
Aleena tak habis fikir pada sikap Ivan, ia selalu mengikuti Aleena ke mana pun. Padahal gadis itu ingin mencoba mengenal Celine lebih dekat.
Sekarang Aleena membantu Celine memasak makan malam di dapur, jika bukan karena memaksa Ivan tidak mengizinkan nya.
"Kamu nggak bisa masak, ngapain bantuin kak Celine mending kita pacaran aja yuk?" ucap Ivan sebelumnya. Tapi karena Aleena terus memaksa akhirnya pria itu mengizinkan nya namun tentu saja Ivan ikut ke dapur. Menonton Aleena dan Celine yang sedang memasak. Ia seolah tak rela jauh dari Aleena meski hanya sekejap mata.
"Hai Van, udah lama nggak kelihatan" Seorang pria yang baru pulang bekerja datang ke dapur menyapa Ivan.
"Eh kak Rey, baru pulang?" Ivan balik bertanya. Pria itu mengangguk
"Mas mau minum" Celine dengan telaten mengambilkan air minum untuk pria itu.
"Terimakasih sayang" Sebuah ciuman mendarat di kening Celine. Aleena bisa menebak kalau pria itu adalah suami Celine kakak iparnya Ivan.
"Oh ya Van tadi aku nggak sengaja ketemu Sarah waktu aku mampir ke mini market beliin susu Raissa" ucap pria itu yang seketika membuat Ivan dilanda kepanikan.
Dan Aleena dapat menangkap sikap aneh Ivan saat pria yang Ivan sebut sebagai kak Rey itu menyebutkan nama Sarah. Ivan menatap cepat ke arah nya dan melemparkan senyum salah tingkah.
"Yah biarin, aku uda nggak ada urusan sama dia. Oh ya kak Rey kenalin ini calon istri aku Aleena" Ivan mendekat dan memeluk Aleena, gadis itu merasa risih karena Ivan tanpa malu memeluknya.
"Oh ini yang namanya Aleena" pria itu terkekeh. Ia bisa melihat kepanikan Ivan, ia yakin Ivan sengaja mengenalkan Aleena dengan segera agar ia tak lebih jauh membahas Sarah.
__ADS_1
"Hai Aleena kenalkan aku Reynand kakak iparnya Ivan. Suaminya Celine" Reynand mendekat dan mengulurkan tangan nya pada Aleena. Namun seperti sebelumnya Ivan melarang Aleena untuk membalas uluran tangan kakak iparnya.
"Susah yah kalo uda bucin, posesif nya uda tingkat dewa" Reynand terbahak, menarik kembali tangan nya yang menggantung karena tak mendapatkan balasan dari Aleena.
"Sabar ya mas, sama Papa aja Aleena nggak dibolehin bersalaman mas. Apalagi sama kamu" Celine tertawa prihatin pada suaminya.
Ivan seperti biasa hanya cuek, berbeda dengan Aleena yang lagi-lagi harus menebalkan wajahnya menahan malu atas sikap berlebihan pria itu.
🍁🍁🍁
"Kak, kalo boleh tau Sarah siapa ya?" Sejak tadi Aleena sudah ingin menanyakan tentang wanita itu pada Celine. Namun karena Ivan selalu berada di dekatnya Aleena mencoba menahan diri.
Sekarang beruntung Ivan sedang mengobrol bersama Rey dan papanya sambil menonton televisi sementara Aleena dan Celine sedang membereskan dapur dan mencuci piring sehabis makan malam. Jadi Aleena bisa memanfaatkan situasi ini untuk bertanya pada Celine.
"Kenapa pengen tau siapa Sarah?" Tanya Celine
"Yah aku melihat pak Ivan agak aneh pada saat kak Rey menyebut nama Sarah. Dia jadi salah tingkah dan cepat-cepat ngenalin aku kayak takut banget kak Rey membahas tentang Sarah lebih jauh. Aku jadi penasaran kak, nggak mungkin pak Ivan kelihatan panik gitu kalo Sarah bukan siapa-siapa" Celine kembali tertawa mendengar jawaban Aleena.
"Tapi kalo kakak udah ceritain tentang Sarah kakak harap kamu nggak terpengaruh ya Al, perasaan kamu jangan berubah sama Ivan karena sekarang Ivan tu cinta banget sama kamu" Aleena mengangguk. Ia sudah sangat tidak sabar untuk mendengar lebih jauh.
"Sarah itu cinta pertamanya Ivan. Mereka pacaran sejak kelas 2 SMA. Sarah uda dikenalin sama keluarga karena Ivan berniat serius dan ingin menikahi Sarah setelah mereka lulus kuliah" Celine memperhatikan raut wajah Aleena yang terlihat berubah sendu.
__ADS_1
"Tapi saat mereka semester 4 Sarah ketahuan berkhianat. Nggak tanggung-tanggung ternyata Sarah peliharaan pria hidung belang. Bahkan Ivan menangkap basah langsung mereka saat check in di hotel yang kebetulan milik orang tua sahabat nya Ivan. Walaupun Sarah terus memohon agar Ivan memaafkan nya tapi Ivan sama sekali nggak mau lagi berhubungan dengan Sarah, bahkan hanya untuk mendengar namanya Ivan udah nggak mau. Ivan benar-benar patah hati dan trauma" Aleena begitu terkejut dengan apa yang pernah menimpa Ivan. Pantas saja pria itu begitu sinis padanya saat Ivan mengira dirinya adalah peliharaan sugar daddy. Ternyata karen Ivan memiliki trauma di masa lalu.
"Saat mulai mengajar di Pelita Harapan Ivan cerita kalo hatinya seperti hidup kembali, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan siswanya. Tapi Ivan nggak mau bikin huru hara karena seorang guru yang memacari siswanya. Ivan memutuskan untuk menunggu sampai siswa itu tamat. Tapi lagi-lagi Ivan harus kecewa karena Ivan bilang gadis yang dia sukai juga simpanan pria hidung belang berdasarkan cerita Rania dan Ivan beberapa kali memergoki gadis itu bersama pria dewasa yang seolah membenarkan cerita Rania. Tapi saat tau dia cuma salah paham dan Rania menebar fitnah tentang gadis yang ia cintai itu Ivan merasa sangat bersalah. Maafin Ivan yah pernah beranggapan buruk sama kamu" Celine mengusap lengan Aleena yang kini tampak termangu.
"Iya kak, aku ngerti. Hemm menurut kakak pak Ivan masih cinta nggak ya sama Sarah?" Ucap Aleena sendu namun Celine malah tertawa.
"Kamu benar-benar cewek ternyata Al, suka over thinking padahal dari cara Ivan memperlakukan kamu itu cukup jelas kalo semua perasaan nya uda tercurah buat kamu. Bahkan kamu harus tau ya Al sama Sarah pun dulu Ivan nggak sebucin ini. Sama kamu Ivan tu beda Al. Bahkan di depan kami aja dia nggak malu nunjukkin kalo dia cinta banget sama kamu. Padahal Ivan itu gengsian orang nya. Sama Sarah dulu Ivan selalu jaim kalo di depan kami" bibir Aleena tersenyum namun hatinya tetap gusar. Membayangkan Ivan pernah mencintai gadis lain selain dirinya membuat hatinya tercubit. Ada semacam rasa tidak rela.
"Eh ngebahas apa sih, kayak serius banget?" Ivan yang baru datang langsung memeluk Aleena dari belakang karena gadis itu masih dalam posisi menghadap tempat pencucian piring.
"Biasa urusan cewek" jawab Celine.
"Lama banget nggak selesai-selesai. Kita mau pulang loh sayang" Ivan merasa ada yang tak beres melihat Aleena yang tak menoleh padanya.
"Bentar lagi beres kok pak sabar ya" jawab Aleena dengan memaksakan senyumnya. Jujur suasana hatinya memburuk.
"Kenapa nggak tidur di sini aja? kamu uda lama nggak pulang Van"
"Nggak mau ah, kalo di sini nggak bisa bermesraan sama Aleena" jawab Ivan cuek.
"Pak Ivan suka asal kalo ngomong"
__ADS_1
Gerutu Aleena.
🍁🍁🍁