5 MAHASISWA SEMPURNA

5 MAHASISWA SEMPURNA
BAB 20


__ADS_3

Ikbal sengaja datang lebih awal, ke rumahnya Aisyah untuk temani adik sepupunya untuk bimbel di rumahnya Aisyah.


"Maaf iya lebih cepat satu jam, soalnya takut kejebak macet." ucap Ikbal pura-pura datang ke selatan.


"Santai saja Kak, oh iya kalian apa sudah makan? Snack lagi dibeli Salma dan Amira mungkin sebentar lagi datang tapi ada makanan sih didalam kalo kalian mau makan dulu?"tanya Aisyah yang takut, Ikbal dan adik nya belum makan.


"Tidak usah Aisyah terimakasih, kita sudah makan kok tadi, Aqila dan Naila mana?" tanya Ikbal yang tidak ingin, merepotkan Aisyah untuk siapin makanan.


"Mereka sepertinya sebentar lagi, bakal kesini juga sih lagi siap-siap Kak. Sebentar iya saya ambilkan cemilan dan minum didalam dulu." lanjut Aisyah langsung pergi, buat ambil buah dan cemilan untuk Ikbal dan adik sepupunya.


"Kak Ikbal kok bohong sih! Padahal tadi kan belum sarapan sama sekali?" tanya Juleha adik sepupunya Ikbal.


"Tidak enak Juleha, kalo bilang belum makan lagian tetep saja kan ditawarkan cemilan pasti kenyanang." ucap Ikbal yang malu, kalo terlalu terus terang.


"Huh dasar!" protes Juleha merasa kesal, karena Ikbal ada saja alasannya.

__ADS_1


Juleha langsung buka bukunya, buat baca buku sebelum kelas bimbel nya dimulai.


**


Aqila dan Naila siap-siap untuk ngajar, Aqila sengaja beli makeup baru supaya setiap ngajar terlihat rapih dan lebih cantik dari biasanya.


"Kata Aisyah didepan ada Kak Ikbal, wajib baju rapih dan makeup nih. Malu dong kalo tidak rapih sama sekali." ucap Aqila yang tidak mau, dianggap tidak bisa makeup walaupun di rumah saja.


"Dasar centil, padahal Kak Ikbal kesini cuman temani sepupuhnya saja, kenapa takut malu didepan dia sih!" protes Naila heran, karena Aqila dari kemarin selalu protes tidak boleh terlihat tidak makeup sama sekali, takut wajahnya pucat didepan Ikbal.


"Biarin saja dasar sitik!" protes Aqila yang tidak mau, di komentar sama sekali karena bagi Aqila terlihat cantik dan rapih didepan temen itu wajib.


**


Salma dan Amira antri dikasir, setelah selesai belanja snack untuk ngajar bimbel hari ini.

__ADS_1


"Lumayan juga iya, anak didik kita ada tiga puluh orang dan dibagi empat season kelas, membuat snack yang dibeli juga banyak seperti ini." ucap Salma melihat keranjang makanan.


"Bener juga iya, jadi semangat ngajar kalo begini cara. Kita harus beli timbangan nih karena kita bakal makan banyak, selama ngajar juga kan."ucap Amira yang tidak mau gemuk, tapi mau makan banyak.


"Setelah ini deh langsung kita beli timbangan, jangan sampai gemuk karena malu dong didepan mahasiswa cowok masa cantik-cantik gemuk kan." lanjut Salma yang tidak mau, dianggap tidak bisa mengurus badan sendiri karena bisa bulat karena kebanyakan makan.


**


Aisyah, Aqila, dan Naila. Siapin buku-buku yang akan dijadikan bahan bacaan hari ini.


"Buku matematika, bahasa Inggris, bahasa daerah, seni budaya, dan PPKN. Oke semua buku sudah ada." ucap Aisyah langsung rapihkan kembali buku, yang sudah selesai diperiksa.


"Kalo pelajaran musik kita apa harus bisa, main alat musik juga? Sedangkan kita saja tidak pernah belajar sama sekali." tanya Aqila yang baru ingat, selama ini tidak bisa main alat musik.


"Itu nanti saja deh, kita latihan sampai bisa dulu,beberapa hari bisa main piano sampai lancar baru kita ajarin anak-anak main piano." lanjut Aisyah yang juga, baru ingat tidak bisa main alat musik sama sekali.

__ADS_1


"Kita bakal beli piano dan gitar deh, biar semakin keren kita ajarin anak-anak tapi kita sudah bisa main piano dan gitar." ucap Naila yang mau belajar gitar dari pada piano.


"Iya boleh nanti kita beli." lanjut Aisyah yang semangat, belajar alat musik demi kelancaran ngajarnya.


__ADS_2