5 MAHASISWA SEMPURNA

5 MAHASISWA SEMPURNA
BAB 11


__ADS_3

Fajar, Ikbal, dan Faisal. Siap-siap ke sekolahan untuk memberikan bantuan vitamin untuk anak sekolah, bareng anggota cantik yang baru gabung di organisasi PMR.


“Semuanya sudah siap?” tanya Ikbal melihat, kardus yang akan dibawa.


“Sudah siap, Aisya dan temen-temennya sudah jalan kesini mereka baru selesai kelas katanya.” ucap Faisal, yang mendapatkan nomor hanphone nya Aisyah, langsung kirim chat untuk tanya Aisyah apa bisa ikut atau tidak.


“Untung lah, kelas mereka selesainya cepet kalo lama bisa kita tinggalin nih.” ucap Fajar melihat jam ditangannya, karena tidak enak dengan kepala sekolah sampai terlambat.


“Betul itu, oh iya pas kita donor darah nanti pas di taman kota, katanya Aisyah dan temen-temennya mau buka bengkel setelah acara donor darah selesai dan mereka akan bukan bengkel selama tiga jam selama care free day belum bubar.” lanjut  Ikbal yang sejujurnya penasaran, apa benar Aisyah bisa benerin motor dan mobil.


“Mereka beneran loh temen-temen bisa benerin motor, karena motor saya dibenerin oleh Aisyah dan temen-temennya. Mereka tahu masalah motor saya dan langsung mereka benerin karena mereka bawa semua kebutuhan motor saya.”lanjut Faisal, yang merasakan sendiri bagaimana kerennya Aisyah dan temen-temennya disaat ganti ban motor, ganti oli, minyak rem, dan kasih bensin.


Faisal merasa beruntung, karena pertama kalinya mendapatkan pertolongan dari Aisyah dan temen-temennya.


**


Aisyah, Aqila, Salma, dan Naila. Merasa lega sekali, karena kelas hari ini lebih cepat selesai, membuat Aisyah merasa senang karena bisa ikut acara dari fakultas ke dokteran.


“Apa mereka sudah jalan?Duh jadi tidak enak nih, karena kita baru selesai kelas?” tanya Naila berharap, bisa ikut seniornya.

__ADS_1


“Belum sih kata kak Faisal, iya sudah yuk buruan jalan sebelum kita ditegur banyak orang.” lanjut Aisyah yang tidak ingin, merusak agenda seniornya yang seharusnya berjalan dengan lancar tapi jadi kacau karena Aisyah dan temen-temennya telat datang saja.


Aisyah, Aqila, Naila, dan Salma. Setelah selesai merapihkan bukunya, langsung jalan menuju halaman kampus untuk gabung bersama seniornya dari fakultas kedokteran.


**


Aisyah setelah tiba di halaman kampus minta maaf karena terlambat, sampai halaman kampus dan membuat seniornya menunggu lama.


“Telat sepuluh menit, tidak masalah Aisyah karena waktu janjian kita ke sekolah itu dua jam lagi, jadi tidak masalah..”ucap Ikbal berusaha tidak marah, karena tidak tega membuat Aisyah sedih.


“Lain kali, kalo mau ajak fakultas lain, apa lagi anggota PMR harus tidak ada jam kuliah! Walaupun waktunya masih lama tapi kalian membuat kita semua menunggu kalian saja padahal lebih dari sepuluh menit! Kita tidak masalah anggota PMR ikut, tapi kalian harus punya waktu luang jangan sampai membuat kita semua yang menuggu kalian!”tegas Temennya Ikbal, yang tidak pernah suka, anggota PMR yang bukan dari fakultas ke dokteran ikut acaranya tapi selalu telat karena jam mata kuliah yang berbeda.


“Astaga galak sekali sih, tega sekali tegur didepan banyak orang seperti ini!”batin Salma, Salma merasa malu karena ditegur didepan seniornya dan dihalaman kampus.


“Sudah lah, yang penting kita bisa tetep jalan kan, hayo semuanya masuk kedalam mobil dan jalan semuanya.”ucap Faisal, yang tidak pernah mempermasalahkan anggota PMR ikut acara dari fakulkas nya walaupun membuatnya telat karena perbadaan jam mata kuliah.


“Astaga galak sekali, tapi wajar sih marah karena memang telat juga, untungnya jam mata kuliah hari ini cepet selesai dan tidak membuat mereka semua semakin marah.”batin Aqila, Aqila tidak menyangka bakal, kena tegur dari seniornya karena sudah membuat nunggu lama.


Aqila memilih diam saja, biarin Aisyah yang jawab setiap teguran dari seniornya, dari pada Aqila  yang jawab pasti tidak akan bisa menahan emosi karena ditegur didepan banyak orang.

__ADS_1


Aqila ikut masuk mobil, bersama temen-temen pengurus PMR, yang ikut kegiatan sumbangan pemberian vitamin untuk anak sekolah.


**


Bus dari kampusnya Aisyah, akhirnya tiba juga di sekolahan yang direncanakan mendapatkan bantuan pemberian vitamin untuk murid-murid sekolah dasar. Aisyah dan rombongan langsung masuk kedalam ruang kepala sekolah, sebelum pemberian vitamin dilakukan.


"Terimakasih Kakak-kakak karena kalian semua mau memberikan vitamin, untuk adik-adik disini sebelum jam pulang sekolah." ucap Kepala sekolah, menyambut kehadiran Ikbal dan rombongan,


"Kita justru yang terimakasih, karena anda memberikan kita kesempatan memberikan vitamin yang sudah di uji coba dan layak konsumsi untuk anak-anak disini."ucap Faisal merasa senang, karena program vitamin gratis buatan fakultas nya diterima baik oleh kepala sekolah.


"Iya sudah Kakak-Kakak kalo boleh tahu, dari kelas berapa saja yang menerima vitamin pemberian dari kalian?"tanya Kepala sekolah.


"Semua kelas Pak, Kita akan periksa alargi obat adik-adik dulu sebelum pemberian vitamin Pak, karena kan ada saja anak yang alergi dengan obat begitu juga dengan kita pasti ada saja yang gatel-gatel setelah minum obat walaupun badannya butuh."ucap Faisal yang tidak ingin, sembarangan asal memberikan vitamin sebelum pengecetakan kesehatan dilakukan dan tidak ingin disalahkan jika ada murid yang jadi sakit karena alergi obat.


"Seperti itu iya, baik lah kalo begitu kita akan mulai dari kelas satu dulu."lanjut Kepala sekolah, langsung keluar dari ruangannya.


Ikbal dan temen-temennya ikut Kepala sekolah jalan menuju kelas yang akan mendapatkan vitamin.


Aisyah dan temen-temennya menjadi pendengar yang baik, tidak berani banyak tanya sebelum diminta.

__ADS_1


__ADS_2