
Ivan menghampiri Aleena yang sudah duduk di meja makan padahal hari masih begitu pagi. Pria itu tampak heran melihat wajah kuyu Aleena.
"Kamu kenapa sayang? kok kayak lemes banget gitu. Kamu nggak tidur?" Ivan melihat mata panda kekasihnya.
"Semalam jam 1 dini hari Rania telfon. Abis itu aku nggak bisa tidur lagi" ucap Aleena. Ia sudah menanti Ivan sejak satu jam yang lalu. Untung saja hari ini hari libur Aleena tak bisa membayangkan harus mengajar dalam kondisi yang seperti ini.
"Mau ngapain dia nelfon?" Ivan menuangkan susu kemasan ke dalam gelas nya lalu duduk berhadapan dengan Aleena.
"Curhat tentang kesedihan nya diputusin kamu" Aleena menjeda ucapan nya untuk melihat reaksi pria itu.
"Oh ya sayang, kemaren malam sehabis dari rumah Rania kamu langsung pulang atau pergi dulu?"
"Emang aku belum bilang ya? Abis dari rumah Rania kebetulan teman kuliah aku ngajakin Katemuan di kafe nya yang baru buka. Rasanya aku kirim pesan ke kamu deh sayang" ucap Ivan. Aleena sedikit berfikir mengingat apa dirinya sudah membuka pesan yang Ivan kirimkan padanya atau belum.
"Kayaknya nggak ada pesan dari kamu"
Karena Aleena tidak merasa membaca pesan yang Ivan maksudkan.
"Mana ponsel kamu sini aku lihat" Aleena dengan malas menuju kamar untuk mengambil ponsel.
"Tuh nggak ada, cuma spam chat manggil sayang. Ada kali 20an pesan isinya sama semua" Aleena menyodorkan ponselnya pada Ivan saat ia sudah kembali dari kamarnya.
Ivan tampak menscroll riwayat chat nya di ponsel Aleena.
"Tuh ada."
Ivan menunjukkan pesan yang disertai fotonya bersama Rian teman nya.
"Sayang aku mampir ke kafe teman ku sebentar. Nggak lama kok, ilove you ❤️"
__ADS_1
Aleena tersenyum membaca pesan tersebut, Aleena tak sempat membaca nya karena saat membuka pesan fokusnya hanya pada spam chat Ivan yang begitu banyak.
"Oke deh kalo gitu, sekarang aku mau nanya lagi" Aleena terlihat ragu-ragu.
"Ya silahkan nyonya Handoni" Ucap Ivan dengan seringai jahilnya.
Aleena menghela nafas, mencoba meyakinkan diri untuk bertanya pada Ivan agar masalah ini tidak berlarut-larut. Aleena tak akan kuat menyimpan ini terlalu lama
"Kamu ketemu Sarah nggak di sana?" Ivan mengernyit saat Aleena menyebut nama Sarah.
"Enggak! kok kamu bisa kefikiran begitu?" ucap Ivan tak terima atas tuduhan kekasihnya.
"Jadi gini, Rania cerita alasan kamu batalin pertunangan sama Rania itu karena kamu balikan sama Sarah ini. Dia lihat si Sarah ngepost foto kamu dengan pakaian yang sama dengan pakaian yang kamu kenakan saat ke rumahnya. Jadi Rania meyakini sehabis dari rumahnya kamu ketemuan sama Sarah. Kejutan banget kan ternyata Rania kenal Sarah" Aleena masih menatap Ivan dengan pandangan menyelidik. Namun sejauh ini tak nampak ekspresi mencurigakan dari Ivan.
"Ih sumpah si Rania ngarang banget. Jelas-jelas aku nggak ketemu Sarah kok."
"Rania bilang saat awal pertunangan kalian Sarah ngechat Rania bilang kalo dia itu mantan kamu dan kalian saling mencintai. Aku mau tau dong akun medsos nya Sarah pengen buktiin kebenaran ucapan Rania" Ivan kesal namun ia tau Aleena tak akan berhenti curiga kalau belum dibuktikan sendiri.
"Kok bisa lupa?" tanya Aleena heran.
"Aku uda blokir sayang"
"Ya udah buka dulu akun yang kamu blokir biar aku buka pake akun aku" ucap Aleena tak sabar.
"Harus banget?" Aleena mengangguk, mau tak mau Ivan menuruti permintaan Aleena.
Aleena segera mengetikkan nama akun media sosial milik Sarah dipencarian. Hatinya bergetar hebat, takut apa yang Rania bilang benar adanya. Ia tak siap jika harus menghadapi perselingkuhan Ivan meski kenyataan nya status Aleena sendiri adalah selingkuhan.
Beruntung Instagram Sarah tidak di privat jadi Aleena tak perlu memfollow dulu untuk menstalking nya.
__ADS_1
Aleena membulatkan matanya saat melihat foto Ivan dengan senyum tampan nya. Caption yang Sarah tulis tak kalah membuat hati Aleena seperti teraduk.
"Sejauh apapun kamu pergi, cinta sejati akan menuntun mu untuk kembali"
"Ini apa maksudnya?" Aleena menunjukkan temuan nya pada Ivan. Pria itu mengerutkan kening nya.
"Kok bisa? tapi sumpah sayang aku beneran nggak ketemu Sarah di sana. Jangan-jangan Rian jebak aku" Ivan mengepalkan tangan nya. Ia menahan amarah pada Rian jika pria itu dengan tega melakukan nya.
Mata pria itu masih fokus pada foto dirinya yang terpampang di Instagram Sarah, belum lagi komentar-komentar ucapan selamat yang sebagian besar dari teman-teman SMA dan Kuliah yang tau kisah mereka.
Aleena berusaha menata hatinya agar tak terpancing. Ia ingin mempercayai apapun yang akan Ivan jelaskan nanti. Tapi rasanya begitu menyakitkan.
"Sayang ini aku fotonya nggak sendiri. Aku fotonya bersua Rian, nih lihat yah aku punya fotonya" Ivan menunjukkan foto yang sama tapi berdua dengan Rian sementara yang Sarah post kemungkinan sudah gadis itu crop.
"Mungkin dia nyomot di akun nya Rian." Ivan dengan sigap membuka akun medsos Rian. Benar saja Rian memang memposting foto mereka berdua di sana.
"Tuh sayang, kayaknya benar Sarah ambil foto aku di akun nya Rian. Mungkin dia sengaja mau bikin Rania marah dan merusak hubungan aku sama Rania. Kayaknya dia ngira aku dan Rania itu pasangan yang saling mencintai" Ivan terkekeh.
"Masuk akal juga sih" Ucap Aleena setelah memikirkan segala kemungkinan.
"Kasihan juga dia salah sasaran, niatnya mau bikin Rania cemburu dan merusak hubungan aku sama Rania. Aku nggak tau gimana perasaan Sarah saat tau dia tertipu dan mengetahui bahwa hubungan aku sama Rania juga nggak baik" Ivan tertawa lagi.
"Tapi dia berhasil bikin aku cemburu" entah mengapa Aleena tak mau menyimpan rasa cemburunya. Ia ingin Ivan tau bahwa saat ini ia merasa terancam akan keberadaan Sarah.
"Tenang aja, aku bakalan urus Sarah supaya nggak macam-macam" Ivan berpindah duduk ke samping Aleena dan merangkul gadis itu.
"Nggak usah cemburu sama Sarah. Dia cuma bagian kecil dari masa lalu aku. Sama sekali nggak tersisah kenangan saat bersama nya di hati aku. Perasaan ku pada Sarah nggak sedalam itu sayang" Ivan mengusap rambut Aleena.
"Tapi kalau Sarah melakukan segala cara untuk kembali sama kamu gimana?" Aleena tak bisa menutupi rasa takut di hatinya untuk kemungkinan buruk yang akan terjadi.
__ADS_1
"Kekuatan cinta kita akan mengalahkan segala upaya buruk mereka sayang. Selagi kita saling percaya dan menjaga kepercayaan masing-masing aku yakin seberat apapun masalahnya kita tidak akan pernah goyah" Aleena mengangguk. Ia merasa lega mendengar ucapan Ivan.
🍁🍁🍁