Affair Dengan Tunangan Sahabatku

Affair Dengan Tunangan Sahabatku
Chapter 56


__ADS_3

"Kamu tega sama papa kamu, cuma bantuin ngomong sama mertua kamu aja nggak mau. Sekarang papa kamu benar-benar bangkrut. Untuk makan saja kami kesulitan, semua aset papa kamu sudah disita untuk membayar kerugian" Sinta Istri papa Aleena nekat datang ke Pelita harapan memaksa bertemu Aleena setelah ajakan bertemu darinya berkali-kali di tolak oleh gadis itu.


Aleena sengaja menolak bertemu dengan wanita itu karena ia merasa tak memiliki kepentingan apapun dengannya. Setiap kali tak sengaja bertemu Sinta rasa sakitnya kembali terasa, semua perlakuan buruk wanita itu serta tangis kepedihan mamanya kembali terbayang. Namun karena wanita itu sudah datang ke Pelita Harapan mau tidak mau Aleena menemuinya untuk menghindari keributan.


"Kenapa jadi menimpakan kesalahan pada saya? Papa Tio sangat idealis orang nya, meskipun saya bantu ngomong kalo menurut nya memang program dan kerja sama yang papa tawarkan nggak layak tetap saja akan ditolak" Aleena sama sekali tak memasang wajah ramah pada istri papanya tersebut


"Percuma kamu jadi menantunya kalau meluluhkan hati mertua kamu aja nggak bisa. Gimana mau jadi menantu yang baik kalo merayu saja kamu nggak becus"


"Saya menantu, bukan wanita penggoda tante! untuk menjadi menantu yang baik nggak harus pandai merayu, tapi dengan memiliki ketulusan hati itu udah lebih dari cukup. Lagipula menantu yang baik tidak akan ikut campur urusan mertuanya terkait sesuatu yang bukan ranahnya" Jawab Aleena dengan senyum sinis. Wajah istri papa Aleena terlihat begitu geram.


"Kamu jahat banget sama papa kamu, dimana hati nurani kamu Aleena. Papa kamu butuh bantuan kamu malah bersikap masa bodoh seperti ini" Aleena menahan diri agar tidak sampai meremas bibir Sinta yang begitu menyebalkan.


"Kenapa jadi saya yang jahat? harusnya tante sadar kalo tante yang menyebabkan ini semua, kalau aja tante bisa menahan diri untuk tidak melabrak papa di tempat umum kejadian itu tidak akan Viral dan relasi Papa tidak akan membatalkan kerja sama"


"Tapi papa kamu selingkuh Aleena, wanita mana yang bisa menerima? nggak akan ada wanita yang akan diam saja melihat suaminya bermain gila" ucap Sinta membela diri.


"Mama saya diam saja saat suaminya bermain gila dengan wanita penggoda. Mama sama sekali tidak pernah melabrak dan mempermalukan papa di depan umum. Bahkan meski mama sudah disakiti begitu dalam dan dicampakkan tapi mama tetap menjaga nama baik papa. Jangan lupa bahwa kamu menikah dengan papa saya di atas jerit kepedihan mama saya. Sekarang kamu tau kan bagaimana perasaan mama saya saat kamu hadir sebagai perusak? sekarang nikmati kesakitan kamu wanita biadab!" Kali ini suara Aleena terdengar bergetar. Emosi benar-benar menguasai dirinya.


Sinta begitu geram mendengar ucapan Aleena, wanita itu mengangkat tangan bermaksud melayangkan tamparan di wajah anak tirinya itu.


"Jangan coba-coba menyentuh istri saya atau anda akan merasakan akibat nya!" Ivan menahan pergelangan tangan Sinta lalu menghempaskan nya dengan kasar. Pria itu menyembunyikan Aleena di belakang tubuh nya. Ivan tak bisa menyembunyikan kemarahan nya melihat orang lain mengusik istrinya. Untung saja ia datang tepat waktu, jika saja tangan sinta sudah menyentuh kulit istrinya ia pastikan wanita itu tak akan pernah bisa hidup tenang.

__ADS_1


"Dia sudah bersikap kurang ajar pada saya!"


hardik Sinta dengan kemarahan yang juga sudah memuncak.


"Bagian mana dari sikap saya yang kurang ajar? saya berbicara fakta tante!" balas Aleena dingin.


"Jangan mengkambing hitamkan orang lain. Apa yang terjadi saat ini adalah balasan dari perbuatan kalian sendiri. Jangan mengganggu istri saya lagi, sudah cukup selama ini ia menderita akibat kekejaman kalian. Kalau kalian masih mencoba untuk mengusik saya tidak akan segan-segan menyeret kalian ke penjara!" Ivan dengan geram membawa Aleena meninggalkan Sinta yang terlihat semakin kesal


🍁🍁🍁


Ivan terbangun dari tidurnya di pagi hari saat samar-samar mendengar Aleena yang sedang muntah. Ia dengan cepat turun dari ranjang dan setengah berlari menuju kamar mandi.


"Mas uda bangun?" Aleena menyeka bibirnya yang baru saja ia cuci setelah selesai mengeluarkan isi perutnya. Wajahnya terlihat merah dengan mata yang basah.


"Nggak tau, aku mual banget mas" Jawab Aleena. Ivan tampak berfikir, namun kemudian kekhawatiran di wajahnya berubah menjadi senyum lebar dan mata berbinar.


"Jangan-jangan kamu hamil Al" Keduanya saling mandang dan diam beberapa saat.


"Hamil? tapi aku belum telat datang bulan mas. Emang bisa ya hamil?" Aleena sangat ingat satu minggu setelah pernikahan nya ia mendapatkan siklus bulanan nya, dan itu artinya tanggal menstruasinya masih 3 hari lagi.


"Mungkin aja bisa sayang, dicek aja ya?" Keduanya memang belum berpengalaman soal ini.

__ADS_1


"Gimana caranya?" Ivan tersenyum gemas pada istrinya.


"Pake alat tes kehamilan sayang, atau mau langsung ke dokter aja?" tawar Ivan.


"Pake alat tes kehamilan aja dulu sayang, nanti aja ke dokter kalau emang uda pasti" Dada Aleena terasa penuh akan kebahagiaan, ia berharap apa yang ia dan Ivan harapkan benar terjadi. Namun rasa was-was tetap menyelimuti.


"Ya udah, aku beli dulu ya" Ivan tak kalah bersemangat. Bayangan indah menari-nari di benak nya. Bibirnya tak bisa menahan senyuman. Membayangkan wajah dirinya atau Aleena dalam versi mungil membangkitkan rasa yang luar biasa di dalam hatinya.


"Iya mas" Keduanya berjalan keluar dari kamar mandi, Ivan begitu telaten menuntun Aleena. Ia sangat takut terjadi apa-apa pada istrinya seolah Aleena benar-benar telah hamil.


"Kamu istirahat dulu di tempat tidur. Jangan ke mana-mana. Tunggu aku pulang oke?" Ucap Ivan persis seperti sedang mengingatkan keponakan nya agar tidak nakal. Ia mendaratkan kecupan di kening Aleena sebelum meninggalkan istrinya. Pria itu bahkan belum sempat mencuci muka, ia juga hanya mengenakan bokser dan kaos santai.


Aleena meraba perutnya, hatinya menghangat. Ia begitu berharap benih Ivan benar-benar telah tumbuh di rahimnya.


"Benarkah kamu uda di sini? semoga kamu benar-benar sudah hadir" Aleena mengusap perutnya dengan lembut.


"Mama doain Aleena semoga bisa segera hamil dan bisa memberikan cucu buat mama" Bulir bening menyusuri pipinya, ia teringat pada obrolan nya dengan sang mama. Keinginan untuk segera memenuhi keinginan mama nya begitu besar.


"Andai Aleena beneran hamil, mama masih bisa merasakan kebahagiaan di atas sana kan ma?" Bisik Aleena sambil terisak. Aleena menginginkan mamanya masih ada namun ia tak bisa menolak takdir yang sudah digariskan untuknya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


So Aleena hamil nggak yah?


Kita lihat setokcer apa si Albert Tom Cruise 😎😎😎


__ADS_2