
Aisyah, Aqila, Naila, Amira, dan Salma masuk kedalam ruangan PMR. Ternyata sudah ada Ikbal yang menunggu kedatangan Aisyah dan temen-temennya.
"Silahkan masuk dan kalian mau minum apa?" tanya Ikbal sambil senyum, melihat Aisyah, Aqila, Naila, Amira, dan Salma. Yang masuk kedalam ruangan PMR.
"Tidak usah Kakak terimakasih!" tolak Salma yang malas basa basi.
"Kita ke sini ada yang mau dibahas penting!" tegas Aqila yang menahan kesal, melihat Ikbal sok kecakepan karena selalu senyum.
"Saya dan temen-temen memutuskan untuk keluar dari PMR, saya pribadi tidak profesional masalah pribadi dibawa ke organisasi, tapi maaf kita tidak nyaman didekat Kak Ikbal dan kak Faisal. Jadi kita mau pamit untuk tidak melanjutkan keanggotan ini." ucap Aisyah yang semakin yakin, keluar dari organisasi PMR karena Ikbal masih saja tebar pesona.
"Maafin saya temen-temen sudah membuat, kalian tidak nyaman didekat saya dan Faisal dan membuat kalian keluar dari organisasi ini." ucap Ikbal yang merasa menyesal, karena sudah membuat anggota baru keluar karena masalah pribadi.
__ADS_1
"Selain keluar dari PMR, maaf kita keluarin sepupuh Kak Ikbal dan kak Faisal dari tempat bimbel kita, kita sudah bawa uang biaya bimbelnya dan kita kembalikan sekarang." ucap Amira yang tidak mau, kedua temennya bisa memanfaatkan saudaranya demi bisa deketin Aisyah dan temen-temennya.
"Astaga! Alasannya apa sampai saudara saya dan Faisal dikeluarkan dari tempat bimbel kalian?" tanya Ikbal kaget, mendengar keputusannya Amira.
"Kita tidak mau kalian, masih modusin kita dan tebar pesona ke kita lagi! Contohnya hari ini, kita tahu Kak Ikbal modus ajak adik sepupuh Kakak minta Aisyah ajarin sebelum ke sekolah dan dari rumah kita, Kakak selalu senyum ke arah kita berlima dan apa itu bukan modus! Maaf kita tidak mau lagi ada komunikasi apapun dengan buaya seperti Kakak dan kak Faisal, kita bukan perempuan bodoh yang tidak mengerti apa yang kalian lakukan!" tegas Aisyah yang mengerti, maksud Ikbal tadi pagi dan Aisyah tidak mau lagi jadi perempuan bodoh yang mau dipermainkan lagi.
Aisyah ajak Aqila, Naila, Amira, dan Salma. Keluar dari ruangan PMR karena urusannya bareng Ikbal sudah selesai tinggal ke Faisal saja yang harus dibahas juga.
Ikbal melihat Aisyah dan temen-temenya, keluar dari ruangan PMR langsung menyerah atas sikap seenaknya ke Aisyah dan temen-temennya, sekarang merasakan dampaknya bakal bikin Ikbal di marahin habis-habisan setelah pulang dari kampus.
**
__ADS_1
Faisal melihat Aisyah, Aqila, Naila, Amira, dan Salma. Jalan menuju kantin kampus langsung senyum manis, melihat ke lima anggota PMR.
"Kalian tidak ikut rapat? Sebentar lagi rapat loh!" tanya Faisal merasa heran, melihat temen-temennya ada di kantin.
"Apa kita bisa bicara sebentar sekarang?" tanya Aisyah yang tidak jawab pertanyaan Faisal.
"Sepertinya serius? Baik lah kita ke kursi taman kalo begitu!" tanya Faisal yang curiga, yang mau dibahas Aisyah hal yang penting karena tatapan Aisyah yang berbeda.
"Bagus juga kesana." ucap Aqila yang setuju, karena di taman kampus tidak terlalu ramai dan enak dijadikan tempat ngobrol.
Aqila dan yang lain ikutin Faisal ke taman kampus, Aqila mau bicara baik-baik ke Faisal walaupun hatinya sakit dipermainkan tapi Aqila mau semuanya berakhir dan tidak akan ketemu dengan Faisal lagi.
__ADS_1