
"Mas kok cepat? kamu ngebut ya bawa mobilnya?" tanya Aleena, ia tampak begitu khawatir karena suaminya sudah kembali, padahal pria itu baru pergi sekitar 10 menit yang lalu.
"Nggak kok, kebetulan di depan ada apotek yang buka" Ivan memberikan bungkusan berisi 3 tespack berbeda merk pada Aleena.
"Aku gugup mas" Tiba-tiba jantung Aleena berdegup tak menentu. Ia takut hasilnya mengecewakan.
"Santai aja sayang, jangan terlalu difikirkan. Kalo pun belum hamil nggak apa-apa. Kita masih punya banyak waktu untuk mencoba lagi. Albert nggak akan pernah bosan kok untuk menebarkan benihnya" Aleena menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ivan selalu saja merusak suasana dengan membawa-bawa Albert dalam hampir setiap pembahasan, yah walaupun kali ini sedikit berguna karena kegugupan Aleena sedikit teralihkan.
"Kamu nggak akan kecewa kalo misalnya belum berhasil?" Tanya Aleena, ia ingin memastikan perasaan suaminya terlebih dahulu.
"Enggaklah, kenapa harus kecewa. Ayo aku temenin" Ivan sudah tidak sabar untuk mengetahui hasilnya.
"Mas tunggu di sini aja, masa aku pipis ditemenin" Tolak Aleena. Ia menghentikan langkah Ivan yang akan mengikuti nya ke kamar mandi.
"Nggak apa-apa dong, aku kan uda lihat lebih dari itu" Ucap Ivan cuek sama sekali tak menggubris rasa malu yang Aleena tampakkan, ia tetap mengikuti Aleena tak mempedulikan protesan yang keluar dari bibir istrinya. Mau tidak mau Aleena membiarkannya, Ia hanya bisa pasrah menghadapi Ivan yang keras kepala
"Mas sana jangan lihat ke sini, nanti Albert malah berulah" Ucap Aleena saat ia akan menampung air seni nya. Kali ini Ivan menuruti perintah Aleena, ia membalikkan tubuhnya. Karena ia sadar Albert sering kali lupa diri jika sudah berhadapan dengan Aleena. Bisa-bisa niat mereka untuk melakukan tes kehamilan batal karena Albert yang meronta ingin dimanja.
Setelah menunggu beberapa saat Aleena menyerahkan air seni yang sudah ia tampung.
"Mas aja yang ngecek, aku nggak berani" Ucap Aleena. Ia sudah merasa panas dingin, takut hasilnya tak sesuai harapan. Ia belum siap untuk merasakan kekecewaan.
Ivan tak menolak, ia mengerti perasaan Aleena karena ia merasakan kegugupan yang sama. Pria itu mulai membaca petunjuk penggunaan alat tes kehamilan pada kemasan nya, lalu mengikuti langkah-langkahnya. Ia melakukan tes pada 3 alat kehamilan sekaligus untuk mendapat hasil yang lebih meyakinkan.
Ivan menunggu dengan gelisah sambil terus meyakinkan hatinya untuk tidak kecewa pada hasilnya nanti jika berbeda dengan yang mereka inginkan. Mereka baru menikah satu bulan sangat wajar andai memang belum berhasil.
Mata Ivan berkaca-kaca saat melihat ketiga alat tes kehamilan tersebut menunjukkan bahwa telah hadir buah hati mereka di rahim Aleena. Pria itu terpaku dan menatap takjub ketiga benda pipih tersebut, tanpa terasa air matanya berloncatan. Ia tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, rasa haru dan bahagia yang tak terkira.
__ADS_1
"Mas gimana?" Tanya Aleena harap-harap cemas saat Ivan tak kunjung bersuara, posisi Aleena memang membelakangi suaminya. Ia belum berani untuk memutar tubuh menghadap pada Ivan. Rasa gugup yang mendera nya kini melebihi kegugupan nya saat Ivan merebut ciuman pertama dulu.
Tubuh Aleena menegang kala Ivan memeluk erat tubuh nya dari belakang.
"Kita berhasil sayang, kamu hamil." Bisik pria itu. Aleena tercekat mendengar penuturan Ivan, rasanya campur aduk seperti mimpi namun ia menginginkan bahwa ini nyata. Aleena segera memutar tubuhnya menatap pada suaminya yang tengah tersenyum meski dengan wajah bersimbah air mata.
"Kita berhasil sayang, kita akan segera menjadi orang tua" Lanjut Ivan saat melihat Aleena hanya terdiam menatap padanya dengan penuh tanya.
"A-aku hamil mas?" tanya Aleena ingin lebih memastikan bahwa ia tak salah mendengar.
"Iya sayang, kamu hamil." Air mata Aleena menyeruak, keduanya berpelukan erat. Rasa haru menyelimuti sepasang suami istri itu. Ini adalah pagi hari terindah sepanjang hidup mereka. Keduanya tak menyangka Tuhan akan menganugerahkan buah hati secepat ini pada mereka.
'Mama, Aleena beneran hamil. Mama akan punya cucu' air mata Aleena semakin banyak berhamburan. Andai sang mama masih ada pasti mereka bisa merasakan kebahagiaan ini bersama-sama secara nyata. Kini senyum bahagia sang mama hanya mampu Aleena bayangkan dari kenangan yang tersimpan semasa mamanya masih ada.
"Mama kita pasti bahagia di atas sana sayang" bisik Ivan seolah mengerti apa yang tengah Aleena rasakan.
Ivan melepaskan pelukan nya pada tubuh Aleena. Pria itu menghapus air mata yang membasahi pipi Aleena lalu mencium kening istrinya.
"Makasih ya uda bersedia mengandung anak aku" ucap Ivan tulus.
"Iya makasih juga karena kamu uda memilih aku untuk menjadi ibu dari anak-anak kita" balas Aleena, matanya kembali berkaca mengingat perjalanan mereka untuk sampai pada tahap ini juga tak mudah. Ada banyak drama melelahkan yang harus mereka lewati sebelumnya.
Aleena merasa sangat bersyukur karena Tuhan memberikan kebahagiaan yang sempurna dengan menghadirkan buah hati di tengah rumah tangga nya dengan Ivan.
"Sayang, aku pengen kenalan sama anak kita" Bisik Ivan sambil mengusap perut Aleena. Ivan menuntun Aleena keluar dari kamar mandi dan membawa Aleena duduk ke ranjang mereka. Pernyataan Ivan tersebut membuat kening Aleena berkerut, ia berusaha mencari makna ucapan pria itu.
"Ya udah ayo kenalan, ajak dia ngobrol" ucap Aleena sambil membawa tangan Ivan mengusap perutnya.
__ADS_1
"Bukan sayang, aku mau ketemu langsung sama dia" ucap Ivan penuh arti.
"Albert mau kenalan" Lanjut Ivan untuk lebih menegaskan apa yang ia maksud
_______________THe End_____________
🍁🍁🍁
Akhirnya sampai pada Part ini.
Nggak nyangka akhirnya bisa menyelesaikan Novel ke 2 aku.
Makasih banyak untuk apresiasi dari readers semua. Maaf kalau masih banyak banget kekurangan.
Ada ekstra part, tapi nanti ya. Mau fokus dulu sama kisah Loli_Marcell...
Yang penting Ivan_Aleena uda bahagia kan, tinggal menunggu momen kelahiran nanti.
Rania_Sarah ke laut ajalah!
Papa Aleena juga uda mendapatkan karmanya, Jadi tuntas ya nggak ada lagi yang mengganjal? Pecinta Happy Ending garis keras aku tu...
Untuk Pembaca baru yang belum baca ke 2 novel aku yang lain monggo dimampiri dulu.
Ada kisah Alex_Bianca n Brian Bella dalam My Brother's Friend is My Partner sama kisah Marcell_Loli dalam Tragedi Bachelor Party.
Sekali lagi aku mau bilang Makasih sebanyak-banyak nya untuk readers yang sudah berkenan hadir membaca dan mendukung karya aku. Kalian luar biasa...
__ADS_1
Alapiyuuuuuuu ❤️❤️❤️❤️