
Aisyah terpaksa jadi jalan bareng Faisal, karena sudah terlanjur janjian dengan Faisal. Hari ini Aisyah mau mengakhiri sikapnya Faisal yang seenaknya deketin temen-temennya, diajak jalan sesuka hati.
"Kak Faisal ada yang mau saya bicarakan, dengan Kaka sekarang." ucap Aisyah yang serius, Aisyah tidak mau melihat temen-temennya marah setiap kali tahu diajak jalan oleh Faisal dan Ikbal.
"Mau bicara apa Aisyah? hal penting apa yang mau kamu bahas, dengan saya sekarang?" tanya Faisal yang penasaran, karena tiba-tiba apa yang mau disampaikan oleh Aisyah.
"Tunggu satu orang lagi iya, supaya lebih enak kita ngobrolnya." ucap Aisyah yang tidak kasih tahu, kalo Aisyah juga ajak Ikbal untuk ketemuan juga pagi ini.
"Baik lah Aisyah, saya tungguin orang yang kamu maksud." lanjut Faisal pasrah, karena Aisyah tidak langsung kasih tahu apa yang mau dibahas, apa lagi sampai nunggu orang lain juga.
Aisyah cuman bisa senyum, mendengar ucapan Faisal yang mau sabar menunggu orang yang sengaja Aisyah ajak ketemu juga mendadak lagi.
**
__ADS_1
Aqila, Amira, Naila, dan Salma. Tidak jadi jalan-jalan karena Aisyah, tiba-tiba mau ketemu dengan Ikbal juga mengakhiri sikap seenaknya temen barunya.
"Apa tidak bahaya, Aisyah sendirian ketemu dengan kak Ikbal dan kak Faisal sekarang? Apa lagi larang mereka untuk ajak jalan kita!" tanya Aqila dengan cemas dan takut, Aisyah dicelakai sama Ikbal dan Faisal.
"Optimis semuanya baik-baik saja, lagian Aisyah bisa berantem dengan baik kok, terus tempat ketemuan juga tempat yang ramai dan ini masih pagi otomatis masih banyak orang yang beraktifitas kok." ucap Amira berusaha, berfikir positif dan Aisyah berhasil gagalin niat jahat Faisal dan Ikbal, tanpa ada masalah baru.
"Bener apa kata Amira, ini masih pagi jadi tidak bahaya untuk Aisyah dan berfikir positif saja apa yang dilakukan Aisyah demi kebaikan kita semua juga kan, apa kalian rela sedih dan sakit hati karena dipermainkan oleh mereka setiap hari?" tanya Salma yang setuju, dengan apa yang dilakukan Aisyah demi kebaikan bersama.
"Saya sih tidak rela, dipermainkan sama mereka iya. Dihari saya diajak jalan kakak Faisal atau kak Ikbal, merasa bahagia sekali dan besoknya harus menahan kesal karena mereka ajak jalan kalian, ada perasaan kesal dan sedih merasa dipermainkan sekali apa lagi kalo sudah bahas kemungkinan niat jahat mereka deketin kita, pasti merasa bodoh sudah mau dipermainkan." ucap Naila yang tidak mau, jadi perempuan bodoh lagi yang mau diajak jalan dibuat bahagia dan dihari besoknya harus bisa bersikap biasa saja supaya tidak baper.
**
Faisal kaget melihat Ikbal, yang masuk kedalam cafe dan jalan menuju mejanya dengan santainya.
__ADS_1
"Kenapa ada Ikbal disini?" tanya Faisal langsung melihat Aisyah, yang memberikan kursi untuk Ikbal.
"Sama saya juga mau tanya, kenapa ada Faisal disini? Katanya mau makan berdua!" tanya Ikbal yang tidak mengerti, maksud Aisyah ajak ketemuan apa lagi ada Faisal segala.
"Oke Kakak-kakak, saya tidak mau basa basi ke kalian! Sikap kalian ajak jalan kita itu salah Kak, kalian tega sekali mempermainkan perasaan saya, Aqila, Amira, Naila, dan Salma. Kita bisa berteman dengan kalian karena ikut organisasi, bukan untuk dipermainkan seperti sekarang Kak Faisal dan Kakak Ikbal. Setiap hari ajak jalan beda orang, dengan kegiatan yang berbeda apa kalian berfikir perasaan kita saat tahu diajak kalian jalan diam-diam!" protes Aisyah dengan serius, Aisyah mulai kesal dengan seniornya yang seenaknya mempermainkannya seperti sekarang.
"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu? Apa Aqila atau yang lain cerita diajak jalan!" tanya Ikbal kaget, karena Aisyah bisa tahu kalo temen-temennya diajak jalan tanpa cerita siapa yang ajak jalan.
"Iya Kak, kita saling cerita dikasih chat dari kalian dan diajak jalan bareng kalian dan cerita diajak kemana saja, tujuannya supaya tidak baper disaat ada yang diajak jalan diam-diam juga. Tapi kalian tidak berfikir dampaknya sama sekali, bahkan sampai detik ini kalian masih ajak kita jalan gantian, memangnya kalian kira kita perempuan apaan yang bisa disakitin seenaknya kalian?" tanya Aisyah semakin kesal, karena semakin yakin Faisal dan Ikbal seorang playboy.
"Apa kalian saling cerita! Maafin saya Aisyah awalnya saya mau deketin kamu karena kagum karena kamu cantik tapi serba bisa bahkan bisa benerin motor dengan benar. Tapi setelah ajak kamu jalan jadi ada keinginan mau jalan dengan Aqila dan yang lain juga, maaf kalo saya salah dan egois karena sudah seenaknya ajak jalan kalian tanpa memikirkan perasaan kalian." lanjut Faisal kaget, karena tidak menyangka kalo Aisyah dan yang lain tuker cerita mendapatkan chat dan diajak jalan diam-diam yang akhirnya membuat Aisyah dan temen-temennya jadi curiga.
"Kita masih mau berteman dengan kalian, tapi tidak akan pernah mau diajak jalan lagi dengan kalian diluar kegiatan organisasi dan apapun yang kalian kirim chat kita akan saling berbuka dan kasih tahu supaya tidak ada lagi hati yang dipermainkan karena kalian!" tegas Aisyah, yang tidak mau jadi perempuan bodoh lagi yang mau dipermainkan oleh Faisal dan Ikbal lagi.
__ADS_1
Faisal dan Ikbal cuman bisa ngangguk pasrah, karena sudah tidak bisa lagi deketin Aisyah, Amira, Aqila, Naila, dan Salma lagi karena tujuan dan niatnya sudah ketahuan.
Aisyah langsung keluar dari cafe, merasa sudah cukup bicara dengan Faisal dan Ikbal langsung dan supaya semuanya jelas, tidak ada yang disakitin dan dipermainkan.