
Aisyah ajak Naila ke ruangan olahraga, karena dosen tiba-tiba tidak masuk kelas supaya tidak bosan di kelas saja.
"Kampus ini semuanya serba ada iya, bahkan ruangan untuk olahraga saja disediakan keren sekali." ucap Naila merasa kagum, karena kampus pilihannya punya lapangan olahraga yang cukup banyak dan luas.
"Mungkin buat mahasiswa dan mahasiswi nya, bisa kembangkan bakatnya dalam bidang olahraga dan pasti buat mahasiswa yang mau ikut lomba kan." ucap Aisyah yang selalu senang, melihat orang-orang yang rajin olahraga.
"Bener juga sih, iya juga sih Aisyah banyak juga kan mahasiswa yang ikut lomba olahraga kan. Ke kantin yuk sudah lapar sekali nih." lanjut Naila keluar dari lapangan basket setelah selesai jalan-jalan.
Aisyah ngangguk setuju dan ikut keluar dari lapangan.
☆☆
Aqila, Amira, dan Salma. Baca-Baca majalah fashion, sengaja di beli nya untuk dijadikan bahan bacaan kalo lagi bosan.
"Duh bajunya terlalu fenimin, tapi bagus sekali rasanya mau beli dan saya pakai deh."ucap Aqila yang mau coba, Baju yang tidak pernah Aqila pakai.
__ADS_1
"Jangan lah! Memangnya kamu mau digodain cowok-cowok kalo kamu pakai baju itu? Bukan digoda saja bisa di le ceh kan loh apa kamu siap?" tanya Amira heran, karena Aqila mau coba pakai baju yang terlalu femin.
"Bener sih bajunya bagus sekali, tapi tidak mau ambil resiko di le ceh kan orang cuman karena baju saja!" tolak Salma yang tidak mau ikut-ikutan beli baju pilihan Aqila rawan bahaya.
"Baik lah tidak jadi."lanjut Aqila yang juga tidak jadi, beli baju yang menurutnya bagus.
Aqila jadi malas melihat baju fashion, karena kebanyakan bajunya terlalu feminim.
☆☆
"Bencana paling mengerikan tsunami, Sudah bikin rumah dan bangunan lain rusak dan kita bisa kebawa ombak yang subhanallah besar sekali."ucap Aisyah tidak bisa membayangkan, ada diposisi orang-orang yang terjebak gelombang tsunami.
"Nah bener itu, kita akan kesana memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita yang kena musibah tsunami." ucap Ikbal, Ikbal selalu berusaha untuk bisa memberikan bantuan.
"Kapan kita jalannya?" tanya Naila yang ikut sedih, tidak bisa membayangkan ada di posisi orang-orang yang terjebak bencana alam itu.
__ADS_1
"Besok subuh kita jalan, kalian kalo tambahin sumbangan ini sangat berguna sekali untuk besok." lanjut Ikbal yang berharap, pengurus PMR dan BEM mau menambahkan sumbangan kemanusiaan ini.
Aisyah akan minta ke orang tuanya, untuk mengirimkan uang untuk memberikan sumbangan di kegiatan amal besok.
☆☆
Faisal melihat Aqila, Amira, dan Salma. Yang baru sampai didepan ruangan rapat organisasi PMR.
"Kalian dari mana? Kenapa baru datang!" tanya Faisal merasa heran, melihat Aqila dan temen-temennya baru datang.
" Maaf Kak, Kita tidak pegang hanphone sama sekali, kita tahu Aisyah ada disini karena kita tanya Aisyah ada dimana dan kenapa tidak balik-balik ke kelas."ucap Aqila yerus terang, Karena Aqila juga kwatir dengan Aisyah yang tidak tiba kuga di apotik.
"Baik lah alasan kali ini, saya percaya dengan kalian." lanjut Faisal yang tidak tega, tegur lama-Lama Aqila dan temen-temennya.
"Terimakasih Kakak." ucap Amira yang merasa tidak enak, karena datang telat ke rapat.
__ADS_1
Amira jalan bareng Aqila, Salma, dan juga Faisal untuk masuk bareng kedalam ruangan rapat.