
Aleena merasakan tubuhnya meremang kala tangan Ivan melingkar di perutnya saat ia tengah berusaha melepaskan berbagai aksesoris yang melekat di tubuhnya. Belum lagi saat hembusan nafas pria itu mengenai telinga hingga lehernya.
Ivan memejamkan matanya menghirup aroma tubuh Aleena yang membangkitkan hasratnya. Ia sudah tidak sabar ingin mencicipi setiap inchi tubuh Aleena secara bebas tanpa penghalang.
"Sayang jangan seperti ini, aku mau bersihin make up. Aku capek banget mau istirahat abis ini" Ivan memutar tubuh Aleena dengan cepat agar menghadap kepadanya.
"Istirahat? tidak bisa nyonya! kamu harus memanjakan nya dulu" Ivan membawa tangan Aleena memegang bagian bawah tubuhnya yang terasa begitu gagah dan bersemangat.
"Mas apaan sih" Aleena menarik tangan nya. Wajahnya terasa panas.
"Kamu bisa ngerasain kan? masa kamu mau ngecewain dia. Padahal kan Albert uda lama banget menantikan momen ini" ucap Ivan. Aleena menatap cepat pada suaminya.
"Albert? siapa Albert mas?" Aleena mulai resah. Jangan-jangan Ivan menjualnya dengan pria bernama Albert. Gadis itu hampir menangis.
"Dia, Kenalan dulu ya kalian emang belum kenalan secara resmi. Ini namanya Albert" Ivan kembali menarik tangan Aleena dan meletakkan pada miliknya yang terasa semakin kokoh dan gagah.
Mulut Aleena menganga, ia kehabisan kata untuk menanggapi suaminya yang semakin gila.
Gadis itu membalikkan badan nya dan melangkah menuju kamar mandi meninggalkan Ivan yang tampak kebingungan melihat ulah istrinya.
"Sayang kenapa malah pergi" Ivan meraih tangan Aleena.
"Aku mau mandi" Ucapnya, ia kewalahan meredakan degupan jantung nya. Memegang Albert 2 kali membuat Aleena merasa bergidik. Selama ini mereka memang seringkali melakukan penuntasan hasrat dengan cara melakukan kegiatan seperti hasil penemuan Ivan yang tak sengaja. Namun memang hanya sebatas itu, Aleena tak pernah memegang Albert.
Aleena menggelengkan kepalanya kala menyadari bahwa otak nya mulai terkontaminasi kegilaan Ivan hingga ikut-ikutan menyebut milik Ivan dengan sebutan Albert.
__ADS_1
Ah kenapa harus Albert, Aleena jadi membayangkan teman sekolah dasarnya yang bernama Albert. Teman nya itu berkulit gelap dan pendek, apakah itu artinya Albert milik Ivan sama dengan Albert teman nya yang berkulit gelap dan bertubuh pendek?
Aleena ingin berteriak karena pemikiran-pemikiran absurd yang menyinggahi otaknya.
"Kamu kenapa hey?" Rupanya Ivan sejak tadi mengamati ekspresi Aleena yang berubah-ubah.
"Aku mandi dulu, setelah itu kamu" Aleena langsung menuju kamar mandi sebelum Ivan kembali menghentikan nya. Ia harus segera membunuh semua pemikiran bodoh yang bersemayam di otaknya saat ini dengan mengguyurkan air dingin ke sekujur tubuhnya.
Sementara Ivan menatap Aleena dengan kening berkerut. Ia benar-benar bingung melihat tingkah aneh istrinya.
🍁🍁🍁🍁
Aleena menunggu dengan gelisah, entah mengapa ia begitu gugup membayangkan apa yang akan Ivan lakukan padanya malam ini.
Jantungnya berdetak 3 kali lebih cepat saat handle pintu kamar mandi diputar. Ia yakin wajahnya kini juga memerah karena saat ini ia merasakan panas pada sekujur tubuhnya. Darahnya terasa mengalir dengan cepat.
"Apa aku tampan?" Aleena tak menyadari bahwa suaminya kini sudah berada di dekatnya. Pria itu membungkukkan badan nya agar wajah mereka sejajar.
"I-iya kamu tampan" jawab Aleena gugup.
"Tentu saja, kalau aku tidak tampan mana mungkin istri cantikku ini akan terpikat" Ivan memainkan alisnya dengan seringai yang semakin membuat tubuh Aleena bergetar.
Gadis itu memejamkan matanya saat Ivan menyusuri wajahnya menggunakan telunjuk, mulai dari kening turun ke bagian telinga hingga dagu. Tubuhnya meremang,
"Aku menginginkan mu" Suara Ivan berubah serak. Aleena membuka matanya, menatap pada mata Ivan yang diselimuti kabut hasrat yang begitu tebal. Aleena membeku, tenggelam dalam gelombang cinta yang Ivan alirkan.
__ADS_1
"Aku menginginkan mu sayang" Ulang Ivan saat tak mendapat respon dari Aleena. Gadis itu begitu terpana pada pahatan tampan wajah suaminya.
"Aku milikmu" Bisik Aleena akhirnya.
Ivan menyeringai, ia meraih dagu Aleena. Mengusap bibir istrinya yang tampak merekah. Gairah nya berkobar, Ivan menyatukan bibirnya menyesap nya dengan sedikit kuat dan rakus. Ia benar-benar dibuat mabuk oleh pesona Aleena yang seolah tak pernah pudar.
Ia merebahkan tubuh Aleena tanpa melepaskan pertautan bibir mereka, ia mengambil posisi di atas gadis itu. Ivan melepaskan tautan bibirnya lalu menyusuri pipi Aleena hingga gadis itu merasakan gelenyar dahsyat. Nafasnya kian terengah kala bibir Ivan menyusuri telinga hingga lehernya. Aleena tak bisa menahan *rangan nya karena sentuhan bibir Ivan begitu melenakan. Pria itu menyesap lehernya meninggalkan jejak kemerahan di sana.
Tangan Ivan mulai menjelajah bagian sensitif tubuh Aleena. Ia mengusap lembut bagian atas tubuh istrinya yang membulat indah. Sementara bibir nya sibuk menyesap bibir dan leher Aleena secara bergantian membuat tubuh Aleena terasa mengawang. Tubuhnya seakan terlempa
Ivan seperti hewan buas yang menemukan mangsanya. Tangan nya semakin liar menyusuri lekukan tubuh Aleena.
Ivan tiba-tiba menghentikan aksinya, ia menatap pada wajah Aleena yang terengah.
"Aku ingin melihat keseluruhan dirimu" Bisik nya. Tubuh Aleena memanas, ia merasa ragu. Tak ada siapapun yang pernah melihat tubuhnya selama ini. Tapi bukan kah Ivan sudah sah menjadi suaminya? pria berhak atas keseluruhan dirinya. Sudah sepatutnya ia melakukan penyerahan diri secara penuh pada pria itu.
"Lakukanlah" ucap Aleena akhirnya. Ivan tersenyum dengan mata berbinar. Sebentar lagi ia akan melihat keindahan istrinya secara menyeluruh.
Ivan meraih bahu istrinya, menurunkan tali gaun tidur gadis itu. Aleena memejam kan matanya saat Ivan menyentak gaun nya hingga terlepas ia merasa malu karena Ivan kini dapat melihat tubuh nya. Meski masih tersisah bra dan cd nya.
Ivan terpana menatap pahatan indah tubuh Aleena. Gairah nya kian menggelegak tak terkendali.
"Sangat indah" Gumam Ivan dengan senyum bahagia. Matanya terus menikmati pemandangan indah di hadapan nya.
Setelah puas memandangi tubuh istrinya Ivan mendekatkan kembali wajahnya pada wajah Aleena, lalu menyesap bibir gadis itu semakin dalam. Awalnya lembut namun berubah sedikit kasar dan rakus. Ivan beralih menciumi bagian leher dan dada Aleena secara bebas. Keduanya kembali diliputi hasrat yang kian menggebu. Ivan membelai lembut tubuh Aleena dengan tangan nya membuat tubuh gadis itu menggigil dalam dekapan lengan kokoh suaminya.
__ADS_1
Tubuh Aleena menegang kala tangan Ivan turun menelusup ke dalam segitiga yang menutupi padang rumput miliknya. Aleena menahan nafas kala jemari Ivan mulai menyapa dan membelai di bagian sana.
🍁🍁🍁