5 MAHASISWA SEMPURNA

5 MAHASISWA SEMPURNA
BAB 21


__ADS_3

Ikbal memberikan saran untuk Aisyah dan temen-temennya, supaya ada acara jalan-jalan bareng anak didiknya ke kebun binatang supaya anak-anak didiknya bisa melihat langsung binatang.


"Apa kalian setuju kalo, mereka jalan-jalan ke kebun binatang, supaya mereka bisa melihat langsung binatang gajah, panda, macan,  dan binatang lainnya. Soal kendaraan kalian tidak usah kwatir karena saya punya kenalan jadi bisa kalian sewa bus nya bagaimana?" tanya Ikbal yang sebenarnya modus, supaya bisa jalan-jalan bareng anak didiknya Aisyah.


"Ide yang bagus Ka, tapi saya rasa jangan sekarang-sekarang dulu soalnya kita baru kenal dan kita kesana pas anak-anak memang sudah waktunya kenal hewan Ka. Lagian jumlah kita sedikit untuk jalan-jalan seperti itu untuk awasin tiga puluh murid tidak mudah!" tolak Aisyah, yang tidak berani ajak anak orang jalan-jalan takut ada yang ilang atau celaka.


"Bener Kak, nanti saja pas mereka sudah ulangan beberapa kali baru kita jalan-jalan." ucap Aqila yang mau fokus ngajar dulu untuk jalan-jalan jangan sekarang dulu.


"Baik lah, jika kalian tidak bisa tidak masalah, kapan pun kalian butuh bus bilang saja." lanjut Ikbal yang kecewa, karena modusnya ditolak tapi tidak enak paksa Aisyah dan temen-temennya untuk jalan-jalan ke kebun binatang.


Ikbal melihat Aisyah dan temen-temennya yang kompak, ambil keputusan jadi bangga melihatnya karena bisa kompak dan tidak ada yang egois sama sekali.

__ADS_1


☆☆


Faisal merasa iri, karena tahu Ikbal punya adik sepupuh jadi bisa bimbel di rumahnya Aisyah dan bisa ketemu setiap kali belajar.


"Harus cari nih, keponakan atau sepupuh yang bisa diajak bimbel dirumahnya Aisyah, masa kalah cepat dengan Ikbal sih, yang sudah modus deketin anggota PMR baru dan cantik-cantik!" protes Faisal, setelah baca chat dari Ikbal, kasih tahu tidak jadi jalan bareng karena lagi temani adik sepupuh bimbel di rumahnya Aisyah.


Faisal mulai cari saudara yang masih sekolah dasar, Faisal rela jauh-jauh temani bimbel demi bisa ketemu dengan Aisyah dirumahnya.


☆☆


"Hayo adik-adik apa kalian, sudah siap belajar kembali bersama kita?"tanya Amira berusaha santai dan asik saat bicara dengan anak didiknya, Amira tidak mau dianggap guru bimbel galak setiap kali belajar.

__ADS_1


"Sudah siap Kak." ucap Sepupuhnya Ikbal, yang tidak sabar mau mulai belajar lagi walaupun sudah mulai ngantuk.


"Baik kalo begitu, kita mulai sekarang belajarnya." ucap Naila yang mulai, buka buku untuk mulai belajar.


Naila ngajar sekarang, jadi ingat bagaimana guru di sekolah dan dosen, setiap ngajar ternyata tidak mudah, merasa gugup dan juga menahan sabar kalo ada murid yang tidak bisa diam selama jam mengajar berlangsung.


☆☆


Aisyah mempersilahkan orang tua, yang sudah datang untuk jemput anak-anaknya karena sebentar lagi jam pelajaran sudah selesai, untuk duduk di halaman rumah yang sudah disiapkan kursi dan meja.


"Apa anak-anak kita bisa belajar dengan baik dengan kalian? Kalian tidak galak dan tidak main fisik kan jika anak kita nakal!" tanya Salah satu orang tua.

__ADS_1


"Alhamdulillah Ibu-ibu, anak didik disini pada bisa menerima materi yang kami berikan. Soal main fisik insya allah tidak ada, selama kami bisa bicara baik-baik tidak akan ada main fisik sama sekali." ucap Aisyah yang tidak mau, mudah marah apa lagi main pukul anak orang.


 Aisyah merasakan menghadapi guru dari sekolah taman kanak-kanak sampai sekarang mahasiswa tidak melihat guru main tangan, selama ngajar membuat Aisyah mau mencontoh seperti guru-guru yang Aisyah kenal.


__ADS_2