
Aisyah mendapatkan jadwal, kegiatan PMR besok membuat Aisyah mau ikut kegiatan organisasi yang diikutinya walaupun besok jadwal ngajar bimbel.
"Bagaimana kalo saya dan Aqila saja, yang ikut kegiatan PMR sedangkan Naila, Amira, dan Salma. Ngajar sampai siang dan kalian susul kita, karena kegiatan PMR sampai magrib memberikan bantuan untuk korban banjir." ucap Aisyah yang tidak mau, temen-temennya lepas tanggung jawab salah satunya.
"Ide yang bagus, baik lah kita bertiga ngajar dulu karena kalo berdua pasti tidak akan bisa ngajar pasti kerepotan sekali besok." ucap Naila yang setuju, mendapatkan giliran ngajar dari pada ikut kegiatan PMR dari pagi.
"Alhamdulillah kalo setuju, kalian sudah tahu kan alamat tempat bencana banjir itu kan? Apa kalian saja yang bawa mobil supaya tidak naik angkutan umum, karena pasti kalian capek sekali setelah ngajar!" tanya Aisyah yang tidak tega, temen-temennya naik taxi online atau angkutan umum.
"Boleh deh naik mobil, soalnya biar hemat kan. Kalian pasti naik mobil operasional organisasi, jadi tidak sulit buat kalian besok." ucap Salma yang tidak mau, ada ongkos cuman karena mobil dibawa Aisyah.
"Saya juga setuju, kita yang bawa mobil." ucap Amira yang tidak mau, kena panas karena menunggu taxi online maupun angkutan umum.
"Alhamdulillah kalo kalian setuju, saya dan Aqila rela kalian tidak panas-panasan besok siang." lanjut Aisyah yang senang, karena temen-temennya bisa diajak musyawarah dan saling pengertian.
__ADS_1
**
Ikbal merasa senang sekali, karena ada bencana alam banjir membuat Ikbal bisa ketemu dengan Aisyah dan temen-temennya besok.
"Walaupun modus ditolak, seenggaknya mereka masih mau berteman dan diajak jalan bareng walaupun dengan kegiatan organisasi." ucap Ikbal yang masih merasa beruntung, karena perempuan-perempuan incarannya masih bisa diajak jalan bareng walaupun tidak bisa modus sama sekali.
Ikbal yang merasa cukup, kirim chat ke anggota nya untuk kegiatan besok langsung siap-siap untuk tidur.
**
"Alhamdulillah sekali, banyak sekali orang-orang yang peduli dengan sesama dan dana yang terkumpul sungguh luar biasa banyak sekali." ucap Faisal, setelah selesai data nama-nama yang memberikan sumbangan untuk kegiatan besok.
**
__ADS_1
Aisyah masuk kedalam kamarnya untuk, merapihkan kamar yang terlihat berantakan dan Aisyah melihat boneka pemberian Ikbal waktu jalan bareng.
"Kak Ikbal sebenarnya baik, tapi disayangkan mempermainkan perasaan saya dan temen-temen yang wajib dijahui dan boneka ini harus dibuang supaya tidak menimbulkan salah faham dan membuat temen-temen jadi berfikir negatif." ucap Aisyah yang ikhlas, buang boneka kenang-kenangan pemberian dari Ikbal waktu diajak jalan bareng.
Aisyah masukin boneka pemberian Ikbal kedalam tempat sampah, yang bakal dibuang besok bareng sampah lainnya.
☆☆
Aqila menangis sambil melihat, gelang pemberian Faisal kemarin harus dibuang, karena Aqila tidak mau simpan barang pemberian Faisal lagi.
"Kamu kelihatan baik dan perhatian, ternyata seorang playboy tega sekali mempermainkan perasaan saya seperti ini." ucap Aqila sambil nangis, meratapi kebodohannya yang percaya dengan ucapannya Faisal dan mau diajak jalan bareng.
Aqila langsung jalan menuju kamar mandi, untuk mandi dan tidur supaya matanya tidak kelihatan sembab habis nangis dan tidak mau temen-temennya tahu kalo Aqila nangis karena ingat pengalamanny habis jalan bareng Faisal.
__ADS_1