5 MAHASISWA SEMPURNA

5 MAHASISWA SEMPURNA
BAB 24


__ADS_3

Aisyah, Aqila, Naila, Amira, dan Salma. Masuk kedalam kelasnya setelah dianterin ke kampus oleh senior-seniornya, yang mendadak perhatian ke Aisyah dan temen-temennya.


"Temen-temen maaf kalo saya berfikir negatif, tentang sikapnya kak Faisal dan kak Ikbal ke kita." ucap Salma yang merasa, harus bicara terus terang didepan temen-temennya supaya tidak ada yang tersakiti.


"Maksud kamu apa iya? Memangnya apa yang kamu pikirkan tentang mereka!" tanya Aisyah merasa heran, Salma bisa-bisanya mau bahas tentanga Faisal dan Ikbal.


"Perasaan sejauh ini, sikap dan ucapan mereka masih sopan dan baik kok tidak ada yang seenaknya juga kan? Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Aqila merasa heran dengan Salma.


"Kita boleh berteman dengan siapapun, bahkan sikap baik orang lain ke kita memang harus dihargai kan. Nah saya cuman berharap sikap baik dan perhatian mereka ke kita, tidak membuat kita berfikir mereka suka dengan kita dan kita diam-diam merasa saingan deketin mereka. Ingat kita tidak boleh berantem apa lagi soal cowok iya, karena disini kan kita tinggal berlima jangan sampai salah faham karena cowok yang akhirnya bikin kita kontrak rumah sendirian, karena tinggal sendirian itu tidak mudah apa lagi perempuan!" tegas Salma berharap, temen-temennya tidak salah faham akan sikap baik dan perhatiannya Ikbal dan Faisal selama ini.


"Oh soal itu iya, baik lah Salma setuju, terimakasih karena kamu sudah berfikir sejauh itu demi kebaikan bersama. Saya tidak akan baper dengan sikap manis mereka, kita anggap mereka senior kita saja tidak lebih karena akan merusak persahabatan kita apa lagi tinggal bareng, tentunya tidak enak kalo musuhan karena laki-laki." lanjut Aisyah setuju, tidak mau berantem karena cowok, menurut Aisyah itu tidak penting sama sekali.


"Saya juga setuju, tidak akan bawa perasaan dengan sikap dan ucapan manis mereka." ucap Amira yang juga setuju, karena Amira tidak siap tinggal sendirian karena berantem masalah cowok saja.

__ADS_1


Amira berharap persahabatannya, tidak rusak cuman karena cowok yang berusaha PDKT ke Amira dan temen-temennya.


**


Faisal merasa senang sekali, karena berhasil jemput Aisyah dan temen-temennya, walaupun bareng Ikbal tidak jadi masalah.


"Tidak sabar menunggu waktu pulang kuliah tiba." batin Faisal, Faisal tidak sabar mau pulang bareng Aisyah dan temen-temennya lagi.


"Boleh saja Ikbal, kita kan saingan sehat untuk deketin mereka." ucap Faisal yang berusaha tenang, tidak menunjukan rasa kesal karena Ikbal mau samaan modusnya.


"Deal kalo begitu, tidak masalah saingan sehat." lanjut Ikbal, Ikbal bakal cari cara supaya bisa jalan-jalan terus bareng Aisyah dan temen-temennya.


Ikbal langsung buka bukunya, karena Ikbal mau baca buku sambil menunggu dosen datang ke kelasnya.

__ADS_1


Faisal diam-diam memain kan hanphone nya, kirim chat buat Aisyah, Aqila, Amira, Naila,dan Salma tujuannya buat  PDKT dan mau menentukan hatinya bakal suka ke salah satu dari Aisyah dan temen-temennya.


**


Aisyah baca chat yang dikirim oleh Faisal, langsung kasih lihat temen-temennya takut pada dapat chat yang sama.


"Apa kalian mendapatkan chat dari kak Faisal?" tanya Aisyah yang kasih lihat hanphone nya ke Aqila.


"Iya dapat, menurut kalian, apa maksud kak Faisal iya. Apa kita tanya langsung ke dia?" tanya Aqila yang baca chat dari Faisal, yang dikirim buat Aisyah.


"Biarin saja dulu, lihatin saja apa yang dia kirim ke kita, kalo dia menyatakan cinta ke salah satu dari kita bearti dia memang lagi cari pacar tapi kalo bilang cinta ke kita semua bearti dia playboy!" tegas Salma yang tidak mau, dipermainkan oleh Faisal.


"Saya setuju, baiklah kita ladenin dia kalo begitu." lanjut Aisyah yang setuju saja, selama bisa kompakan bersama temen-temennya tidak masalah.

__ADS_1


__ADS_2