ADS_1
Putri senyum bahagia, melihat Ilham bahagia karena ingin memiliki anak lagi akan dimulai setelah dari kebun binatang langsung ke rumah sakit.
Dilain sisi, Vivi menghadiri rapat dengan CEO yang terkenal curang, untungnya Vivi sering mendapatkan masukan dari David selama ini untuk menghadapi clien yang curang dan akan menghalalkan segala cara.
" Bagaimana Bu Vivi? apa anda tertarik proyek ini?, keuntungan untuk perusahaan ibu tiga puluh persen setiap bulannya?" Tanya client senyum licik melihat Vivi, CEO perempuan yang baru lulus kuliah, sudah berani memimpin perusahaan.
" Maaf, saya menolak tawaran anda, saya tidak ingin membangun tempat seperti itu. terimakasih atas waktunya permisi." Ucap Vivi dengan tegas, Vivi masih ingat proyek apa saja yang harus di terima dan apa saja yang harus ditolak, Ilham dan David memberikan beberapa bodyguard yang dipercaya oleh Ilham untuk melindungi Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. untuk kebutuhan pribadi maupun untuk kepentingan pekerjaan.
" Maaf sekali lagi, saya tidak berminat untuk kerjasama membangun tempat seperti itu. permisi." Lanjut Vivi dengan tegas, Vivi langsung pergi begitu saja diikuti dua bodyguard.
" Awas kamu ibu Vivi, berani sekali menolak proyek ini!." Batin client nya Vivi, menatap Vivi penuh amarah, tidak terima tawarannya ditolak begitu saja. merencanakan untuk menghancurkan Vivi karena dengan seenaknya menolak keinginannya.
__ADS_1
Dilain sisi, Amanda ngajak bunda nya belanja di mall, Amanda ingin sekali memanjakan bunda nya,turutin apapun yang diinginkan bunda nya langsung dibeli.
" Perhiasan itu bagus bunda, dibeli saja supaya bunda terlihat semakin cantik." Ucap Amanda, Amanda melihat satu set perhiasan di toko perhiasan yang ada didalam mall.
" Tidak usah Amanda, perhiasan yang kamu beli kan saja bunda jarang pakai nak, beli yang lain saja yah." Ucap Bunda nya Amanda merasa tidak tega membuat anaknya mengeluarkan banyak uang untuk beli perhiasan.
" Yah sudah deh kalo bunda tidak mau, terus bunda belanja bahan masakan saja?" Tanya Amanda melihat bunda nya yang tidak mau belanja banyak.
" Iyah sayang, lagian baju dan barang barang yang Amanda belikan masih pada bagus bagus nak, mubazir beli banyak banyak tapi jarang di pakai kan. makeup juga boleh deh sayang, sudah habis juga." Lanjut Bunda nya Amanda yang dasarnya tidak terlalu suka belanja seperti ini.
" Yah sudah deh makeup, lagian juga makeup Amanda juga sudah habis bunda." Lanjut Amanda pasrah, memaksa bunda nya pun percuma jika bunda nya tidak ingin belanja yang lainnya.
__ADS_1