Affair Dengan Tunangan Sahabatku

Affair Dengan Tunangan Sahabatku
Chapter 47


__ADS_3

Aleena tak bisa menahan laju air mata kala namanya disebut dalam sumpah pernikahan yang Ivan ucapkan.


Hari ini akhirnya tiba, hari di mana Ivan telah memilikinya secara resmi di hadapan Tuhan dan juga negara. Kini hidupnya berada di tangan pria itu sepenuhnya. Wajah sang mama berkelebat memenuhi benak nya, andai saja mamanya masih ada mungkin ia akan merasa sangat bahagia karena putrinya kini sudah menemukan laki-laki yang akan melindunginya.


'Aleena tak lagi sendiri ma, ada suami Aleena yang akan menggantikan peran mama selama ini. Aleena akan memenuhi janji Aleena untuk memberi mama cucu yang banyak. Mama bahagia di sana ya ma, seperti hal nya Aleena yang akhirnya merasakan kebahagiaan lagi' batin gadis itu.


Air matanya semakin deras mengalir kala mencium tangan pria yang sudah resmi menjadi suaminya, juga saat Ivan mendaratkan kecupan hangat di keningnya.


Ivan menangkup wajah Aleena, matanya terlihat berkaca-kaca namun senyuman tersungging di bibir Ivan.


"Aku mencintaimu istriku, terima kasih sudah bersedia menjadi pendampingku. Tetaplah di sisiku hingga helaan nafas terakhir ku" Bisik Ivan. Aleena menganggukkan kepalanya berulang kali.


"Terimakasih sudah memilihku, menjadikanku utuh dan membuatku merasakan kebahagiaan yang sempurna" balas Aleena dengan suara bergetar. Rasa haru memenuhi benaknya. Ivan memeluk erat tubuh Aleena yang masih terus menangis.


Aleena masih tak menyangka akan menjadi bagian dari hidup Ivan cinta pertama nya. Pria itu datang di penghujung harapan nya ketika Aleena sudah memutuskan menghentikan impian nya untuk bersama Ivan yang sudah menjadi tunangan sahabatnya.


Setelah prosesi pengucapan janji pernikahan usai acara dilanjutkan dengan serangkaian acara resepsi. Mereka sengaja untuk melaksanakan acara nya dalam satu waktu karena tak mau menghabiskan tenaga dengan rangkaian pesta yang melelahkan.


Para tamu undangan didominasi oleh kolega bisnis papa Ivan tak heran jika pesta itu digelar dengan begitu mewah. Dari pihak Ivan ada beberapa sahabat yang ia undang serta guru-guru dan pegawai dari Pelita Harapan. Sementara teman-teman Aleena tak ada satupun yang datang karena selama ini Aleena tak memiliki teman dekat selain Rania. Tentu saja gadis itu tak akan sudi menghadiri pernikahan nya.


Beberapa tamu mulai bergantian naik ke atas panggung untuk mengucapkan selamat kepada Ivan dan Aleena. Sementara yang lain nya masih menikmati hidangan dan beberapa tamu lagi masih menikmati hiburan yang disuguhkan

__ADS_1


Ivan menggenggam tangan istrinya erat saat tanpa mereka duga Sarah menghampiri mereka dengan senyum tak terbaca. Keduanya tak menyangka wanita itu datang, entah mendapat informasi dari mana hingga ia tau pernikahan Aleena dan Ivan digelar hari ini.


"Selamat, semoga dia memang gadis pilihan mu. Bukan sekedar pengalihan dari patah hatimu terhadap ku" Sarah menatap dalam pada Ivan. Pria itu begitu geram, sepertinya Sarah tengah berusaha untuk mempengaruhi Aleena dengan ucapan nya yang penuh provokasi.


"Memang nya seberapa berharga kamu sampai aku harus mengalami patah hati yang dalam dan mencari pelarian untuk melupakan kamu?" Ivan mencebik sinis.


"Jangan terlalu percaya diri, bagiku kamu sama sekali tidak berharga. Di detik pertama aku tau bahwa kamu melemparkan tubuh mu pada pria hidung belang di detik itulah semua perasaan ku padamu habis tak bersisah. Di mataku kamu tak lebih hanya sampah. Enyah dari hadapanku sekarang atau aku akan benar-benar menghancurkan mu" Ivan geram menyadari bahwa ancaman nya tempo hari tak membuat nyali Sarah menciut.


"Oh ya? aku jadi penasaran apa kamu akan mengucapkan hal yang sama saat kita hanya berdua" Sarah tersenyum miring ke arah Aleena yang tampak tenang.


"Kamu tau suamiku sangat mengerikan, lebih baik turuti perintahnya. Ketika ia bilang enyah maka pergilah dengan segera" Masih dengan senyum sinis nya Sarah mendekatkan bibirnya pada telinga Aleena.


"Ivan tak akan tega menyakiti wanita yang selalu menghangatkan ranjang nya di masa lalu" Bisik gadis itu sambil berlalu. Jantung Aleena berdenyut, namun dengan cepat Aleena segera menepisnya. Ia tau Sarah sengaja ingin menghancurkan moodnya. Ia tak boleh terpancing karena itu memang keinginan Sarah. Tentu saja Aleena tak akan pernah membiarkan Sarah menang. Ivan adalah suaminya sekarang, Aleena tak akan membiarkan siapapun mengusik kehidupan nya dan Ivan. Ia harus menjadi wanita yang kuat, agar bisa menjaga keutuhan rumah tangganya dan melindungi dari para perusak seperti Sarah dan Rania yang Aleena yakini belum akan berhenti mengejar cinta suaminya.


"Dia bilang kamu nggak akan tega nyakitin wanita yang selalu menghangatkan ranjang mu" ucap Aleena santai sambil tersenyum pada suaminya.


"Aku nggak akan terpengaruh, jangan khawatir" lanjut Aleena saat melihat wajah shock suaminya.


"Ah terima kasih sayang, aku mencintaimu" Ucap Ivan. Pria itu begitu lega mendengar penuturan Aleena. Tadinya ia sudah sangat panik, takut Aleena akan terpancing pada ucapan bohong Sarah.


"Aku juga mencintaimu" Balas Aleena. Keduanya tersenyum mengejek ke arah Sarah yang masih berdiri dengan tak tau dirinya sambil menatap pada sepasang pengantin itu.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa datang ke sini mas? siapa yang mengundang?" Tanya Aleena penasaran.


"Mungkin dia datang bersama sugar daddy nya yang kebetulan kolega bisnis papa sayang. Sudahlah tak perlu memusingkan hal itu, Sarah tak sepenting itu untuk masuk dalam pembahasan ketika sedang duduk bersanding di pelaminan" ucap Ivan yang membuat Aleena menahan tawanya. Ucapan dan ekspresi Ivan begitu menggelitik.


"Lebih baik fikirkan bagaimana caranya menciptakan malam pertama yang indah dan tak terlupakan malam nanti" Bisik Ivan sambil menyeringai. Seketika wajah Aleena memerah.


"Apa pantas membahas hal itu saat di pelaminan?" Ucap Aleena sedikit sewot.


"Pantas-pantas saja, siapa yang mau melarang?" Balas Ivan.


Aleena angkat tangan, ia memutuskan untuk menghentikan perdebatan mereka. Ivan memang selalu begini. Selalu tak peduli tempat saat ia sedang ingin membahas perihal urusan ranjang.


"Berapa lama lagi acaranya? aku udah nggak sabar untuk menyantap istriku." Gumam Ivan yang membuat Aleena membulatkan matanya, ia tak habis fikir pada isi kepala suaminya itu. Di saat pesta masih berlangsung bisa-bisanya otak pria itu berfikir ke arah sana.


"Sayang kita kabur aja yuk? biarin papa dan kak Celine yang melanjutkan acaranya. Lebih baik kita coba menu utama. Aku penasaran bagaimana rasanya, selama ini kita baru mencoba menu pembukanya aja" Aleena tak bisa berkata apapun lagi, ia benar-benar kewalahan menghadapi Ivan yang tengah berada pada mode mesumnya.


"Mas malu nanti di dengar orang" protes Aleena, Karena para tamu masih bergantian menyalami mereka.


🍁🍁🍁


Maaf ya telat lagi dan cuma 1 chapter karena ini aja maksain banget. Aku tu lagi super duper sok sibuk di RL... 🥰🥰

__ADS_1


Kemaren bukan nggak up ya, dari siang aku uda up. Lulus review baru tadi pagi. Sebenar nya bukan aku aja karena emang NT nya lagi mengerror, semoga kali ini lancar yaa...


__ADS_2