5 CEO Cantik

5 CEO Cantik
Oleh oleh bulan madunya, kamu sudah ngisi


__ADS_3

Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. diberikan ijin untuk mengantar kan Putri ke bandara saat jam istirahat kantor. membuat Amanda dan temen temennya merasa bahagia, karena ditemani dengan David, berbeda dengan Arini yang tahu kenyataan pahitnya David menghindar belum mau ketemu dengan David.


" Om, tumben sekali ka Arini tidak ikut dengan kita?" Tanya Amanda merasa heran, karena biasanya Arini selalu ada untuk Putri


" Lagi sibuk mungkin, oh yah bagaimana pekerjaan kalian apa ada kendala?" Tanya David, David tidak ingin membahas Arini, karena merasa bersalah karena membuat Arini sakit hati. saat tahu selama ini David hobi panjat pinang dengan bebas.


" Alhamdulillah lancar lancar saja om, bisa jadi sibuk ka Arini." Ucap Dela, Dela merasa lega karena sebelum pergi pekerjaannya sudah banyak yang dikerjakan.


" Alhamdulillah kalian semakin rajin, ingat yah kalian calon wakil CEO itu artinya kalian harus bisa menjaga sikap dan ucapan kalian yah, nama baik sekarang menentukan masa depan kalian, karena dunia bisnis itu kejam, salah sedikit saja bisa merusak karir kalian. karena menjadi wakil CEO bukan dari keluar pemilik perusahaan itu tidak mudah didapat, jadi kalian harus bisa menjaga nama baik semaksimal mungkin." Lanjut David memberikan arahan untuk Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha.


" Insya om, kita bisa menjaga sikap dan ucapan kita dengan baik, saya pribadi tidak ingin mengecewakan Putri yang minta om Ilham supaya kita menjadi wakilnya om Ilham, jadi tenang saja." Ucap Margaretha yakin, karena selama ini Margaretha tidak berkata kasar ke siapapun dan tidak seenaknya kesiapapun.

__ADS_1


Dilain sisi, Bodyguard membawakan barang barangnya Putri dan Ilham masuk kedalam helikopternya, membuat Putri merasa tidak sabar menikmati bulan madu.


" Sayang, mulai sekarang panggilan kita mami dan papi yuk, supaya lebih romantis bagaimana?" Tanya Ilham merangkul bahunya Putri.


" Boleh sayang, panggilan yang keren sayang. papi sayang" Goda Putri sambil mencium pipinya Ilham


" Mami sayang, kok di pipi sih, papi mau nya bukan di pipi." Ledek Ilham, Ilham terkekeh melihat Putri tersipu malu


" Apa sih papi, ini ditempat umum masa cium disini sih malu ah" Protes Putri sambil memajukan bibirnya saking keselnya


" Selamat bulan madu Bu bos" Ledek Vivi sambil memberikan bingkisan yang dibawanya.

__ADS_1


" Apa sih Vivi, oh yah kalian mau dibawakan oleh oleh apa?" Tanya Putri melihat temen temennya.


" Oleh oleh bulan madunya, kamu sudah ngisi yah, kasih kabar gembira." Ucap Amanda membuat Putri tersipu malu.


" Kalo itu sih, tenang saja, om bakal cetak banyak isian buat oleh oleh kalian yah hahahaha." Ledek Ilham, ketawa puas melihat Putri yang cemberut.


" Memangnya aku apaan sih, cetak banyak isian. huh kalian ini ada ada saja deh yah." Protes Putri kesel, bisa bisanya Putri dikirain kue apa yang bisa cetak macam macam kue.


" Cie cemberut, padahal didalam hati penasaran kan hasilnya. hahahaha" Ledek Dela tertawa puas, Dela melihat Putri semakin kesel karena semakin diledekin Ilham dan temen temennya


" Awas loh Ham, selama bulan madu istri merajuk tidak mendapatkan jatah selama bulan madu, bisa bisa gagal memberikan oleh oleh untuk mereka. hahahaha" Ledek David ketawa puas, David lebih seneng ledekin Ilham dari pada Putri

__ADS_1


" Ide yang bagus om, biar selama di sana mas Ilham merana sendirian. tidak ada yang bisa bantuin mas Ilham." Protes Putri yang pura pura marah, Memangnya enak dikerjain suruh siapa ledekin istri sendiri. Putri langsung masuk kedalam jet pribadi nya Ilham, meninggal kan Ilham diluar jet pribadinya.


" Yang sabar yah bos." Ledek David, Amanda, Vivi, Dela, Dan Margaretha. bersamaan membuat Ilham jadi frustasi, karena ikutin candaan Amanda dan yang lain sekarang membuat Putri pura pura merajuk


__ADS_2