
Faisal senyum-senyum sendiri melihat Aisyah, Aqila, Naila, Amira, dan Salma. Buka bengkel nya setelah kegiatan donor darah selesai dilaksanakan.
"Mereka memang wanita idaman untuk dijadikan istri, serba bisa, cantik, dan ramah." batin Faisal sambil melihat, Aisyah dan temen-temennya dengan santai bisa ganti oli sendiri.
"Sal tidak pulang?" tanya Ikbal setelah selesai, belanja titipan orang tuanya.
"Nanti saja deh, masih betah memperhatikan Aisah dan temen-temennya tuh." ucap Faisal yang tidak pernah bosan, memperhatikan Aisyah.
"Kamu terpesona dengan Aisyah? Dia memang memang keren sekali, tadi saja pas bantuin dokter Ricard dia yang paling aktif bertanya ke kita dan mau bulak balik paling banyak untuk ambil jarum suntik." lanjut Ikbal yang salut, melihat Aisyah yang tidak terlihat kelelahan.
Faisal cuman ngangguk saja, karena Faisal lebih fokus memperhatikan Aisyah yang tidak malu jadi montir mendadak
**
Aisyah berusaha santai, mendengar gombalan orang yang motor nya lagi dibenerin oleh Aisyah dan berusaha melarang tangannya untuk pegang-pegang Aisyah seenaknya.
__ADS_1
"Maaf tolong dijaga tangannya, saya lagi benerin motor anda!" tegas Aisyah berusaha santai dan tidak menunjukan rasa takut sama sekali.
"Galak sekali sih cantik, dari pada kamu cari uang seperti ini lebih baik temani saya karaokean dapat uang lebih banyak, tempat adem, tidak bau, dan wajah cantik kamu tidak kotor seperti ini." goda Orang yang motor nya lagi dibenerin Aisyah.
"Lebih baik seperti ini jelas halal dan baik lah motor nya sudah bener semua." lanjut Aisyah langsung tutup jok motor.
"Cih! Belagu sekali menolak, uang yang banyak." protes Orang yang lagi berusaha godain Aisyah, langsung naik motor nya dan langsung pergi begitu saja setelah mendengar penolakan dari Aisyah.
"Gaya ajak karaokean ke saya, mau kasih uang yang banyak tadi saja nego untuk bayar motor nya di benerin." lanjut Aisyah sambil benerin alat-alat bengkel nya setelah selesai benerin motor.
**
"Kalian buka bimbel juga? Kok tadi tidak kasih ini sih kenapa!" tanya Ikbal merasa heran, karena Aqila dan temen-temennya. Tidak memberikan brosur nya disaat donor darah tadi.
"Malu Kak, lagian tadi kegiatan kalian jadi tidak enak juga sih kalo tiba-tiba kita sibuk bagikan brosur ini."ucap Aqila merasa malu, karena senior nya melihat brosur yang dipegangnya.
__ADS_1
"Tidak usah malu atau tidak enak, asal dibicarakan bareng-bareng pasti kita bantuin kok. Walaupun kalian bukan dari fakultas pendidikan tapi keren loh mau buka bimbel segala. Kalo boleh tahu kenapa mau buka bimbel?" tanya Ikbal penasaran.
"Seneng saja bisa belajar kembali Kak, selain itu menambah kegiatan yang bermanfaat, dan demi isi dompet bertambah Kakak." lanjut Aqila yang akan melakukan apapun, selama pekerjaan yang dilakukan baik dan tidak aneh-aneh pasti mau dijalanin bareng temen-temennya.
Ikbal semakin salut, karena lima perempuan yang baru gabung PMR tidak mengenal lelah dan mau melakukan apapun demi isi dompet dan tidak ngeluh sama sekali.
**
Faisal menghampiri Aisyah yang lagi merapihkan, barang-barangnya karena sudah selesai benerin motor.
"Sepertinya banyak iya, yang benerin motor disini?" tanya Faisal basa basi.
"Alhamdulillah sekali Kak, saya juga tidak menyangka banyak orang yang datang Ka." ucap Aisyah merasa bersyukur, karena banyak yang datang ke bengkel nya.
"Setelah ini kalian langsung pulang?" tanya Faisal yang ingin ajak Aisyah jalan bareng.
__ADS_1
Faisal ingin sekali bisa dekat dengan Aisyah, perempuan yang dikaguminya.