
"Semalam aku uda batalin pertunangan aku sama Rania" Ucap Ivan. Semalam Ivan pergi ke rumah Rania tentu saja dengan sepengetahuan Aleena.
Hanya saja saat pulang Aleena sudah tertidur hingga ia tak sempat bercerita pada gadis itu, tadi pagi pun mereka buru-buru berangkat ke sekolah. Sekarang saat keduanya tengah santai karena sedang tidak ada jam mengajar Ivan ingin menceritakan secepatnya pada Aleena. Ia tak mau menyimpan terlalu lama.
"Rania setuju? respon om Robert gimana?" Aleena terlihat cemas.
"Aku nggak minta persetujuan dia Al, mau Rania setuju atau nggak yang penting aku uda mengutarakan keputusan aku. Dokter Robert nggak banyak komentar. Aku yakin beliau cukup bijaksana untuk memahami bahwa perasaan nggak bisa dipaksakan" Tegas Ivan.
"Kamu kenapa kelihatan sedih?" Tanya Ivan saat melihat raut wajah Aleena berubah sendu.
"Terlepas Rania uda fitnah aku, kami uda bersahabat lama. Tetap ada hal-hal baik yang uda Rania lakuin ke aku. Aku nggak bisa tutup mata untuk hal itu. Aku cuma merasa prihatin sebagai sesama wanita" Ivan menarik Aleena ke dalam pelukan nya tapi dengan cepat Aleena mendorong tubuh Ivan hingga terlepas.
"Ini di sekolah sayang" ucap Aleena gemas pada Ivan yang seringkali lupa tempat. untung saja sekarang mereka sedang berada di uks karena Aleena malas untuk ke kantor guru sementara jam mengajarnya masih 2 jam lagi.
"Maaf aku kelepasan. Berdua sama kamu selalu bikin aku lupa diri" Ivan terkekeh.
"Untung aja bidan Anya lagi ke luar" Sungut Aleena.
"Oh iya ada yang mau aku tanyain sama kamu, waktu di pertunangan kamu sama Rania kamu ngancam aku nggak boleh ngebocorin pertunangan kamu sama warga sekolah Pelita Harapan. Kenapa? kamu lagi ngedeketin siapa?" Ivan menggelengkan kepalanya karena tuduhan sang kekasih. Pria itu menunjuk kening Aleena dengan telunjuknya.
"Kamu itu suka nuduh yang enggak-enggak. Jujur aja waktu itu aku cuma cari alasan supaya kamu nggak heran kenapa aku nyusul ke toilet. Karena aku juga nggak ngerti kenapa saat itu rasanya pengen banget ngikutin kamu" Ivan terkekeh namun Aleena mengernyitkan kening nya.
"Masa sih?" Aleena masih terlihat curiga.
__ADS_1
"Sumpah sayang, aku tu gengsi aja karena ketauan ngikutin kamu sementara aku selalu pasang wajah jahat ke kamu. Makanya aku bilang gitu tapi emang aku nggak mau ada yang tau perihal pertunangan ku sama Rania, mungkin karena aku melakukan itu dengan terpaksa bukan keinginan hati aku" ucap Ivan lagi.
"Jadi bukan karena ada gadis incaran kamu di sini?" Aleena menatap penuh selidik
"Bukan, dulu aku emang sempat mengincar seseorang. Tapi sekarang gadis incaran aku uda dalam genggaman" Ucap Ivan dengan tatapan menggoda nya. Aleena mencebik kan bibirnya untuk menutupi rasa bahagianya atas ucapan Ivan.
"Duh gemes kalo lagi kayak gini. Pengen bungkus dan cepat-cepat bawa pulang" Ivan mencubit kedua pipi Aleena.
"Sakit sayang" Aleena semakin mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Ivan tak bisa menahan diri, ia dengan cepat mencuri ciuman di bibir gadis itu.
"Mas kalo ada yang lihat gimana" Gerutu Aleena panik.
"Biarin aja, cuma cium doang"
"Adanya di depan situ doang kok sayang"
🍁🍁🍁
Tidur Aleena terganggu karena bunyi ponselnya. Nama Rania tertera di layar, Aleena mencoba mengabaikan panggilan itu namun Rania sepertinya tak berhenti menelfon nya jika ia tak mengangkat.
"Ada apa Ran" Aleena akhirnya menyerah. Ia mengangkat panggilan gadis itu, ia sempat melirik jam dan sekarang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.
"Maaf ya Al ganggu malam-malam, tapi aku lagi sedih banget. Aku nggak ada tempat curhat yang senyaman kamu" Terdengar isakan di seberang sana. Aleena terdiam, ia tak tau harus mengatakan apa. Ia sudah bisa menebak arah pembicaraan Rania.
__ADS_1
"Iya cerita aja kalo itu bisa ngurangin beban kamu" ucap Aleena
"Hati aku sakit banget Al, mas Ivan tiba-tiba membatalkan pertunangan kami padahal kami udah mau nentuin tanggal pernikahan"
"Al, mas Ivan selingkuh dari aku. Dia balikan lagi sama mantan nya yang bernama Sarah makanya dia mutusin aku" Jantung Aleena berdetak hebat, Ia cukup kaget karena Rania tau tentang Sarah.
"Kamu tau dari mana?" Tanya Aleena, meski ia tau ucapan Rania tidak bisa dipercaya namun jika sudah menyangkut nama Sarah Aleena jadi gusar.
"Aku nggak sengaja lihat postingan mantan nya yang ngepost foto mas Ivan dengan caption yang manis" Aleena berusaha menenangkan hatinya, ia tak mau terpancing pada hasutan Rania.
"Mungkin foto lama waktu mereka masih sama-sama Al. Lagian kamu tau dari mana pak Ivan punya mantan yang namanya Sarah?"
"Sarah yang ngehubungin aku duluan di medsos aku karena tau aku sama mas Ivan udah tunangan. Dia cerita semua tentang hubungan nya dengan mas Ivan di masa lalu. Dia bilang mas Ivan cinta banget sama dia, awalnya aku nggak peduli. Aku kira dia cuma mau manas-manasin aku karena cemburu. Eh nggak taunya beneran Al mas Ivan membatalkan pertunangan aku. Tepat setelah itu aku lihat Sarah posting foto mas Ivan dengan pakaian yang sama seperti yang mas Ivan kenakan saat ke rumah untuk membatalkan pertunangan kami" Ucapan Rania terasa begitu nyata dan meyakinkan. Tidak seperti sedang mengada-ada. Kepala Aleena terasa sakit dibuatnya.
"Ya udah kamu sabar aja Ran, semoga segera ketemu jalan terbaik ya" Ucap Aleena. Ia sangat penasaran ingin tau akun medsos Sarah untuk mengecek kebenaran tentang cerita Rania. Tapi Aleena menahan diri untuk tidak bertanya pada Rania karena gadis itu tidak mau Rania curiga.
"Makasih ya Al udah dengerin aku. Seenggaknya aku lega karena uda numpahin unek-unek aku. Doain hubungan aku sama mas Ivan bisa diselamatkan ya Al. Kamu tau sendiri aku cinta banget sama mas Ivan. Sekali lagi Makasih ya Al kamu emang sahabat aku yang paling baik" ucap Rania.
'Tapi kenapa kamu fitnah aku Ran' sayang nya Aleena tak memiliki nyali untuk bertanya langsung tentang hal itu. Yah ia merasa sepengecut itu.
Aleena menghembuskan nafas berat setelah Rania mematikan panggilan nya. Ia jadi gusar, ternyata cemburu itu rasanya benar-benar tidak enak. Ia ingin segera menemui Ivan dan menanyakan semuanya, tapi pasti sekarang Ivan tengah tidur nyenyak. Aleena tak sampai hati untuk membangunkan nya. Mau tidak mau Aleena harus menunggu esok hari dengan perasaan gundah.
🍁🍁🍁
__ADS_1