5 MAHASISWA SEMPURNA

5 MAHASISWA SEMPURNA
BAB 35


__ADS_3

Aisyah, Aqila, Naila, Amira, dan Salma. Ikut kegiatan sosial, korban banjir bareng temen-temen untuk memberikan sumbangan makanan, obat-obatan, dan juga pakaian.


Aisyah berusaha santai setiap ngobrol bareng Ikbal dan Faisal, supaya temen-temen pengurus PMR tidak ada yang tahu masalah yang lagi dihadapi Aisyah dan temen-temennya ke ketua PMR.


"Alhamdulillah sekali, semuanya sudah mendapatkan bantuan dan tidak kekurangan sama sekali." ucap Aisyah merasa senang, karena bisa berguna untuk banyak orang.


"Alhamdulillah banyak donatur dan dari temen-temen pengurus BEM dan pengurus PMR juga, menambahkan sumbangan makanan untuk saudara-saudara kita yang dibutuhkan disini." ucap Ikbal merasa senang, karena Aisyah dan temen-temennya mau ngobrol lagi, walaupun tidak seperti awal Aisyah dan temennya banyak tanya dan sepertinya sekarang jaga jarak aman.


"Betul sekali Kak, karena kita juga tidak tega cuman bantu dengan tenaga tanpa bantu dengan makanan juga untuk korban banjir." ucap Aqila yang tidak bisa membayangkan, bertahan hidup ditempat yang rawan banjir seperti ini.


"Baik temen-temen semua bantuan sudah disalurkan dan orang-orang disini, sudah diperiksa bareng Dokter-dokter juga. Sekarang kita bisa kembali ke kampus untuk istirahat, tapi bagi yang mau pulang juga boleh jika merasa tidak enak badan dan kelelahan." ucap Faisal yang berusaha senyum, melihat Aisyah dan temen-temennya. Faisal berusaha santai melihat Aisyah dan temen-temennya dengan kompak, buang muka tidak melihat Faisal bicara sepenuhnya didepan.

__ADS_1


"Saya tidak enak badan, kita pulang saja yuk." ucap Naila yang tidak kuat, pura-pura santai didepan kedua seniornya yang lagi bicara didepan pengurus PMR.


"Iya sudah hayo deh." ucap Amira setuju, Amira masih malas ketemu Faisal dan Ikbal lebih lama lagi, Amira masih sakit hati karena dipermainkan oleh kedua seniornya.


Amira jalan duluan ke mobil, disusul Aisyah, Aqila, Naila, dan Salma ke mobil. Setuju untuk ikut pulang dari pada mendengar ucapan ketua PMR.


Ikbal yang melihat Aisyah dan temen-temennya pulang, dari pada di kampus dulu berusaha santai tanpa protes karena Ikbal tahu ke lima pengurus PMR masih sakit hati karena ulahnya kemarin.


☆☆


"Badan walaupun terasa cape, tapi tidak boleh buat malas bersihkan baju sendiri." ucap Aisyah langsung isi ember, buat tempat cuci bajunya pakai tangan.

__ADS_1


☆☆


Naila kaget saat mendengar, Aqila mau keluar dari organisasi PMR yang baru bergabung.


"Apa tidak professional, seenaknya keluar cuman karena sakit hati dengan ketua nya?" tanya Naila yang ragu, Dengan keputusan Aqila yang menurutnya seenaknya dan takut jadi bahan bullyan kalo temen-temen pengurus PMR lain tahu.


"Saya tidak peduli, saya tidak bisa berusaha tegar dan cuek, setiap ketemu dengan Ikbal dan Faisal, tapi mereka masih berusaha tebar pesona karena tadi saya melihat Ikbal dan Faisal senyum sambil melihat saya." ucap Aqila yang malas sekali, harus sabar melihat tingkahnya Ikbal dan Faksal.


"Mereka juga senyum ke saya, sepertinya mereka berusaha tebar pesona diam-diam ke kita" lanjut Naila terus terang dan semakin yakin kalo Ikbal dan Faisal memang seorang playboy.


Naila mempertimbangkan keinginannya Aqila dan juga ada kemungkinan untuk ikutin keinginan Aqila buat keluar dari PMR.

__ADS_1


__ADS_2