5 MAHASISWA SEMPURNA

5 MAHASISWA SEMPURNA
BAB 16


__ADS_3

Aisyah, Aqila, Amira,Naila,dan Salma. Setelah pulang dari care free day, langsung sebarin brosur yang dibawanya tadi untuk disebarin ke tetangga-tetangga nya yang punya anak supaya mau di didik oleh Aisyah dan temen-temennya di tempat bimbel nya.


“Apa kalian yakin bisa, ngajar anak-anak? Karena kita saja susah sekali, ngajar anak kita sampai sekarang? Apa lagi kalian masih muda dan kalian bukan dari jurusan guru kan?” tanya Tetangga nya Aisyah, yang ragu akan


kemampuannya Aisyah dan temen-temennya dalam hal mendidik anak-anaknya.


“Insya allah kita bisa Bu, kita sudah siapkan buku untuk ngajar dan sesuai pelajaran yang sudah di pelajarin anak-anak yang masih sekolah dasar dan jika adik-adik SLTP dan SMU mau diajarin juga bisa kok Bu.” ucap Aisyah dengan percaya diri, Aisyah tidak akan biarkan siapapun bisa menghina kemampuannya.


“Kalian saja masih kuliah kan! Apa bisa kalian bagi waktu antara kuliah dan ngajar anak-anak kita? Tidak mau loh sudah bayar mahal tapi jarang bimbel karena kalian sibuk kuliah?” tanya Tetangga nya Aisyah dengan tegas, karena tidak mau rugi anak-anaknya tidak mendapatkan hak belajar nya.


“Kita ambil hari sabtu dan minggu kok Bu, supaya sama-sama libur dan kita juga siap untuk ngajar tanpa ada kegiatan kita sama sekali.” ucap Aqila yang sudah menduga, pasti ada saja orang tua yang tanya tentang waktu


ngajar anaknya.

__ADS_1


“Baik lah, jika kalian merasa yakin bisa ngajar anak kita tidak masalah bimbel di tempat kalian, apa kalian siap kita minta surat perjanjian jika kalian lalai ngajarin anak kita atau banyak tidak bisa ngajar karena kalian ada kegiatan kampus otomatis kalian harus kembalikan uang kita di hari atau minggu kalian tidak bisa ngajar? Kita tidak mau rugi loh?” tanya Tetangga nya Aisyah lagi, dengan tegas karena tidak ingin anaknya tidak mendapatkan hak nya cuman karena kesibukan Aisyah dan temen-temennya saja.


“Tidak masalah Bu, akan kita siapkan surat perjanjiannya iya disaat pembayaran nanti dan disaat kalian isi biodata anak kalian disaat pendaftaran nanti.” lanjut Aisyah yang tidak keberatan, ada surat perjanjian  segala untuk bimbel karena Aisyah berfikir setiap orang tua akan melakukan apapun untuk anaknya bisa belajar secara maksimal.


Aisyah akan siapkan surat perjanjian, yang diinginkan tetangga-tetangga nya demi tujuan bimbel nya menjadi kenyataan.


**


Ikbal, Faisal, dan pengurus PMR. Ketemu dengan dokter Ricard untuk membahas kegiatan donor darah selanjutnya yang pastinya program sosialnya terus berjalan.


“Tidak usah Ikbal, cukup disini saja karena setiap rumah sakit pasti butuh stok darah juga kan. Kalo kita ke luar kota disaat ada yang butuh darah pas kita tidak ada disini bagaimana?” tanya Ricard tidak setuju, karena kebutuhan darah di kota sendiri saja banyak, jadi tidak usah keluar kota segala.


“Baik lah dokter, jika memang itu alasannya akan kita terima alasan dokter.” lanjut Ikbal pasrah, karena rencananya ditolak oleh dokter Ricard.

__ADS_1


Faisal dan pengurus PMR menjadi pendengar, yang baik saja nurut apapun keputusan dokter Ricard yang punya program donor darah di kampus nya.


**


Aisyah dan temen-temennya, setelah sampai di rumah langsung  duduk di ruang tamu sebelum sibuk sendiri-sendiri dikamar masing-masing.


“Ada-ada saja mereka, masa bimbel saja pakai surat perjanjian segala sih!” protes Aqila merasa heran, karena baru denger tempat bimbel ada surat perjanjian segala.


“Bener sekali, walaupun kita tidak masuk untuk ngajar sehari tapi kan bisa kita ganti di hari yang lain kan!” protes Amira merasa berlebihan, karena cuman bimbel saja dibikin ribet.


“Biarin saja lah temen-temen, yang penting kan program ngajar kita bisa tetep berjalan walaupun ada surat perjanjian segala.” ucap Aisyah yang tidak mau ngeluh, berusaha memaklumi permintaan tetangga nya tadi apa lagi


ibu-ibu banyak permintaan dan pertimbangan apa lagi soal uang pasti hitung-hitungan demi pengeluaran untuk anaknya.

__ADS_1


“Iya deh.” ucap Naila nurut saja, yang penting penambahan uang sakunya tidak gagal cuman Karena tolak keinginan ibu-ibu yang mau ada surat perjanjian.


__ADS_2