5 MAHASISWA SEMPURNA

5 MAHASISWA SEMPURNA
BAB 29


__ADS_3

Amira temani Faisal, untuk bantuin pengemis yang tadi ditabrak dan sekarang dalam penangan dokter yang lagi mengobatinnya.


“Orang tadi sepertinya patah tulang.” ucap Faisal yang memprediksikan, kondisi orang yang ditolongnya.


“Kakak kok bisa bicara seperti itu sih?” tanya Amira yang tidak menyangka, kalo Faisal bisa memberikan prediksi kondisi orang tadi.


“Soalnya tadi didalam mobil saya tanya, apa kaki nya bisa digerakin atau tidak dan dia jawab tidak bisa sama sekali, apa lagi tadi sempet keluar darah.” lanjut Faisal yang tidak mau, dianggap sok tahu memberikan analisa kondisi kesehatan orang lain.


“Oh seperti itu iya Ka, pantas saja tahu Ka.” lanjut Amira yang mulai percaya, kalo Faisal pasti banyak tanya ke orang tadi sebelum dibawa ke rumah sakit.


**


Ikbal ajak Naila ke danau, udara danau masih pagi begitu sejuk dan membuat betah lama-lama di danau apa lagi ada yang temani.

__ADS_1


“Apa kamu lapar lagi? Disini ada yang jualan makanan dan minuman, kalo kamu sudah merasa haus atau lapar?” tanya Ikbal melihat Naila, yang asik main air didanau dan tidak takut basah sama sekali.


“Nanti saja Kak belum haus Ka, tempatnya indah sekali Kak dan udara disini juga sangat sejuk sekali.” ucap Naila yang menikmati air danau, tidak peduli kaki dan celananya jadi basah kuyup.


“Sepertinya seru main air disitu, baik lah Kak Ikbal juga ikutan main air deh.” lanjut Ikbal yang ikutan main air, sama seperti Naila yang cuek dengan keadaannya yang sudah basah kuyup.


Ikbal ikut senang melihat Naila, yang menikmati pemandangan sekaligus menikmati main air danau.


**


“Guru taman kanak-kanak seperti ini juga kali iya, cape ngajar dan cape membersihkan kelas bekas muridnya selesai belajar!” protes Aqila setiap kali, kelas selesai dan anak didiknya pulang.


“Iya pasti Aqila, konsekuensi lah kita ngajarin anak kecil otomatis akan selalu berantakan setelah selesai belajar beda dengan kita ngajar anak SLTP dan SMU yang sudah malu main dan bikin berantakan kelas, apa lagi kalo sudah suka dengan temen sekelas.” ucap Aisyah yang maklumi, namanya juga anak-anak yang masih mau main walaupun tetep harus belajar.

__ADS_1


“Sampai kapan kita ngajar seperti ini?” tanya Salma yang mulai, bosan dan cape ngajar anak sekolah setiap sabtu dan minggu.


“Setahun saja iya, tidak enak sama orang tua yang semuanya uji coba belajar disini selama setahun, pasti sudah mulai cape iya Salma? Saya mengerti kalo kamu sudah mau berhenti mengajar?” tanya Aisyah yang mengerti, setiap orang ada titik jenuhnya.


Salma membenarkan, apa kata Aisyah jika Salma memang mulai bosan dan sudah mulai cape ngajar apa lagi ngajar seharian membuat waktu main Salma berkurang.


**


Amira tidak menyangka kalo pemeriksaan, Faisal tadi benar orang yang ditolongnya mengalami kelumpuhan habis ditabrak tadi,


“Bapak kita turut prihatin, dengan kondisi Bapak seperti ini dan ini ada santunan dari kita berdua semoga berguna untuk Bapak. Soal biaya pengobatan sekarang sudah kita bayarin Pak.” ucap Amira yang tidak tega, Orang yang ditolongnya sudah tua dan tidak ada uang sama sekali untuk biaya pengobatannya.


“Terimakasih kalian sudah tolongin Bapak dan mau bayarin biaya pengobatan Bapak, kalian anak kota yang baik sekali dengan sesame.” ucap Orang yang ditolongin Amira dan Faisal.

__ADS_1


“Sama-sama Pak, ini obat dan vitamin sudah kita tebus jangan lupa dihabiskan iya dan tongkatnya dipakai terus selama kaki nya sakit Pak.” ucap Faisal memberikan, kantung plastic berisi obat dan vitamin.


Faisal selalu senang menolong orang lain, terutama untuk kesehatan karena Faisal sadar biaya pengobatan tidak lah murah untuk dibayar.


__ADS_2