
"Aku tau aku bersalah, tapi kamu harus dengerin dulu alasan aku" ucap Ivan.
"Aku lagi nggak mau denger alasan apapun. Aku ingin sendiri dulu" Aleena memalingkan wajahnya. Ia ingin menunjukkan bahwa apa yang sudah Ivan lakukan padanya sungguh menyakiti hatinya.
"Kamu harus dengar Aleena, jangan hanya menuruti emosi. Jangan sampai ego menghancurkan hubungan kita" tegas Ivan. Pria itu benar-benar menunjukkan dominasi nya.
"Kebohongan kamu yang menghancurkan hubungan kita mas, kepercayaan aku kamu lukai"
"Maaf, aku akui aku salah. Aku nggak sengaja. Dengerin dulu ya aku mau cerita" Ivan melunak.
"Aku masih kecewa, aku nggak mau dengar apapun sekarang" Aleena kukuh dengan pendirian nya.
"Sayang please, jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Kita harus selesaikan masalah ini secepatnya" Ivan mulai dilanda ketakutan melihat sikap Aleena.
"Aku sama sekali nggak bermaksud buat bohongin kamu. Kamu harus dengerin cerita aku sayang" Ivan menangkup wajah Aleena, mengarahkan agar menatap padanya.
"Dengerin aku ya?" Aleena akhirnya tak membantah lagi. Karena ia sangat tau Ivan tak akan pernah bisa dibantah.
"Seperti yang kamu tau, aku sama Sarah pernah pacaran cukup lama. Sampai akhirnya dia mengkhianati aku. Aku menutup semua akses komunikasi dengan nya, sejauh ini berhasil dia nggak pernah berhasil untuk ganggu aku lagi. Sampai tadi siang ada nomor baru yang ternyata adalah Sarah mengirimkan chat meminta bertemu. Aku nggak balas pesan dari dia Al. Aku yakin dia dapat nomor aku dari Rian gara-gara dia melihat foto kami berdua tempo hari. Tapi dia nekat ngirimin foto-foto kami yang cukup dekat di masa lalu ke aku" Terlihat Ivan sangat berat menceritakan mengenai foto itu.
"Dia mengancam akan memasang foto-foto itu di Instagram nya kalo aku nggak mau ketemu dia. Andai aja aku saat ini sedang tidak bersama siapapun aku nggak akan pernah peduli sama ancaman nya. Tapi karena saat ini aku memiliki kamu maka aku harus menjaga perasaan kamu. Aku nggak mau kamu berfikiran macam-macam jika melihat foto itu terpajang di medsos nya. Karena itu aku mau menemuinya sekaligus untuk mengingatkan dia untuk tidak mencoba macam-macam sama aku" ucapan Ivan harus terputus saat Aleena mengangkat tangan nya.
"Foto seperti apa memang nya?" Tanya Aleena penuh selidik. Otaknya mulai berfikir macam-macam.
__ADS_1
"Nggak seperti yang kamu fikirkan Al. Hanya foto ciuman dan pelukan. Sumpah nggak lebih!" Namun nyali Ivan cukup menciut melihat reaksi Aleena.
"Kalian uda pernah ngelakuin apa aja?"
"Sebatas ciuman dan pelukan aja, nggak sejauh yang pernah kita lakuin" Ucap Ivan. Wajah Aleena memerah ketika Ivan malah mengingatkan percumbuan mereka selama ini.
"Kenapa waktu aku telfon kamu malah bohong sama aku? Kamu bilang sedang ada kerjaan"
"Iya aku sadar di sanalah kesalahan fatal aku. Tapi aku nggak sepenuhnya bohong kan? aku emang lagi ada kerjaan. Kerjaan nya ya mengurus Sarah agar tak mengganggu hidup aku lagi. Sayang Aku masih emosi saat kamu telfon makanya aku jawab seadanya. Aku nggak mau kamu salah paham kalo aku bilang lagi ketemu Sarah. Aku berniat buat ceritain sejujur-jujurnya setelah kita ketemu. Tapi ternyata kamu tetap aja salah paham. Al kamu nggak tau gimana susah nya aku nahan emosi supaya nggak sampai nyakitin Sarah secara fisik karena dia wanita dan alangkah pengecutnya aku andai aku mengotori tanganku dengan menyakitinya. Karena itu aku benar-benar nggak fokus saat kamu telfon aku." Aleena melihat kejujuran di mata Ivan. Ia juga dapat melihat ketakutan pria itu.
"Percaya sama aku ya Al. Aku nggak ada niat lain ketemu Sarah. Kalo nggak terpaksa aku ogah banget ketemu dia sayang. Aku ketemunya juga cuma sebentar, nggak sampai 30 menit. Aku uda memperingatkan Sarah supaya jangan pernah mengusik aku lagi." Aleena tak menjawab. Ia masih kesal meski alasan Ivan bisa diterima oleh akal sehatnya.
"Tapi tetap aja kamu uda mengkhianati aku"
"Mengkhianati apa sayang? aku nggak pernah mengkhianati kamu!" Ucap Ivan panik.
"Iya aku minta maaf. Seperti yang uda aku bilang andai aja dulu aku tau akan ketemu kamu aku pasti akan menutup rapat-rapat hati aku buat siapapun. Supaya aku benar-benar utuh milik kamu dan belum tercemar wanita mana pun. Aku sadar aku nggak pantas buat kamu yang masih terjaga tubuh dan hatinya cuma buat aku. Tapi boleh nggak aku yang buruk ini dikasih kesempatan untuk memiliki kamu? maafin masa lalu aku Al" Aleena merasa bersalah mendengar kalimat terakhir Ivan. Rasa cemburu memang meresahkan!
"Oke aku mau maafin kamu. Tapi kamu harus pergi, aku lagi pengen sendiri. Walaupun alasan kamu masuk akal tapi tetap aja aku masih kecewa. Jadi kalo kamu memang mau memperbaiki semuanya kamu harus kasih aku ruang untuk menenangkan perasaan aku. Aku mau kamu ngertiin aku" ucap Aleena.
"Tapi kamu nggak akan ninggalin aku kan Al?" Tanya Ivan penuh harap. Aleena menganggukkan kepalanya.
"Kita juga tetap menikah kan?" Aleena tak langsung menjawab. Jelas saja hal itu membuat Ivan gelisah.
__ADS_1
"Aku nggak akan pergi kalo kamu nggak jawab"
"Iya" Jawab Aleena singkat.
"Berapa lama kamu di sini?"
"Maunya lama, tapi sewa kamarnya mahal" Ivan terkekeh mendengar keluhan Kekasihnya.
"Nanti setelah kita menikah kalo emang kamu mau kita bisa menginap di sini berapa lamapun kamu mau. Kalau sekarang cukup malam ini aja ya?" Ivan sudah terbiasa dengan keberadaan Aleena karena itu rasanya tak rela andai harus berpisah dari gadis itu.
"Ya udah sana buruan pergi" Usir gadis itu.
"Besok pagi aku jemput ya. Jangan pernah berniat lari dari aku" Ivan mengusap pipi Aleena dan menatap nya sendu.
"Makanya jangan coba-coba buat bohongin aku"
"Aku janji" Ivan mendekatkan wajahnya pada wajah Aleena. Gadis itu tak bisa mengelak karena satu tangan Ivan memeluk pinggangnya dengan erat sementara tangan yang lain meraih tengkuknya. Ivan menyesap dalam bibir gadis itu, mel *umat nya dengan penuh perasaan.
Ivan menempelkan kening keduanya setelah melepaskan pertautan bibir mereka. Bibir Aleena yang basah dan memerah membangkitkan hasrat Ivan. Namun karena mood Aleena yang sedang buruk Ivan harus menahan dirinya.
"Aku boleh ya nemenin kamu?" Ivan merasa berat meninggalkan Aleena.
"Kalo kamu tetap maksa aku nggak mau nikah sama kamu" Ivan menghela nafas berat.
__ADS_1
"Oke. Tapi janji ya besok jangan ngambek lagi. Saat aku jemput kamu udah harus bersikap seperti sebelumnya"
🍁🍁🍁🍁