
Putri merasa bahagia karena Ilham akhirnya pulang juga, walaupun cuman beberapa jam tidak ketemu membuat Putri rindu suami tercinta nya.
" Kado dari temen temen banyak juga yah sayang?" Tanya Ilham melihat bungkusan barang barang untuk anaknya, tapi tangannya naik naik kepuncak gunung.
" Aaahhh, Iyah sayang, niat temen temen aku kesini, kan buat teraktir Freya sayang. jadi belanjaan untuk Freya lebih banyak. aaahhh ayah sayang, lanjut rebahan yuk" Desa han Putri, Putri menginginkan lebih
" Dengan senang hati sayang, aku juga rindu sayang padahal cuman beberapa jam tidak ketemu yah kita." Ucap Ilham berhasil membuat Putri polos
Putri gandeng tangannya Ilham untuk jalan ke kasur untuk rebahan bersama, Putri yang sudah dipuncak puncaknya tidak sabar untuk rebahan dan gulet panas yang sudah dirindukan.
Dilain sisi, Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. nonton Vidio awal awal Amanda dan yang lain kerja sebagai desain interior.
" Dulu kalo kita tidak terima permintaan om Ilham, mungkin kita tidak akan dekat bersama Putri dan seperti sekarang yah." Ucap Dela terus terang
" Maksud terima permintaan apa yah?" Tanya Amanda tidak mengerti maksud Dela
__ADS_1
" Jujur kita bisa Deket seperti ini, karena permintaan om Ilham waktu kita masih sekolah dulu, ingat kan waktu SMU kamu terlalu memanfaatkan Putri untuk kamu bisa beli barang barang mahal dan makanan mahal juga kan." Lanjut Dela terus terang, mungkin sudah waktunya Amanda tahu semuanya
" Sudah begitu, om Ilham yang cemas Putri punya temen seperti kamu, yang terlalu memanfaatkan kan Putri, akhirnya minta tolong Dela untuk jadi temen deketnya Putri jika mau dikasih uang jajan cukup banyak lagi." Ucap Vivi yang semangat cari tahu semuanya.
" Selain itu, Dela juga kan minta Putri untuk ajakin kita supaya ikutan kerjain bikin desain terior, proyek awal yang Putri minta untuk belajar mandiri. jadi itu alasannya kenapa kita bisa dekat dengan Putri selama ini, kan awal awal saya, Vivi, dan Margaretha. tidak Deket dengan Putri apa lagi kamu Amanda." Ucap Margaretha dengan terus terang.
" Astaga, pantesan kalian tiba tiba sok akrab dan nempel terus ke Putri, ternyata om Ilham yang minta toh, memang awal saya rese sekali ke Putri dulu terlalu memanfaat dia, tapi semenjak saya mendapatkan gaji pertama bikin desain interior kan tidak lagi, saya justru jadi lebih mandiri, apa lagi semenjak bapak saya meninggal dunia, saya jauh lebih berubah dari pada sebelumnya kan, yang seenaknya apa lagi kasar ke bunda saya. Alhamdulillah sekarang saya jauh lebih baik dan lebih bijak dari sebelumnya." Lanjut Amanda, walaupun kesel karena alasan itu Dela dan temen temennya bisa Deket sampai sekarang, walaupun sakit hati cukup tersinggung, tapi Amanda berusaha memakluminya.
Amanda minta maaf ke temen temennya jika dulu terlalu kelewatan, tapi Amanda sekarang sudah berubah jauh lebih baik dari pada sebelumnya
Dilain sisi, David merasa lega karena Ilham mengijinkan dekorasi halaman belakangnya di bikin romantis, karena David ingin melamar Amanda didepan temen temennya dan didepan Arini, cewek yang tidak bisa memaafkannya karena kesalahan pribadinya David walaupun ke orang lain.
" Iyah susuai, terimakasih yah hasilnya sempurna sekali." Ucap David merasa puas sekali karena hasil kerja anak buahnya, sesuai keinginan David.
David langsung jalan masuk ke dalam rumahnya Ilham, dan menjemput Amanda, membuat David tidak sabar ingin secepatnya melamar Amanda.
__ADS_1
Dilain sisi, Amanda minta maaf ke Putri atas sikapnya di masa SMU, yang terlalu berlebihan ke Putri membuat Ilham mengeluarkan uang setiap hari untuk kerjain Amanda.
" Sudah om maaf kan kok, lagian sekarang kan Amanda sudah lebih baik dari sebelumnya. membuat om bangga melihatnya, memang benar dulu om minta tolong Dela, siapa sangka kamu, Dela, Vivi, dan Margaretha. bisa sukses sama sama kan." Ucap Ilham merasa bangga karena tidak siap sia, memberikan ijin Putri dan temen temennya untuk kerja waktu masih SMU, saat kuliah, dan sampai sekarang.
" Saya juga bangga sekali Amanda, kamu mau berubah lebih baik dari sebelumnya.maafin sikap mas Ilham dulu yah, jujur saya juga baru tahu jika mas Ilham sempet kasih uang jajan untuk Dela demi kerjain kamu." Ucap Putri, diam diam cubit pinggangnya Ilham saking keselnya karena temennya di kerjain walaupun tujuannya baik.
" Sudah jangan bahas yang jeleknya, yang penting sekarang kan kalian bersahabat baik, sukses bersama, dan punya jabatan yang sama juga. jangan yang dikenang yang jeleknya tapi kenang lah masa lalu yang baik baiknya saja." Lanjut Ilham berusaha bijaksana, walaupun apa yang dilakukan Ilham berlebihan tapi Ilham dulu posisinya sebagai ayah angkat yang harus melindungi Putri apapun caranya
" Bener Amanda, walaupun masa lalu kita sering berantem, dan cara om Ilham juga mungkin salah, tapi yang penting kan jadi motifasi untuk kamu mau ikut kerja dan sekarang jadi pribadi yang ramah, dan baik ke semua orang kan." Ucap Dela, Dela merasa menyesal kenapa tidak dari awal Deket dengan Putri, tahu masa depannya seperti sekarang
" Sekarang kita berpesta di halaman belakang, kita lupakan masa lalu yang suram dan dikenang masa lalu yang membuat kita merasa bahagia." Ucap David tiba tiba muncul di ruang keluarga, membuat Amanda tersipu malu melihat David selalu menatapnya
" Semua sudah siap, sekarang kita makan makan di sana." Lanjut Ilham, membantu Putri untuk berdiri.
Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. peluk Putri saking bahagianya, setelah berpelukan langsung ikuti David dan Ilham ke halaman belakang rumahnya Ilham.
__ADS_1
Diam diam Arini memperhatikan David dan Amanda bergantian, kini Arini menyesal sudah sia siakan perhatian yang diberikan David di masa lalu.
" Pantas sekarang menjauh, semakin Deket dengan Amanda pantas saja David, walaupun rasanya sakit tapi harus bisa terima kenyataan sebentar lagi kamu punya pendamping hidup." Batin Arini berusaha tegar dan menerima kenyataan, jika David sudah move on dan melupakan perasaannya ke Arini.