
Aleena heran pada sikap Ivan, tidak biasanya pria itu meninggalkan nya meski ada urusan penting sekalipun. Biasanya Ivan akan menyempatkan diri menjemputnya. Lagipula sesibuk apapun Ivan tetap sempat untuk mengirimkan chat meski hanya berupa kalimat gombalan receh sementara sekarang ponselnya bahkan tidak aktif.
Aleena jadi berfikir yang tidak-tidak, ia takut pria itu diam-diam memang masih berhubungan dengan Sarah. Gadis itu jadi tak sabar untuk segera pulang. Menunggu 2 jam terasa begitu lama. Jarum jam berjalan begitu gemulai di saat gelisah begini.
Iseng-iseng Aleena membuka akun Sarah, tidak ada postingan terbaru setelah memposting foto Ivan. Aleena menscroll sampai ke bawah-bawah, ternyata Sarah masih menyimpan foto-foto Ivan saat mereka masih bersama dulu.
Aleena tersenyum getir melihat foto-foto kebersamaan mereka, padahal kisah mereka sudah lama usai namun rasa cemburu masih saja menyelinap masuk ke dalam hati gadis itu. Karena tak ingin mengotori hatinya lebih jauh Aleena menutup akun Sarah.
'Bodoh!" Gerutu Aleena pada dirinya sendiri. Gara-gara melihat foto Ivan dan Sarah hatinya malah makin gusar sekarang. Setan benar-benar pandai memanipulasi perasaan nya. Saat sedang cemburu seperti ini semua ucapan Ivan tentang perasaan cinta padanya seakan tak berarti. Yang tersisah hanya keraguan.
Aleena menghela nafas dan membuang nya kasar. Ia berusaha menenangkan hatinya dan meyakinkan diri bahwa Ivan sangat mencintai nya.
🍁🍁🍁
Tubuh Aleena lemas dan tak bersemangat saat tiba di apartemen Ivan ternyata belum pulang. Aleena menghempaskan tubuhnya di sofa memejamkan mata dan menghela nafas berat.
Padahal ia sangat berharap Ivan sudah menunggunya di apartemen dan mengisi kembali kepercayaan dirinya yang kini seakan kosong. Bayangan tentang Ivan dan Sarah menari-nari di benak nya.
Aleena mencoba menghubungi nomor Ivan, namun ia tetap dibuat gusar karena ponsel Ivan masih belum aktif.
Setelah merenung cukup lama Aleena beranjak menuju kamar nya. Ia berniat membersihkan diri dan melupakan kegusaran hatinya dengan tidur. Tak peduli meski hari sudah sore dan akan beranjak malam.
Saat akan merebahkan tubuh nya di ranjang terdengar notifikasi pesan di ponselnya. Aleena membuka dengan tidak sabar saat mengetahui Ivan yang mengiriminya pesan.
"Sayang nanti ada yang mau aku omongin sama kamu. Nanti jam 7 aku jemput, dandan yang cantik"
Aleena dibuat bingung oleh Ivan. Gadis itu melirik jam di tangan nya, sudah hampir jam 6 artinya sebentar lagi Ivan akan menjemputnya.
"Mau ke mana emang nya? mau bicara apa?"
__ADS_1
Beberapa menit menunggu Ivan tak juga membalas pesan darinya. Aleena membatalkan niat nya untuk tidur. Gadis itu membuka lemari dan mulai memilih pakaian yang harus ia kenakan.
Aleena memilih pakaian dengan kondisi mood yang berantakan. Ia merasa kesal karena Ivan tak memberitahukan akan ke mana dan ia harus memakai baju apa. Ia takut salah kostum.
Setelah berfikir cukup lama Aleena memilih sebuah dress simple berwarna navy.
Rambut panjang nya ia tata dengan style half updo dengan tambahan kepangan.
Setelah mengamati secara keseluruhan Aleena cukup puas dengan hasilnya. Ia beralih merias wajahnya dengan riasan sederhana yang tak terlalu tebal, ia tau Ivan tak akan suka jika dirinya berdandan terlalu menor.
Aleena kembali memandangi wajahnya di cermin. Untuk sesaat ia tertegun, hatinya bertanya-tanya apakah perlu berpenampilan seperti ini? ia takut Ivan ingin mengakhiri hubungan mereka karena pria itu kembali bersama Sarah.
Senyum yang tadi mengembang kini perlahan sirna, kegelisahan nya semakin menjadi. Untung saja ketukan di pintu kamarnya terdengar. Menandakan Ivan sudah datang dan bisa mengusir sedikit kegelisahan nya.
Aleena segera membuka pintunya, tampak Ivan dengan penampilan nya yang begitu rapi dan tentu saja terlihat sangat tampan.
Entah sejak kapan pria itu bersiap.
"Ke mana aja? nomor kamu juga nggak aktif seharian. Tadi aku nanya juga nggak dibalas" Aleena memberondong Ivan dengan banyak pertanyaan.
"Nanti kamu akan tau, ayo berangkat" Aleena ingin mengumpat saat Ivan begitu santai merespon kepanikan nya.
"Sayang kamu tau nggak sih aku tu khawatir" Ucap Aleena hampir menangis.
"Khawatir kenapa? aku nggak apa-apa. Udah ya jangan banyak tanya dulu. Nanti kamu akan tau sendiri."
Ivan menggenggam tangan Aleena dan membawanya keluar dari apartemen.
"Cium dikit dong" Goda Ivan saat keduanya sudah berada di lift dan tak ada siapa-siapa di sana. Namun Aleena memalingkan wajahnya masih dengan raut kesalnya.
__ADS_1
"Jangan ngambek gitu dong, nanti cantiknya ilang" Ivan mencuri ciuman di pipi Aleena sehingga menambah kesal gadis itu.
🍁🍁🍁
"Kita mau ke mana?" Tanya Aleena saat Ivan sudah mulai menjalankan mobilnya.
"Ke suatu tempat" Ivan tersenyum miring.
"Iya ke mana?"
"Nanti kamu akan tau" Aleena terpaksa harus menelan rasa penasaran nya. Ia diam dan tak lagi bertanya karena sejak tadi Ivan tak menjawab satupun pertanyaan nya.
Beberapa saat kemudian Ivan menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah. Meski penasaran Aleena hanya diam, ia menahan diri agar tak bertanya.
Ivan merengkuh pinggang Aleena dan mengajaknya memasuki restoran tersebut. Ivan membawanya ke rooftof. Setibanya mereka di sana Aleena dibuat terpana melihat tempat itu yang didekorasi dengan begitu manis. Tampak sebuah meja dengan lilin di atas nya. Aleena semakin terpesona saat tiba-tiba lampu menyala membentuk tulisan "Happy Birthday my Aleena"
Gadis itu menoleh pada Ivan yang tersenyum manis kepadanya. Aleena langsung menghambur ke dalam pelukan Ivan, ia merasa teramat bahagia.
"Selamat ulang tahun sayang, terima kasih sudah bersedia menjadi milikku. Semoga semakin dewasa dan nggak gampang goyah saat ada cobaan yang berusaha menumbangkan kamu" bisik Ivan. Aleena merasa terharu karena Ivan mengingat ulang tahun nya, padahal ia saja lupa bahwa hari ini adalah ulang tahun nya yang ke 23.
"Makasih sayang, jadi tadi kamu ngilang karena nyiapin ini semua?" Ivan mengangguk. Rasa bersalah diam-diam menyusupi hati Aleena. Ia sempat berfikiran buruk pada Ivan yang justru sedang sibuk mempersiapkan ulang tahun nya demi membahagiakan dirinya.
"Makasih mas" ucap Aleena lagi.
"Kamu suka?" Tanya Ivan sambil menuntun Aleena menuju meja untuk memulai makan malam romantis mereka.
"Suka banget mas, ini pertama kalinya aku mendapat surprise di hari ulang tahun aku. Ternyata rasanya sangat menyenangkan" ucap Aleena malu-malu.
"Yang benar sayang?" Tanya Ivan tak percaya.
__ADS_1
"Beneran, dulu aku tu iri banget sama teman-teman yang selalu dapat kejutan saat ulang tahun. Kamu tau nggak mas mendapatkan kejutan saat ulang tahun adalah salah satu impian aku. Receh banget kan impian aku? " ucap Aleena sambil terkekeh.
🍁🍁🍁