
Dela merasa lega karena motor yang dibenerin nya sudah selesai dan membuat Dela bisa kembali ke kantor, walaupun rapatnya tidak jadi membuat Dela berusaha profesional.
" Lebih baik bodyguard saja yang bawa mobil, apesnya dobel astaga." Ucap Dela kesel, karena keteledoran nya membuat Dela kehilangan proyek besar yang sudah di nanti nanti selama beberapa bulan
" Iyah nona, biar saya saja yang bawa mobil, anda kan majikan saya masa anda yang bawa mobil kan." Ucap bodyguard sedikit sindir Dela
" Iyah pak, saya kapok mau gaya pak, yah sudah ini kunci mobilnya dan kita kembali ke kantor." Lanjut Dela sedih sekaligus kesel, Dela langsung masuk mobil duluan dari pada semakin kesel kelamaan di bengkel
Dilain sisi, David memberikan bahan masakan untuk bunda nya Amanda, dan memberikan cemilan supaya bunda nya tidak usah ke mall jauh jauh
" Terimakasih karena David, sudah mau saya repotkan uuntuk belanja dan terimakasih sudah temani nonton hari ini." Ucap Amanda bahagia, karena seharian bener bener bersama David
__ADS_1
" Sama sama Amanda, oh yah lain waktu apa saya boleh kesini lagi?".Tanya David, merasa nyaman jalan berdua bersama Amanda
" Boleh saja ka David, dengn senang hati bisa jalan jalan bersama lagi" Lanjut Amanda terus terang, Amanda semakin bahagia didekat David yang selalu membuat Amanda merasa nyaman.
" Oke deh, yah sudah pulang yuk,kasihan bunda sendrian di rumah kan" Lanjut David bawain belanjaan untuk bunda nya Amanda, David berusaha memanjakan bunda nya Amanda dengan membelanjaakan bunda nya.
Dilain sisi, Orang tuanya Margeretha melihat anaknya matanya bengkak langsung menghampirinya, Margaretha yang tahu orang tuanya kepo akhirnya menceritakan apa yang sudah Margeretha lalui hari ini.
" Iyah ayah, Margaretha sedih saja ketemu istrinya terakhir kalinya, tidak dari awal mungkin bisa lebih lama lagi harapan hidupnya" Ucap Margetha menyesal takdir memperkenalkan dan bertemunya disaat yang kurang tepat.
" Sudah jangan menyesali sayang, yang ayah bilang tadi kalo Margaretha sudah hebat menolong orang lain kan, sekarang tidak usah larut dalam kesedihan masalah orang lain terus." Ucap bunda nya Margaretha merangkul bahunya Margeretha
__ADS_1
Margaretha ngangguk mengerti, dan tidak larut dalam kesedih orang lain terus menerus
Dilain sisi, Putri ngajak Ilham dan Arini untuk duduk di taman, sambil makan ceminilan yang dijual di taman deket rumahnya.
" Bunda mau beli apa? biar ayah saja yang beliin untuk Bunda?" Tanya Ilham gendong Freya
" Batagor, siomay, dan rujak buah sayang, kalo minumannya minuman segar saja yah" Ucap Putri, merasa lega karena akhirnya istirahat juga, karena dari tadi jalan jalan terus
" Kalo Arini mau beli apa? sekalian saya jalan soalnya, kamu temani Putri dan Freya saja" Lanjut Ilham, Ilham tidak menyangka Arini bisa kerja bertahun tahun temani Putri sampai sekarang dewasa.
" Saya rujak saja pak, sama seperti Putri, sepertinya seger pak" Ucap Arini, yang lagi malas makan apapun, selain rujak buah
__ADS_1
" Yah sudah saya belikan pesanan kamu dan istri saya. saya titip anak dan istri saya yah" Lanjut Ilham melihat Putri senyum bahagia, karena pakaian Putri terlihat sederhana tapi membuat Putri terlihat cantik