
Senior yang pernah dibantu Aisyah, Aqila, Amira, Naila, dan Salma. Yang dibantu motor nya bisa kembali dinyalakan dan bisa dibawa pulang, langsung jalan menghampiri Aisya yang baru turun dari mobil nya.
"Hai semuanya, terimakasih atas bantuannya dua hari yang lalu iya karena kalian motor saya bisa dibawa dengan lancar tanpa hambatan sama sekali. Kenalin nama saya Faisal dari fakulkas ke Dokteran." ucap Faisal yang memberanikan diri, untuk kenalan duluan ke Aisyah dan temen-temennya.
"Sama-sama Ka, selama kita bisa insya allah kita bantu Kak, nama saya Aisyah, disebelah saya Aqila, Amira, Naila, dan Salma, Salam kenal juga Kak." ucap Aisya berusaha santai, karena pertama kalinya kenalan dengan senior nya.
"Nama yang cantik seperti orangnya." batin Faisal memuji, nama Aisyah dan temen-temennya terdengar sangat bagus menurut Faisal.
"Oh iya kalian dari fakulkas mana? Apa kalian ikut organisasi di kampus ini?" tanya Faisal basa basi, Faisal penasaran Aisyah dan teman-temennya dari fakultas mana.
"Fakulkas ekonomika dan bisnis." ucap Salma dengan ramah,Salma berusaha menghargai Faisal, yang ngajak ngobrol walaupun tidak nyaman ngobrol dengan senior lama-lama, tapi berusaha menghargai dan berusaha jawab setiap pertanyaan yang Faisal ucapkan.
Salma dan temen-temennya setelah selesai ngoobrol bareng Faisal, langsung jalan masuk kedalam kampus melanjutkan jalannya menuju kelas.
__ADS_1
**
Aisyah ajak Aqila dan Amira, ke ruangan PMR karena senior pengurus PMR sudah selesai KKN dan kembali kuliah seperti biasanya.
"Selamat pagi Kak." ucap Aisya dengan sopan dan ramah.
"Pagi juga, silahkan masuk adik-adik." ucap Ikbal ketua PMR, yang sudah tahu Aisyah dan temen-temennya mau bahas kembali untuk daftar jadi pengurus PMR.
"Terimakasih Kak, Maaf iya kak kita tanya untuk jadi pengurus PMR terus." ucap Aqila yang sebenenarnya takut, dibilang cerewet tapi jika tidak aktif tanya tidak akan bisa banyak tahu tentang organisasi PMR.
"Betul kak, kita gabung organisasi PMR waktu sekolah dulu dan disaat kuliah mau gabung juga kak. Menurut kita organisasi PMR selain bisa ngobatin orang juga bisa bantuin musibah yang ada di negeri ini, menurut saya pribadi organisasi yang keren sekali Kak."lanjut Aisyah yang sudah sering, bantuin orang lain setiap membutuhkan pengobatan.
"Maaf iya kak, kalo kita bawel banyak tanya ke Kaka takut merasa keganggu." ucap Amira merasa tidak enak, karena selalu tanya Ikbal lewat chat.
__ADS_1
"Justru saya senang, setiap anggota yang mau gabung banyak tanya mau tahu sejauh mana antusias untuk gabung di organisasi PMR dan tidak merasa keganggu sama sekali selama pembahasan tentang organisasi." lanjut Ikbal langsung kasih formulir, untuk junior baru yang mau gabung jadi pengurus PMR.
Aisyah, Aqila, dan Amira. Isi formulir yang sudah dikasih, Aisyah isi formulir punya Naila dan Salma yang ada urusan dengan dosen, jadi diwakilkan oleh Aisyah.
**
Faisal tidak menyangka, ketemu dengan Naila dan Salma di kantin kampus. Faisal ajak ngobrol Naila dan Salma yang lagi antri beli sushi.
"Kalian katanya mau gabung di PMR Iya?" tanya Faisal yang dapat cerita dari Ikbal kemarin.
"Kok Kakak tahu iya?"tanya Naila kaget, perasaan yang di chat Ikbal kenapa Faisal bisa tahu.
"Saya dikasih tahu Ikbal dan saya juga anggota PMR, yang kemarin ikut KKN cuman sebentar sih karena ada tugas yang harus saya kerjakan."lanjut Faisal tidak menyangka, lima perempuan cantik ternyata ikut PMR juga.
__ADS_1
"Pantas saja tahu kak, perasaan kita dua hari cuman komunikasi dengan kak Ikbal saja."ucap Salma tidak menyangka, bakal ketemu terus dengan Faisal yang ternyata satu organisasi.