
Aisyah, dan Aqila ketemu dengan Ikbal buat tanya cara buka usaha di care free day yang ada di taman kota karena Aisyah dan temen-temennya mau buka bengkel.
"Apa kalian yakin bisa ganti oli dan sebagainya? Itu pekerjaan laki-laki loh dan maaf apa kalian tidak gengsi buka bengkel disana?Apa lagi kalian cantik-cantik loh?"tanya Ikbal tidak percaya ada perempuan cantik yang mau buka bengkel.
"Yakin dong Ka, kita sebelum kuliah disini sudah belajar bagaimana benerin motor dan mobil dengan baik, ngapain malu jika itu bisa menjadi kelebihan dan bisa bikin kita punya tambahan uang jajan."ucap Aisyah yang tidak pernah malu bisa benerin motor Dan mobil.
"Kerennya kalian punya rasa percaya diri sebesar itu, terus kalo ada yang tidak sopan ke kalian bagaimana?" tanya Ikbal tidak percaya, ada perempuan cantik yang mau menjadi
montir.
"Kita hajar dong Ka, alhamdulillah kita berlima punya ilmu bela diri dengan baik. Sama seperti benerin kendaraan tadi, kita belajar selama satu tahun supaya bisa menguasai teknik berantem dengan baik, untuk bekel kita selama kuliah disini dan tidak ada yang berani seenaknya dengan kita."ucap Aqila yakin, karena selama tinggal di Jakarta pun masih latihan karate.
"Wow kalian hebat sekali, Punya banyak persiapan sebelum kuliah disini. Baik lah jika kalian merasa yakin bisa menjaga diri kalian selama care free day berjalan, Akan saya bantuin untuk buka bengkel."lanjut Ikbal merasa salut, karena Aisyah dan temen-temennya selain cantik, gabung anggota PMR, tidak gengsi bisa benerin kendaraan, dan juga bisa bela diri segala.
__ADS_1
"Terimakasih Kak Ikbal mau bantuin kita."lanjut Aisyah merasa senang, karena ketua PMR mau bantuin Aisyah dan temen-temennya buka bengkel di acara care free day.
☆☆
Amira, Naila, dan Salma. melihat Fajar seniornya latihan karate bersama temen-temennya, langsung masuk kedalam ruangan latihan karate.
"Ada perlu apa kalian kesini?"tanya Fajar yang mendengar, suara pintu kebuka.
"Maaf ka, cuman mau melihat saja, Kakak-kaka yang lagi latihan karate disini." ucap Naila berusaha santai, menahan Malu karena seenaknya masuk kedalam ruangan.
"Cuman lihat saja Kak, kita takut tidak bisa bagi waktu antara PMR dan kegiatan karate nantinya." ucap Naila yang tidak ingin nekat, karena banyak kegiatan bakal kurang waktu istirahatnya. Apa lagi Naila dan temen-temennya mau buka bimbel segala jadi sulit bagi waktu dan istirahat nya.
"Iya sudah kalo begitu, saya lanjut latihan kalo begitu."lanjut Fajar sedih, karena junior cantik-cantiknya nolak ikut gabung organisasi.
__ADS_1
"Iya sudah Ka, kita disini sebentar Iya melihat latihan kalian dan nanti langsung pergi."ucap Salma yang tetep ingin, melihat seniornya latihan karate sebelum kembali ke kelas.
Fajar ngangguk dan melanjutkan latihan bersama temen-temennya.
☆☆
Faisal baru mau masuk ruangan PMR, langkahnya berhenti karena Aisyah dan Aqila baru mau keluar dari ruangan.
"Kalian sudah selesai dari dalam? Oh iya fakultss kedokteran mau memberikan, vitamin dan penyuluhan kesehatan ke sekolahan, apa kalian mau ikut?" tanya Faisal, senang melihat junior cantiknya lagi.
"Memangnya boleh ikut Ka? Kita kan bukan jurusan ke kedokteran?" tanya Aisyah yang takut, tidak boleh ikut.
"Anggota PMR boleh ikut, karena nanti berguna untuk kita bisa bantuin masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan, jadi mau ikut?" tanya Faisal berharap, junior nya mau ikut.
__ADS_1
"Tentu ikut dong Kak." lanjut Aisyah merasa senang, karena diajak untuk ikut sekolahan buat memberikan vitamin untuk anak-anak sekolah.