Affair Dengan Tunangan Sahabatku

Affair Dengan Tunangan Sahabatku
Chapter 49


__ADS_3

Tubuh Aleena menegang kala tangan Ivan turun menelusup ke dalam segitiga yang menutupi padang rumput miliknya. Aleena menahan nafas ketika jemari Ivan mulai menyapa dan membelai di bagian sana.


Dada Ivan berdesir, ada kebahagiaan bercampur rasa bangga yang diam-diam menelusup ke dalam hatinya saat ia menyentuh inti Aleena yang masih terasa alami belum terjamah oleh siapapun sebelumnya. Respon tubuh Aleena atas sentuhan nya cukup membuktikan bahwa ini pertama kalinya bagi Aleena.


Ivan semakin tidak sabar, ia ingin segera melihat rangkaian pegunungan dan padang rumput milik istrinya tanpa penghalang apapun.


"Aku mau kamu sekarang sayang, secara utuh" bisik Ivan sambil menatap mata Aleena dengan tatapan yang selalu berhasil membuat dada Aleena berdetak dengan kencang.


"Aku milik kamu, lakukan sesuka mu" jawab Aleena lirih.


Ivan beranjak dari posisinya, ia melepaskan celana pendek yang melekat di tubuhnya. Seketika mata Aleena membulat dengan mulut ternganga. Bayangan Albert teman semasa sekolah dasarnya yang berkulit gelap dan bertubuh pendek sirna seketika saat melihat wujud Albert milik Ivan. Berdiri dengan begitu gagah, berkulit bersih, tinggi dan tentu saja terlihat seksi!


"Tom Cruise!" Gumam Aleena tanpa sadar.


"Apa maksudmu sayang?" Ivan ternyata mendengar gumaman istrinya.


"Dia lebih cocok diberi nama Tom Cruise, Albert tidak seperti itu" Ivan tampak bengong sesaat. Namun setelah berhasil mencerna ucapan istrinya pria itu mengeram.


"Ini bukan saatnya meributkan soal nama sayang" Ucapnya sambil melepaskan segitiga yang masih melekat di tubuh Aleena. Ia tak kalah terpana melihat padang rumput Aleena yang begitu segar dan terawat. Wajah gadis itu memanas saat menyadari tatapan penuh pemujaan pada miliknya. Aleena merapatkan kakinya karena malu namun Ivan segera menghalanginya.


"Jangan, biarkan seperti itu. Albert harus mengenali medan yang sebentar lagi akan ia jelajahi" Ucap pria itu santai tanpa peduli pada rasa malu yang menggulung Aleena dengan wajah semerah udang goreng.


Ivan ingin melihat lebih, ia melepaskan kain yang menutupi dua gunung yang menjulang indah. Seperti yang ada dalam bayangan nya, Ivan dibuat terpesona memandangi bulatan padat yang terlihat kenyal dengan puncaknya yang berwarna pink alami. Dari bentuknya Ivan semakin meyakini bahwa dirinyalah penjelajah pertama gunung itu.


"Kamu sempurna sayang" Ucap Ivan. Ia mulai mendaratkan jari jemarinya pada lekukan-lekukan menantang pada tubuh istrinya.


Tangan pria itu mulai menjelajah padang rumput segar milik Aleena, Jari Ivan menyibak rerumputan yang tumbuh di sana untuk mencari goa yang nantinya akan menjadi destinasi penjelajahan Albert.

__ADS_1


Lenguhan meluncur dari bibir Aleena kala jari Ivan berhasil menemukan nya, menyentuh dan mulai menyibak pintu goa yang masih tampak begitu rapat. Tampak nya Albert akan sedikit kesulitan untuk masuk ke sana nantinya.


Ivan menyatukan bibirnya pada bibir Aleena memberikan gigitan kecil agar gadis itu memberikan akses bagi lidahnya untuk menerobos masuk dan bercengkrama di sana. Sesapan dan luma *tan Ivan semakin dalam seiring pergerakan jarinya membelai celah goa untuk memudahkan jalan Albert untuk masuk ke dalam sana. Aleena dibuat melayang, rasa nikmat dan menggelitik membuatnya hampir gila. Ia tak menyangka rasa yang mendera nya akan seperti ini.


Permainan yang ia dan Ivan lakukan selama ini ternyata belum seujung kuku jika dibandingkan dengan yang ia rasakan kini.


Aleena mengejang semakin menggila ketika bibir Ivan menyapa dan memberikan sesapan halus lalu kasar secara bergantian pada bagian puncak gunung, gadis itu merintih menahan gelombang rasa yang membuatnya terbakar.


"Sa-sayangh" Rintih Aleena yang semakin membuat Ivan bersemangat. Perpaduan antara gesekan jari pada bagian intinya serta sesapan bibir pada puncak gunung nya menciptakan gelenyar hebat pada perut bagian bawah Aleena. Sesuatu terasa menekan hingga akhirnya gadis itu tak lagi sanggup membendung luapan nikmat yang mendera. Lenguhan panjang terdengar seiring tubuhnya yang menegang.


Ivan tersenyum, wajah Aleena terlihat begitu menggoda dengan keringat yang memercik dan nafas terengah. Ia baru saja mendapatkan pelepasan pertamanya. Tentu saja Ivan merasa begitu bangga.


Ia mencium kening Aleena dan mengusap lembut rambutnya. Pria itu membiarkan Aleena menikmati sisah-sisah pelepasan yang baru saja mendera.


"Sudah siap menikmati menu utamanya?" Tanya Ivan ketika mata Aleena terbuka. Wajahnya masih menyisah kan rona merah.


Melihat kabut gairah Ivan Aleena mengangguk. Ia berusaha untuk menekan rasa takutnya.


Ivan menuntun tangan Aleena untuk memegang Albert. Tubuh gadis itu meremang saat kulitnya menyentuh Albert tanpa penghalang apapun untuk pertama kalinya.


Ivan menuntun tangan Aleena untuk memberikan elusan, sepertinya Albert sangat menyukai sentuhan Aleena, terbukti saat merasakan tangan halus gadis itu Albert langsung menunjukkan kegagahan nya dengan berdiri tegak begitu menantang. seolah ingin menunjukkan pesona nya pada gadis itu.


Elusan tangan Aleena membuat Ivan merasakan aliran kenikmatan yang menyusuri seluruh sel-sel di tubuhnya dan mengalir cepat ke otak.


"Aku uda nggak tahan sayang, sekarang yah?" Bisik Ivan di telinga Aleena. Lagi-lagi Aleena hanya bisa mengangguk.


Ivan mulai membawa Albert menuju goa yang tersembunyi di balik padang rumput. Tubuh Ivan seperti tersengat listrik kala Albert mulai menyentuh pintu goa yang terasa lebih licin akibat stimulasi yang Ivan lakukan sebelumnya. Ivan mendorong Albert agar lebih masuk, dan terdengar des ahan dari bibir Aleena saat gadis itu merasakan benda asing yang sedang berusaha menjelajahinya.

__ADS_1


Ivan kembali mendorong Albert agar lebih masuk ke dalam goa yang begitu sempit. Ivan melihat kerutan di kening Aleena kala Albert sudah masuk sebagian dan terhenti karena ada pintu lain yang menghalangi pergerakan nya.


"Tahan ya?" Bisik Ivan sambil mendaratkan kecupan manis di bibir Aleena. Ia mengusap lembut pipi gadis itu.


"Rileks sayang" Bisik Ivan lagi.


Ivan mengambil ancang-ancang untuk masuk semakin dalam kala melihat kerutan di kening Aleena mulai menghilang.


Setelah menghela nafasnya, Ivan menghentak tubuhnya hingga ia bisa merasakan sesuatu yang terkoyak di bawah sana serentak dengan jeritan tertahan Aleena. Keringat gadis itu kembali memercik, bahkan ada air mata yang mengalir dari sudut matanya yang terpejam erat.


"Maaf" Bisik Ivan sambil menciumi seluruh wajah Aleena. Tampak jelas kesakitan di sana karena itu Ivan diam beberapa saat.


Iva dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa di ujung miliknya. Goa yang hangat namun basah memberikan sensasi yang luar biasa.


"Aku menyakitimu?" Tanya Ivan saat Aleena menatap nya dengan sendu.


"Aku bahagia" Jawab Aleena dengan mata berkaca-kaca. Ia sangat bahagia bisa memberikan harta berharganya pada Ivan pria yang sangat ia cintai.


"Terimakasih sudah menjaganya untukku" ucap Ivan, matanya ikut berkaca-kaca. Ia bahagia namun setitik penyesalan ikut hadir kala mengingat dulu ia pernah meragukan kesucian Aleena. Kini terbukti sudah Aleena nya masih murni belum tersentuh tangan asing sama sekali. Ia patut berbangga karena menjadi pria pertama dan satu-satunya bagi gadis itu. Oh tidak mulai sekarang Aleena sudah utuh menjadi wanitanya.


"Lanjutkan sayang" ucap Aleena meski bagian sana masih terasa nyeri dan perih. Namun ia tak tega membiarkan Ivan menahan gairah yang tengah menggulungnya.


"Tapi aku akan menyakitimu" Ucap Ivan ragu. Aleena menggelengkan kepalanya


"Ini nikmat" Bisik Aleena, yah dia berbohong. Namun ia ingin Ivan mengambil hak nya tanpa harus merasa bersalah.


"Benarkah?" mata Ivan berbinar penuh kebahagiaan. Ivan mulai menggerakkan perlahan tubuhnya, membiarkan Albert mulai melakukan penjelajahan nya.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Hufttt.... Nulis adegan kayak gini tu susah banget supaya readers ngerasain feelnya. Maaf ya kalo banyak kurang nya.... 😪😪😪🙄🙄🙄


__ADS_2